CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 117 Truth Or Dare


__ADS_3

“Presdir, kalau hanya karena ini Presdir memecatku, aku pasti akan melapor ke media dan koran, agar semua orang di kota C tahu, Presdir Group Realtech, ikut campur masalah pribadi karyawannya! Memang benar Group Realtech itu perusahaan anda, tapi kehidupan pribadi karyawan bukanlah urusan anda! Anda tidak berhak mengatur, apapun yang ingin karyawati anda lakukan setelah pulang kerja, dengan siapa mereka berhubungan, dengan siapa mereka pacaran, dan dengan siapa mereka tidur!”


“Prok prok prok….” terdengar suara tepuk tangan dari sebelah.


Mereka bertiga memutar kepalanya bersamaan. Di sana ada pria tinggi yang tidak tahu sejak kapan dia berdiri di sana, wajahnya pun tersenyum.


Ethan.


“Reyhan, karyawan kamu ini menarik juga ya!” Ethan bicara sambil tersenyum, tapi matanya tidak mengarah ke Reyhan, melainkan mengarah ke Nindi.


Ethan sangat tampan, juga menarik.


“Kamu tidak usah berisik!” ucap Reyhan dengan kesal. Sekretaris ini, berani-beraninya mengancamku, aku harus beri dia pelajaran!


Melihat Reyhan dan Ethan sedang berbicara, Nindi dengan cepat menarik tangan Kenzie: “Kenzie, ayo cepat pergi!”


Tapi Ethan menghalangi mereka berdua: “Kenzie, lama tidak berjumpa.”


Nindi kali ini benar-benar kaget, “Kenzie, kalian saling kenal?”


Kenzie mengangguk. Lalu mau tidak mau dia memperkenalkan mereka berdua: “Nindi, ini Ethan, Presdir Oracle Entertainment.” “Ethan, ini teman baik aku Nindi, sekarang bekerja di Group Realtech.”


Mendengar Ethan dari Oracle Entertainment, dia langsung kaget: “Presdir Ethan, Hermosa itu artis dari entertaiment anda kan? Aku sangat suka dengan filmnya! Kenapa akhir-akhir ini ia tidak main film lagi? Apa presdir bisa membantuku meminta tanda tangannya?”


Hermosa….. Mata Kenzie pun langsung berkenduk.


Sebelum melihat adegan menjijikan Hermosa dengan Reyhan, dia juga menyukai Hermosa, bagaimanapun juga wajahnya memang sangat cantik.


“Hermosa ya, dia sudah diboikot, di dunia hiburan, hal ini sama seperti hukuman mati. Sepertinya sudah tidak akan ada harapan baginya untuk tampil di film lagi.” Ethan masih tersenyum sambil menunggu Nindi melanjutkan pertanyaannya.


Benar saja, Nindi lanjut bertanya: “kenapa diboikot? Film yang ia mainkan semuanya bagus!”


Senyum Ethan bertambah lebar, ini pertama kalinya Kenzie menyadari, bahwa Ethan memiliki dua lesung pipi: “Nindi, kamu seharusnya menanyakan ini pada Presdirmu!”


Nindi baru hendak bertanya ke Reyhan, lalu dia baru ingat bahwa dirinya sedang bertengkar dengan Reyhan, cepat-cepat ia membalikan kepalanya.


Dalam waktu singkat , ekspresi wajahnya berubah tiga kali, perubahannya pun tertulis jelas di wajahnya.


Ethan semakin merasa bahwa Nindi menarik. Dia sudah melihat berbagai jenis perempuan, tapi ini pertama kalinya, ia melihat perempuan sepolos ini.

__ADS_1


“Nindi, apa kamu datang untuk mencari pasangan?” tambah Ethan, untuk membuka percakapan yang sangat jelas tujuannya.


Reyhanmen jadi kesal, orang-orang ini mengobrol dengan sangat seru, dan malah mengacuhkan Reyhan!


Kenzie sama sekali tidak menyadari bahwa Reyhan sedang kesal, melihat Ethan tertarik pada Nindi, dia langsung mengatakan: “Iya! Presdir Ethan, Nindi belum memiliki kekasih!”


Setelah itu dia langsung berkata ke Nindi: “Presdir Ethan juga lajang kok!”


Kenzie jelas-jelas berniat untuk menjodohkan mereka berdua, wajahnya Nindi sekejap memerah, lalu dia mencubit wajah Kenzie: “Lalu kenapa? Kalaupun Presdir Ethan lajang, apa hubungannya denganku? Dasar kamu ini!”


Kenzie langsung meminta maaf, jika Nindi marah, ia akan terlihat benar-benar menyeramkan.


Melihat dua perempuanitu bercanda, Ethan juga tersenyum, Reyhan masih cemberut, kedua tangannya pun dilipat.


Ethan itu teman baiknya, dia sangat mengenal teman baiknya ini.


Seleranya tinggi, perempuan seperti Nindi, hanya cocok untuk jadi mainannya saja, tapi Nindi masih belum memenuhi syarat untuk menjadi kekasihnya.


Setelah selesai bercanda, Nindi juga tidak mau berlama-lama di sana, dia langsung menarik Kenzie, dan pamit pada Reyhan dan Ethan: “Kalian berdua ngobrol saja, kami pergi dulu.”


“Nindi, kamu tidak mau minum dulu?” Ethan tersenyum ke arah Reyhan dan Kenzie: “Reyhan, Kenzie, ayo minum bersama.”


Reyhan yang sedang kesal, sekarang hanya ingin minum. Tapi di sana sangat berisik , ia tidak bisa memberi Kenzie pelajaran di tempat ini. Jadi dia menganggukan kepalanya: “oke, kita pergi ke bar kamu.”


Nindi pun kaget sampai matanya terbuka lebar: “kalian berdua percaya diri sekali ya, memangnya kita sudah setuju untuk pergi dengan kalian? Mengapa kalian seenaknya mengambil keputusan?”


Ethan juga sedikit kaget: “Nindi tidak mau pergi ya? Nindi, kamu lajang kan? Aku juga lajang.” Ethan pun tersenyum.


Nindi yang pada dasarnya mudah sekali diluluhkan oleh ketampanan dan senyum, berdebar-debar saat melihat Ethan tersenyum seperti itu. Tapi wajahnya tetap dingin: “Lalu kenapa? Kalau kamu lajang, apa hubungannya denganku? Bukan aku yang merebut pacarmu sehingga kamu lajang kan!”


“Hahaha…..” Mendengar omongan Nindi, Ethan langsung tertawa. Perempuan ini benar-benar lucu. .


Reyhan menaikkan alisnya, walaupun Ethan selalu bersikap sopan di depan para wanita, tapi itu semua hanya di penampilannya saja, di dalam hatinyanya, Ethan sebenarnya adalah pria yang romantis. Romantis dan penuh kasih sayang, dan juga bisa menjalin hubungan dengan banyak perempuan sekaligus.


Tapi sikapnya kepada Nindi sepertinya sedikit berbeda. Ethan belum pernah mengejar seorang wanita seperti ini, biasanya, jika seorang wanita tidak tertarik padanya, Ethan akan langsung melepaskan wanita itu. Tapi malam ini, kenapa Ethan berubah?


Reyhan menatap Nindi, tubuhnya tinggi, senyumannya manis, sifatnya yang ramah, di daftar perempuan Ethan, sepertinya memang tidak ada yang seperti ini.


Lupakan, ini bukan urusannya….. Reyhan menarik tangan Kenzie: “minum bersamaku.”

__ADS_1


Kenzie bicara dengan suara kecil: “Lepaskan aku!” Dia tidak mau menyebabkan keributan di depan umum. Terlabih lagi, dia tidak mau Nindi tahu tentang hubungannya dengan Reyhan.


Reyhan juga sepertinya tahu maksud Kenzie, dia langsung melepaskan tangan Kenzie.


Ethan melihat ke sekitar lalu bicara: “Kenzie, hargailah aku sedikit! Ajak temanmu, kita minum bersama.”


Kenzie juga tidak bisa apa-apa, hanya bisa memohon pada Nindi: “Nindi, ayo kita ikut! Kita duduk saja sebentar, lalu pergi.” Dia takut kalau dia tidak pergi, Reyhan akan melakukan sesuatu yang keterlaluan. Kalau sampai begitu, hubungannya dengan Reyhan bisa terbongkar.


Nindi yang melihat mata Kenzie yang benar-benar tulis ingin pergi, mau tidak mau menganggukan kepala. Matanya melirik senyuman Ethan, wajahnya pun memanas.


Bar yang mereka kunjungi sangat ramai, semua pengunjungnya sedang bersantai pada malam ini.


Melihat begitu banyak orang, Nindi mengendorkan kewaspadaannya untuk sementara. Walaupun dia suka pria yang tampan, tapi pria seperti Ethan ini tidak bisa dipercaya, ia tampan, kaya, romantis, pasti banyak wanita yang menyukainya. Tujuan Nindi mencari kekasih, adalah untuk menikah, bukan untuk main-main dan membuang-buang waktu.


Mereka pun mulai minum, semuanya bersantai.


Nindi mulai menunjukkan sifatnya yang aktif, “bagaimana kalau kita bermain truth or dare?”


Tadi Ethan mengajaknya berdansa, tetapi Nindi menolak. Dia tidak mau tubuhnya bersentuhan sedikitpun dengan Ethan.


Playboy seperti Ethan, pasti hanya ingin bersenang-senang saja, atau mungkin menginginkan cinta satu malam, dia tidak akan tertipu!


Ethan yang pertama merespon: “oke!” Lalu ia menatap Reyhan dan Kenzie.


Ia melihat wajah Kenzie memerah, ekspresinya aneh. Ethan mengira itu karena bir yang barusan diminumnya.


Yang tidak diketahui Ethan adalah saat itu tangan Reyhan yang ada di bawah taplak meja sedang mengganggu Kenzie.


Melihat wajah penuh harap Ethan, Reyhan tersenyum jahat dan menyetujuinya: “oke.”


Kenzie menganggukkan kepalanya pelan-pelan.


“Kenzie, makanan ini lumayan enak, cobalah…” Nindi mendorong piringnya ke arah Kenzie.


“Kenzie, kamu tidak enak badan ya?” Nindi menyadari sikap Kenzie sedikit aneh.


“Tidak, tidak apa-apa. Kita mulai saja!” Kenzie takut Nindi menyadari sesuatu, jadi ia langsung cepat-cepat mengalihkan perhatian.


Ethan tersenyum, lalu melanjutkan “Oke! Kita mulai ya! peraturan permainan kali ini, lebih menantang ya! Kalian tidak boleh menolak dan harus mengikuti peraturan!”

__ADS_1


Nindi sudah sedikit mabuk: “Cih! Aku tidak takut! Ayo mulai!”


Oke, kamu tertipu! Lesung pipi Ethan bertambah jelas, jarinya menunjuk ke arah Nindi: “Nindi, kamu benar-benar pemberani!”


__ADS_2