CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 166 Selalu Berusaha Mengendalikannya


__ADS_3

Nayra membuat keributan di kantor Gunadi, melihat Kenzie yang sedang berdiri di depan pintu, dengan suara yang tiba-tiba lantang ia berteriak, “Kenzie, sudah beberapa tahun tidak bertemu, kamu masih saja tidak tahu malu!”


Kenzie kembali terdiam, mukanya pucat, dengan nada yang tenang, “Nayra, tolong perhatikan kata-katamu, menghargai orang lain sama dengan menghargai diri sendiri!”


Nayra tertawa mengejek, “Haha.. Lucu, kamu seorang simpanan, masih berani bicara soal cara menghargai orang lain denganku? Kalau kakakku tidak kaya, apakah kamu akan tetap menempel padanya? Sudah tau kalau kakakku sudah memiliki calon isteri, kamu masih saja tidak tahu malu, masih bagus hanya disebut tidak tahu malu! Kamu ini murahan!”


Para wanita penggosip disamping sudah mulai memanas.


Drama apa ini? Orang yang membuat keributan bukanlah kekasih sesungguhnya melainkan adik dari laki-laki itu? Bukankah ini terlalu kampungan?!


Gunadi sudah tidak tahan, memerintahkan penjaga keamanan segera datang.


Kenzie sangat marah, dengan sepasang mata yang berair menatap Nayra, “Nayra, tolong kamu perjelas! Kakakmulah yang selalu mendekatiku, tegah malam datang kedepan rumahku, tidak mau pergi bahkan setelah diusir! Daripada kamu datang untuk memfitnahku, lebih baik pulang dan memohon kepada kakakmu dan katakan kepadanya jangan mengikutiku lagi!”


“Apa? Apakah benar yang diucapkan wanita ini? Kenzie adalah seorang simpanan?”


Orang yang menonton mulai berbisik-bisik.


Kenzie menggigit bibirnya dengan marah dan melangkah mendekati Nayra dan berkata, “Nayra? Apalagi yang ingin kamu katakan?”


Nayra menatap Kenzie yang lebih pendek darinya, berkata dengan nada penuh sindiran, “Kenapa? Berani berbuat tapi tidak senang menjadi omongan?”


“Plak!” sebuah tamparan keras mendarat di wajah Nayra, dengan tatapannya yang tajam, Kenzie berkata, “Nayra, kamu pikir aku adalah Kenzie yang bisa kamu injak-injak lima tahun lalu? Kamu pikir aku akan diam saja terhadap apa yang telah kamu buat? Hari ini aku telah menamparmu, silahkan tampar balik ataupun lapor polisi!”


Kenzie adalah pemegang sabuk hitam bela diri, selama lima tahun di luar negeri, ia terus berlatih. Mungkin ia tidak bisa melawan laki-laki yang kuat dan besar, tapi untuk melawan nona kecil seperti Nayra, mudah sekali!

__ADS_1


Nayra memegang pipinya sambil melotot, “Kenzie, kamu berani memukulku?”


Dengan sifatnya yang sangat sombong, kapan ia pernah dipermalukan seperti ini? Dia ingin membalas Kenzie.


Kolega Gunadi sangat cekatan, tiba-tiba datang 2 orang laki-laki yang menarik Nayra, kebatulan penjaga keamananpun tiba.


Menarik keluar Nayra.


Nayra dengan amarah yang menggebu berteriak, “Kenzie, dasar kamu wanita miskin! Tunggu aku! Aku akan membuatmu tersiksa sampai mati!”


Akhirnya Nayra ditarik pergi, tapi kabar tentang Kenzie sudah menyebar kesaluruh perusahaan, ia dihina oleh adik dari kekasih gelapnya.


“Direktur Gunadi, ini..” Kenzie dengan suara lembut berkata dan meletakan surat pengunduran diri yang sudah disiapkan olehnya diatas meja Gunadi.


“Kenzie,aku baru saja aku ingin memanggilmu.” Gunadi memotong kata-kata Kenzie, dengan nada bicara yang aneh dan sedikit sedih, “Baru saja Direktur Wibawa menelponku, dia bilang kamu akan bertanggung jawab atas seluruh kontrak yang berhubungan dengan Grup Realtech, selanjutnya kamu adalah penanggung jawabnya.”


Gunadi mengusap wajahnya “Ini adalah permintaan dari Grup Realtech. Reyhan sendiri yang memberi perintah itu kepada Direktur Wibawa.”


Jantung Gunadi tiba-tiba berdetak kencang, barusan yang disebutkan namanya oleh Kenzie adalah “Nayra”, dia adalah adik dari Reyhan?


“Kenzie, aku ingin menanyakan satu pertanyaan pribadi, apakah yang barusan itu adalah Nayra ,adik dari Reyhan?” Gunadi bertanya dengan sangat penasaran, setelah melontarkan pertayaan, dia baru sadar sepertinya itu pertanyaan yang salah dan menambahkan “Kamu tidak perlu menjawabnya, tidak apa.”


Kenzie menghela nafas, “Ya, kamu benar, Direktur Gunadi.”


Melihat raut wajah Gunadi yang terkejut, Kenzie mendengus, “dan lagi, Nayra tidak sepenuhnya berbohong, aku memang berhubungan dengan Reyhan.”

__ADS_1


Gunadi merasa serba salah dan tidak tahu harus berkata apa.


Kenzie memberikan surat pengunduran dirinya ke Gunadi, “Ini adalah surat pengunduran diriku. Direktur Gunadi, aku harap anda menyetujui pengunduran diri saya.”


Setelah selesai berbicara, Kenzie merasa lega.


Gunadi merasa kacau, setelah berpikir dia mengatakan, “Karena masalah ini berhubungan dengan Grup Realtech, aku harus laporan terhadap Direktur Wibawa terlebih dahulu. Kamu kembalilah bekerja dulu.”


Kenzie dengan tatapan yang campur aduk kembali ketempat duduknya, belum kembali duduk, telepon dari Gunadi sudah berdering, “Kenzie, datang ke ruanganku.”


Mungkin surat pengunduran dirinya sudah disetujui, Kenzie dengan cepat masuk ke ruangan Gunadi.


“Kenzie, Direktur Wibawa tidak mengizinkan kamu mengundurkan diri. Proyek dengan Realtech sedang dalam masa yang penting, tidak bisa ganti orang. Kata Direktur Wibawa, dia akan menaikkan gajimu bulan depan jika kamu tetap tinggal.” Perasaan Gunadi campur aduk, dia tidak rela Kenzie pergi.


Kenzie masih tertegun, apakah ia harus tetap di posisinya? Ini sulit. Realteach adalah salah satu pelanggan utama Cavern Co..


Satu kata dari Reyhan bisa menghancurkan seluruh dunia Kenzie.


Kenzie mengerutkan kening dan berkata, “Tidak bisa seperti itu, aku masih belum menerimanya, dengan tiga hari berturut-turut aku tidak bekerja, otomatis aku dinyatakan keluar dari perusahaankan?”


Gunadi mengayunkan tangan, “Jangan! Cara seperti itu tidak baik, kalau kamu seperti itu, nantinya bagaimana kamu akan mencari pekerjaan lainnya? Aku sarankan lebih baik kamu pergi dan bicara dengan Reyhan, Direktur Wibawa tidak bisa melepaskanmu, dibaliknya pasti ada peran Reyhan.”


Reyhan lagi! Mengapa dia selalu mengendalikan Kenzie, mengapa dia selalu ikut campur dalam kehidupannya?


“Direktur Gunadi, aku minta ijin 1 jam, aku ingin pergi mencari Reyhan!”

__ADS_1


Sesampainya di koridor, Kenzie tanpa ragu menelpon Reyhan, “Reyhan aku tunngu kamu di Starbucks samping Gedung, kamu turun sekarang!”


Setelah selesai mengatakannya, ia sama sekali tidak memberikan waktu kepada Reyhan untuk menjawabnya, dan langsung mematikan teleponnya.


__ADS_2