CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
44.


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan mertuanya akhirnya Mel pulang bersama Rey ke rumah mereka,,


Mel bersandar dengan menatap jalanan malam, belum terlalu malam namun terlihat jalanan sepi mungkin karena cuaca gerimis.


Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Abas sudah lebih dulu pulang saat Rey datang.


" Bee "


" Hem "


Mel menoleh namun Rey tidak kembali melanjutkan namun malah menggenggam tangannya dan mengecup nya.


" I love you Bee " Ucap Rey tanpa mengalihkan matanya.


Mel terdiam,,


Dia merasa aneh dengan sikap suaminya hari ini, mulai dari pulang Rey seakan bermanja dengan nya bahkan sudah beberapa kali Rey mengungkapkan perasaannya.


Entah itu membuat Mel merasa bimbang, Mengingat foto yang dia terima sore tadi dimana Rey bersama Bilqis berada di sebuah Restoran.


Bukan hanya mereka berdua, namun juga terlihat makanan yang Rey suka.


" Bee,, " Panggil Rey saat Mel hanya diam menatap nya.


Mel tersenyum dan mengangguk,,


Rey sendiri menautkan alisnya, dia merasa ada yang aneh dengan istrinya.


Mel lebih banyak diam hari ini,,


" Hei,, Kamu kenapa apa kamu lelah ??" Ucap Rey dan Mel menggeleng.


" Apa ada yang sakit, kita ke rumah sakit "


" Tidak Mas,, Aku gapapa kok hanya mengantuk"


Rey tersenyum dan mengusap wajah Mel,,


" Tidurlah dulu "


Mel mengangguk dan memejamkan matanya, sebenarnya dia tidak mengantuk namun dia terus terbayang foto itu.


Rey bilang jika seharian dia bertemu banyak Klien hingga pulang telat namun nyatanya dia malah bertemu dengan Bilqis dan mereka malah makan berdua.


Rey mengusap pucuk rambut Istrinya yang mulai memejamkan matanya, dia membiarkan Mel tertidur.


_____


Setelah beberapa menit,,


Mobil Sport hitam Limited edition yang hanya di miliki oleh orang orang tertentu melaju masuk ke dalam sebuah halaman rumah mewah..


itulah Rey,,


Rey menatap Mel yang tertidur pulas, senyuman terukir Menatapnya.


Mel terlihat seperti bayi jika saat tertidur sungguh menggemaskan, Mel tidak akan pernah bisa tahan dengan perjalanan dan akan selalu tertidur.


Dengan perlahan,,


Rey membuka pintu mobil dan menggendongnya nya, sedikit kesusahan namun bukan Rey jika tidak mengatasinya.


Dia terus membawa masuk Mel yang tertidur, membawa nya masuk ke dalam kamar dan membaringkan nya dengan hati hati.

__ADS_1


Di tatapnya wajah Mel, di usapnya lembut.


Semakin hari Mel semakin terlihat cantik, membuat Rey semakin mencintai nya dan tidak ingin kehilangannya.


Rey membuka sepatu yang Mel pakai dan meletakkan di sudut ruangan, Melihat Mel tertidur dengan memakai pakaian ketat membuat tidurnya tidak nyenyak.


Rey membuka Lemari dan mengambil piyama, dia berniat untuk menggantikan baju Istrinya.


Tangannya mulai membuka kancing kemeja yang Mel pakai, Dada mulus kini terpampang nyata di depan mata Rey.


Rey meneguk Saliva nya, Kini dia harus ribut dengan perasaan campur aduk, Rasa ingin menyentuhnya namun melihat Mel yang tertidur pulas membuat nya tidak tega namun sesuatu di bawah sana sudah mulai mengeras, apalagi kini Kemeja yang Mel pakai sudah terbuka memperlihatkan lekuk tubuh indah miliknya.


****,,, Umpat Rey memijat pelipisnya,,


Padahal mereka sudah menikah, dan sudah menjadi hal yang wajar jika mereka melakukan nya.


Rey yang sudah tidak tahan mendekatkan wajahnya, bibirnya mulai menyentuh bibir ranum istrinya, kedua tangannya sudah mulai bergeliaran.


" Eum" Legukan Mel membuat Rey semakin tidak bisa menahannya.


" Bee " Lirih Rey dengan suara berat nya.


Mel membuka matanya,,


Sorot Mata Rey sudah berubah sendu, Napasnya pun sudah sangat berat.


Mel mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya,,


Seakan mendapatkan lampu hijau, Rey kembali mencium dan ******* bibir Mel.


Kedua saling di buat mabuk dengan sentuhan hingga tanpa sadar Rey sudah membuat semua pakaian nya,,


" Mas Rey " Lirih Mel saat merasakan sesuatu,, Masih sedikit nyeri namun Rey selalu saja melakukan nya dengan pelan dan lembut hingga Mel tidak lagi merasakan nyeri dan berubah menikmati nya.


Seperti tidak ada rasa lelah,,


Rey terus melakukan nya hingga tubuh Mel terkulai lemas.


Rey mengecup dalam kening Istrinya yang sudah terlelap.


Dia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih polos.


Dengan tangan memeluk tubuh Mel, Rey memejamkan Matanya dan mengikuti Mel ke Alam mimpi indah mereka.


*****


Sementara di tempat lain,,


Yogi masih dengan botol botol di depannya, padahal besok dia akan melangsungkan pernikahan nya bersama Sarah.


Dia menatap ponselnya yang terus bergetar, Mama juga Papanya terus menghubungi nya namun Yogi sama sekali tidak menjawab nya, dia malah menonaktifkan ponselnya.


" Maaf Mas, Kita mau Tutup "


" Tutup,, Tapi ini masih sore dan gue masih ingin minum ."


" Mas Yogi sebenarnya ada masalah, Saya lihat hampir setiap malam Mas Yogi datang dan minum banyak. "


Yogi tersenyum getir,,


Andai saja hidupnya tidak seperti ini, Menikah dengan wanita yang dia cintai sudah pasti dirinya akan sangat siap dan merasa bahagia.


" Tidak,, Lo pulang naik Apa ?" Ucap Yogi yang memang mengenal dengan salah satu Karyawan Bar.

__ADS_1


" Sepeda Mas,, "


" Lo bareng gue, Lagian seperti nya rumah kita juga searah."


" Tidak usah Mas, Saya pakai sepeda saja."


Yogi menoleh,,


Masih terlihat gerimis diluar.


" Gerimis,, Dan sudah malam gapapa gue anterin"


" Baik Mas Terimakasih,, Saya siap siap sebentar"


Yogi mengangguk,,


Sebenarnya dia belum ingin pulang, namun Bar sudah tutup dan dia tidak mungkin berada di sana.


" Ayo Mas "


Yogi mengangguk dan berjalan keluar,,


Mereka menuju salah satu Mobil yang terparkir di depan Bar.


Walau Yogi sudah banyak minum, namun dia tetap masih sadar.


Yogi sebenarnya laki laki yang baik dan selalu menolong siapa saja, dia juga baik terhadap orang lain.


Menyusuri jalanan malam dengan gerimis, Yogi tersenyum dan mengobrol hingga akhir nya sampai di depan sebuah gang kecil yang hanya bisa di lalui sepeda.


" Di sini saja Mas, Rumah Saya masuk gang kecil itu."


Yogi menatap nya,,


" Oh ya Udah,, "


" Oya Mas, sekali lagi terima kasih sudah merepotkan"


Yogi tersenyum dan menggeleng,,


" Jadi Lo tinggal bareng Ibu Lo terus Ayah Lo kemana ?"


" Ayah saya Meninggal Satu tahun yang lalu karena sakit Mas."


" Sorry,, "


" Gapapa,, Ya Sudah Mas Saya duluan Ibu pasti sudah menunggu Saya di rumah."


Yogi tersenyum,,


Dan melajukan kembali mobilnya..


Rasanya dia tidak ingin pulang ke rumah, Menatap jam yang sudah hampir pagi membuatnya ingin berlari pergi jauh, namun dia tidak ingin membuat Mama nya sedih.


Sudah pasti Ayahnya akan semakin menyalahkan Mama nya nanti.


Yogi menepikan mobilnya,, . Bersandar menatap keluar Jendela.


Bayangan dimana masa masa indah bersama Imelda terus saja dia ingat, Senyuman Mel, Manjanya Mel sungguh begitu membuat nya susah untuk melupakan nya.


Mel,,


Apa ini akhir takdir kita,,

__ADS_1


Lo menikah dengan laki laki lain dan gue menikah dengan wanita lain.


__ADS_2