CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 198 Hal Mendadak Yang Mengagetkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bukankah kata-kata Reyhan Ini sangatlah merendahkannya? Golongan darah, hobi, tinggi badan yang dijabarkan Reyhan memang benar, tetapi setiap katanya mengunsur kata hinaan! Kenzie menatap marah Reyhan, “Reyhan, jangan terus-terusan menghina orang lain!”


Reyhan sama sekali tidak mempedulikan Kenzie, dia mengambil pulpen dan secarik kertas,melemparnya kepada Kenzie, “tulis nama Bahasa inggrisku sebanyak 20 kali!”


Hello! Im an artic!


“Aku tidak mau!” Kenzie sudah hampir mengeluarkan kata-kata ini, tapi saat melihat wajah Reyhan yang sibuk hingga tidak sempat mencukur kumisnya, dan matanya yang berwarna merah akibat kelelahan setelah lembur seharian, hatinya melunak.


Mengalah saja lah! Karena Reyhan pulang hanya demi menemani Kenzie menonton film, sebaiknya Kenzie menahan amarahnya!


Kenzie mengambil pena dan kertas, Eric, Eric, Eric… Satu persatu huruf ia tulis, perasaannya tiba-tiba melembut.


20 Eric sudah selesai ditulisnya, Kenzie mencuri pandang melihat Reyhan, dia sedang serius melihat jalanan, pemandangan yang sangat indah, garis wajahnya yang jelas, garis rahang nya yang tegas, ia terlihat tampan sampai membuat jantung orang berdetak kencang.


Hello! Im an artic!


Kenzie tersenyum, dan menulis 20 kata”Reyhan” di kertas itu.


Setelah selesai menulis, dengan penuh senyuman Kenzie memberikan kertas tersebut kepada Reyhan, “Guru Reyhan, silahkan diperiksa.”


Pertamanya Reyhan hanya melihat sekilas saja, tetapi ketika melihat 20 kata terakhir, mata elangnya perlahan-lahan memberikan senyuman.


Ia mendekatkan kepalanya dan mengigit hidung Kenzie, “penjilat!”


“Aw! Apakah kamu shio anjing? Mengapa suka sekali mengigit orang?” Kenzie memgang hidungnya sambil menatap Reyhan. Untung saja hidungnya merupakan hidung asli, jika hidungnya ini hasil operasi, hidungnya pasti sudah lama miring karena digigit oleh Reyhan.


“Bersandar padaku.” Reyhan memerintah.


Benar-benar merepotkan! Kenzie berteriak di dalam hati, tetapi masih menuruti permintaannya dengan baik.


Reyhan menyetir mobilnya dengan serius, sudut bibirnya membentuk lengkungan senyuman yang indah.

__ADS_1


Suatu ketenangan yang hangat, hanya terdengar suara ban mobil dan suara air hujan, pada akhirnya Kenzie sudah tidak bisa lagi menahannya, “Muncul masalah apa di perusahaan yang ada kota H? apakah ayah Tania sudah mulai bertindak?”


Reyhan mengerutkan alisnya, “tidak ada masalah besar , hanya saja muncul sedikit masalah surat pemeriksaan gedung. Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah mengatasinya.”


Kenzie pernah mendengar bahwa gedung Realtech di kota H itu harta berharga kota H, merek berencana untuk membangun bangunan landmark kota H di atas tanah itu dan merupakan hasil kerja keras grup Realtech.


Bangunan itu sudah ada sejak lama, tetapi kenapa baru sekarang muncul masalah dalam pemeriksaan gedung?


Jika dibilang tidak ada orang yang sengaja melakukannya, siapa yang akan percaya?


Kenzie berpikir ribuan kali, tetapi tetap tidak tahu bagaimana cara membantu Reyhan dan akhirnya berkata, “Reyhan, saat berada di kota H, kamu harus waspada!”


Reyhan menatap Kenzie sekilas, “kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan duduk diam menunggu kematian. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini, kamu cukup menetap di rumah, memilih pakaian dalam yang paling seksi, dan saat aku pulang obati rasa lelahku baik-baik, itu saja sudah cukup.”


Bagaimana bisa ia membahas tentang pakaian dalam lagi? Kenzie menatap Reyhan pasrah, baru saja ingin berbicara, mobil mereka sudah sampai di lantai bawah apartemen.


Reyhan melihat jam tangannya, lalu mencium bibir Kenzie, “ayo cepat, tidak banyak waktu lagi. Aku ingin melihatmu hingga naik keatas.”


Kenzie yang mengetahui bahwa Reyhan masih harus naik pesawat, tidak banyak berbicara, dengan cepat turun dari mobil, berdiri di depan pintu masuk apartemen dan melambaikan tangannya pada Reyhan.


Kenzie memegang payung, air hujan yang dingin dari ujung payung mengenai mukanya, dan juga membasahi lehernya, ciuman ini, entah mengapa, membawa perasaan menyakitkan.


Setelah pulang kerumah, Kenzie duduk tak bergeming diatas sofa dengan mengenakan baju yang basah, setelah itu bersiap untuk mandi menggunakan air hangat.


Ciuman Reyhan tadi,entah mengapa, membawa firasat yang tidak enak pada dirinya.


Reyhanpasti sangat merasa kesulitan bukan? Akar perusahaan grup Realtech ada di Chicago, dan sekarang Realtech sedang berusaha mengembangkan bisnisnya disini, sama sekali tidak mempunyai jaringan khusus apapun dalam politik dosmetik.


Jika Raphael ingin menarik perhatian dengan membuat sulit grup Realtech, ia bisa dengan mudah melakukannya.


Memikirkan Reyhan yang bahkan tidak memiliki waktu untuk mencukur kumisnya, Kenzie merasa hatinya sangat sakit, tetapi dia juga tidak bisa melakukan apapun, dia hanyalah manusia biasa tidak memiliki kekuasaan apapun, meskipun dia sangat ingin membantu ,tetapi tetap saja, dia tidak memiliki kekuasaan untuk melakukannya.


Setelah selesai melepas pakaian, tiba-tiba dia mendengar bahwa ponsel nya yang berada di meja luar berbunyi.

__ADS_1


Pasti Reyhan, karena tidak banyak orang yang mengetahui nomor ponsel nya. Kenzie menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya dan dengan segera mengangkat telepon, “halo, Reyhan! Kamu sudah sampai dibandara?”


Di dalam telepon tidak terdengar suara apapun, Kenzie merasakan ada sesuatu yang tidak beres, dengan cepat, ia melihat nomor yang ada dilayar ponselnya.


Itu bukanlah Reyhan, melainkan sebuah nomor asing.


“Halo, siapa ini…” Kenzie merasa tidak enak, dan mengubah nada bicaranya.


Terdengar nafas di seberang sana, suaranya terdengar bergetar, “Kenzie, ini aku Tania.”


Tania? Kenzie menggengam erat teleponnya.


Tania tidak menunggu Kenzie menjawab, suaranya terdengar seperti suara tangisan, “Kenzie, kamu sudah kembali bersama dengan Reyhan kan? Aku tadi mendengarmu menyebut namanya.”


Kenzie sudah siap menerima amarah dari Tania, jika Tania memarahinya dia akan membalasnya dengan jahat juga! Tetapi sebaliknya, Tania malah menangis dan terasa sangat menyedihkan, membuat Kenzie tidak tahu harus bagaimana.


“Tania, aku minta maaf, aku…”


Kenzie sebenarnya tidak tahu harus berkata apa.


Maaf telah merebut kekasihmu? Maaf, orang yang dicintai kekasihmu adalah aku?


Bagaimanapun, sepertinya semua kata-kata ini tidak terlalu cocok.


“Kenzie, tidak usah meminta maaf, aku tidak tahu sebenarnya dulu kalian pernah bersama. Hingga pada hari pernikahan Nindi, disaat Reyhan memelukmu, aku baru tahu kalau dulu kamu pernah memiliki hubungan spesial dengannya.” Tania sudah semakin tidak bisa bicara, “Kenzie, aku mohon kepadamu, bisakah kamu berpisah dengan Reyhan? Aku tahu kamu dan Reyhan bahagia bersama, tetapi bagaimanapun juga, aku adalah kekasih Reyhan sekarang! Aku mohon, kembalikan Reyhan kepadaku…aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa Reyhan…”


Kenzie merasa curiga. Apakah benar Tania yang meletakkan ular di ruang ganti pada hari itu? Melihat dia menangis begitu parau, merendahkan dirinya, ini membuktikan bahwa dia adalah wanita yang bodoh karena cinta, mana mungkin ia bisa menjadi begitu tega?


Apakah Kenzie-lah yang salah sangka dan menuduhnya? Apa ini semua adalah sandiwara? Tapi melihat dari statusnya dan latar belakang keluarganya, bagaimana bisa dia menanggung malu jika bersandiwara seperti ini?


Kenzie merasa bimbang, otaknya kosong, sekosong selembar kertas putih, ia terus menunggu Tania bicara, ia tidak tahu bagaimana cara membalasnya.


Tania menahan rasa sakit di hatinya, mengigit giginya dan menangis, “Kenzie, apakah kamu tahu, aku… Demi Reyhan, aku sudah mengugurkan tiga orang anak! Aku sudah melakukan semuanya demi dirinya, aku tidak bisa kehilangannya…”

__ADS_1


Perkataan yang begitu singkat itu, seperti petir menyambar dirinya, memukul Kenzie hingga tidak bisa berkata apapun lagi.


__ADS_2