CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 173 Iri Sampai Hampir Gila


__ADS_3

Sesampainya di hotel, Kenzie langsung pergi menuju resepsionis.


“Tolong pesankan sebuah kamar untukku.” kata Kenzie mengeluarkan KTP nya.


Resepsionis hotel itu memandangnya dengan tatapan aneh, dan bertanya kepadanya, “Nona, memesan kamar untuk sendiri?”


Kenapa ia bertanya begitu? Kenzie merasa aneh, “Kenapa, apakah tidak ada kamar yang tersedia?”


Resepsionis merasa penasaran, tapi hanya bisa tersenyum, “Sekarang hanya tersisa kamar untuk pasangan, apa anda mau?”


Kamar untuk pasangan? Kenzie tidak mengerti artinya, dia merasa mengantuk dan lelah, dia hanya ingin mandi dan beristirahat, “Ok.”


Resepsionis dengan cepat memesan kamar dan memberikan kuncinya kepadanya, “Semoga malammu menyenangkan.”


Setelah naik keatas kamar dan membuka pintu kamarnya, Kenzie terkejut, dan seketika itu mengerti apa arti kamar pasangan.


Ditengah kamar itu ada kasur berukuran besar, kamar mandinya transparan, dinding kamar itu penuh dengan poster aneh, dilemari dan laci samping, ada berbagai barang yang sengaja diletakkan untuk membangkitkan suasana.


Di toilet, ada bak mandi otomatis yang romantis, bisa untuk dua orang sekaligus. Kenzie tidak memiliki keinginan untuk berendam, dia hanya mandi sebentar dan ingin bersiap-siap untuk istirahat.


Saat dia membuka lemari, hendak mengganti baju tidur, ternyata tidak ada satu baju pun yang bisa ia pakai.


Hampir stengah jam mencari, akhirnya ada satu baju yang masih sedikit layak ia pakai, walaupun belakangnya hanya tali biasa dan terlihat begitu terbuka, tapi setidaknya bisa ia pakai untuk sementara.

__ADS_1


Baru saja hendak naik ke atas kasur, tibatiba ada orang yang mengetuk pintunya, dan ada suara laki-laki yang tidak berhenti berteriak, “sayang, aku salah! Tolong bukakan pintunya! Aku mencintaimu! Sayang, lain kali aku tidak akan mencuri makanan lagi, ayo buka pintunya!”


Kenapa? Apakah orang yang salah kamar? Kenzie menutup dirinya dengan handuk, dan berjalan ke pintu untuk mengintip dari lubang kecil yang ada di pintu.


Laki-laki berbadan kekar dan terlihat sangat bijaksana berada didepan kamarnya, laki-laki itu sepertinya minum terlalu banyak dan mabuk, dia terus berteriak, “Sayang, buka pintunya, jangan marah lagi! Aku tahu kamu sedang marah, aku salah, sayang, biarkan aku masuk, bolehkan?”


Jelas-jelas salah orang! Kenzie berpikir sebentar dan langsung menelpon ke resepsionis hotel, “Aku dari kamar 3207, di depan kamarku ada orang mabuk, tolong minta penjaga keamanan untuk membawa pergi.”


Orang di depan kamar itu masih tetap berteriak, tidak lama, tamu dari kamar lain membuka pintu dan melihat kearahnya,Kenzie masih mengintip dari lubang kecil pintu itu dan merasa sangat canggung.


Untung saja penjaga keamanan datang dengan cepat, laki-laki itu pun dibawa pergi oleh penjaga keamanan, Kenzie pun menghela napas.


Baru saja melepas handuknya, datang lagi suara orang mengetuk pintu.


Kenzie sangat kesal, sebenarnya apa mau orang itu?! Kenzie memakai handuknya kembali, berjalan mendekati pintu dan langsung membukanya, “Kamu sebenarnya mau…”


Reyhan berdiri di depan pintu itu.


Rambutnya berantakan, mukanya gelap, tatapannya seperti ingin membunuh orang.


“Kamu kenapa?” Kenzie masih sempat bertanya kepadanya, sebelum dirinya didorong masuk kedalam dan pintu kayu itu ditutup.


Reyhan melirik sebentar ke sekitar kamar itu, dan kembali menatap Kenzie yang berantakan dan dengan handuk ditubuhnya yang sedikit mulai terbuka.

__ADS_1


“Kamu tidak mengangkat teleponku, ternyata kamu sedang bersenang-senang dengan laki-laki lain disini!” Reyhan sangat kesal.


Saat keluar dari lift tadi, dia bertemu dengan orang yang mengetuk pintu, yang berteriak “Sayang.” didepan pintu.


Ternyata, pria itu memanggil Kenzie!


“Kamu sembarangan! Aku sama sekali tidak mengenal orang itu!” Kenzie juga kesal.


Reyhan menyipitkan matanya, perlahan memandang Kenzie.


wanita ini benar-benar cari mati, tidak angkat menelepon, masih berani matikan ponselnya dan bahkan berani-beraninya bermain dengan laki-laki lain! Kalau buka karena ada telepon dari seseorang yang memberitahunya bahwa Kenzie bersama laki-laki itu dihotel, sampai sekrang dirinya mungkin saja masih terus menelponnya dan khawatir sesuatu terjadi pada Kenzie!


Sekarang, dia melihat dengan mata kepala sendir,i laki-laki itu memohon untuk dibukakan pintu dan terus memanggilnya sayang, Kenzie masih berani bilang kalau dia salah kamar!


Hotel ini memiliki banyak sekali kamar, kenapa ia malah berteriak di depan kekamarnya?


Kenzie kira dirinya ini anak kecil berumur tiga tahun yang mudah dibohongi?


Reyhan sangat marah dam berjalan ke sebelah Kenzie, dengan cepat menarik handuknya, setelah melihat baju tidur di tubuhnya, Reyhan menjadi lebih marah lagi!


“Kamu bilang kamu tidak melakukan apapun! Kalau tidak melakukan apapun, kenapa tidak pulang ke rumahmu sendiri? Padahal kamu punya tempat tinggalmu sendiri, kenapa kamu bermalam di hotel untuk pasangan! Kenapa kamu memakai pakaian yang begitu terbuka?! Kenzie kamu jadi terbiasa berbohong sekarang! Sebenarnya, kamu punya hati atau tidak?”


Amarah Reyhan sangat mengerikan, Kenzie yang terkejut hanya bisa berdiri tegap dan berkata, “Kamu memiliki hak apa untuk menanyakan ini padaku? Kalau aku memang sekamar dengan laki-laki itu, memangnya kenapa? Apa yang bisa kamu perbuat? Kamu dan Tania bukannya tiap hari bersama? Kamu boleh bersama wanita lain kenapa aku tidak boleh ?”

__ADS_1


“Kenzie, kamu cari mati!” kata Reyhan yang sudah menggenggam tangannya, dengan kuat menarik Kenzie ke pelukannya, dan Reyhan menarik tali di baju tidurnya dengan kasar.


“Selain menekan wanita, apa lagi yang bisa kamu lakukan?” Kenzie bertanya dengan airmata yang mengalir menderas, melihat Reyhan yang sedang melepas pakaiannya dengan wajah yang gelap seperti pengeran yang mengerikan.


__ADS_2