CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Hari Bahagia (end)


__ADS_3

Malam ini juga Agus langsung mendiskusikan apa yang ia inginkan pada sahabat terbaiknya. Yaitu Yoga. Yoga meminta Agus untuk datang kembali ke rumahnya. Ia ingin mendiskusikan masalah ini dari hati ke hati. Dengan kepala dingin. Tanpa paksaan tentunya.


Yoga menyambut keinginan baik sang sahabatnya. Menurutnya, Ayu adalah gadis baik. Agus pasti beruntung memilikinya.


"Kalo kamu udah yakin, Ayu yakin, aku mendukung kalian, Gus. Kamu berhak dapat istri yang baik. Begitupun Ayu. Ayu juga berhak dapat pria sebaik kamu," jawab Yoga dengan senyum bahagianya.


"Jika boleh jujur, aku jatuh cinta padanya baru tadi, Bos. Dia sangat manis ternyata. Aku kasihan padanya. Hatiku tersentuh saat mendengar kisah hidupnya, Bos. Dari situ aku yakin, kalo Ayu pasti bisa aku ajak berjuang sama-sama. Aku yakin Ayu pasti bisa ku ajak menua bersama, Bos!" Jawab Agus yakin.


"Ya. Aku rasa ini pilihan terbaik Gus. Aku yakin kalian bisa saling melengkapi!" Jawab Yoga.


Agus tersenyum senang. Setelah mendapatkan persetujuan dari bos sekaligus sahabatnya itu, Agus pun memantapkan hatinya untuk melangkah ke jenjang pernikahan, besok bersama Ayu.


***


Keesokan harinya...


Ayu sudah berhias sedemikian cantik. Vina sebagai sahabat terbaik menyumbangkan satu set baju pengantin sekaligus mencarikan Ayu MUA terbaik agar Ayu menjadi cantik di hari bahagianya.


Agus mengucapkan ijab qobul nya dengan sangat baik. Seakan ia sudah biasa melafalkan nama Ayu di dalam setiap sujudnya. Teriakan kata sah menjadi pertanda bahwa mulai detik ini mereka sah menjadi suami istri.


Ucapan selamat serta doa mengalir untuk keduanya. Bahkan Yoga langsung memberikan tiket bulan madu ke Jepang untuk mereka berdua.


"Hati-hati di jalan. Tolong jaga baik-baik sahabatku, Pak Agus. Jika kamu macam-macam, maka aku orang pertama yang akan marah samamu. Oke!" ucap Vina ketika mengantar Agus dan Ayu saat mau masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara.


"Siap, Bu. Saya janji akan selalu menjaganya dengan baik," jawab Agus dengan senyum bahagianya.

__ADS_1


Sedangkan Ayu terlihat menunggu di sebelah mobil. Ayu masih belum berani menyentuh Agus karena ia masih sangat malu dan belum terbiasa.


Setelah mendapat doa, ucapan selamat akhirnya Agus dan Ayu pun masuk ke mobil. Bersiap menuju bandara.


Di dalam mobil...


Ayu lebih banyak tersenyum malu. Sebab Agus terus menatapnya. Menatapnya dengan penuh cinta.


"Jangan menatapku seperti itu, Mas! Aku malu!" ucap Ayu.


"Kok malu, kan kita suami istri. Bahkan nanti malam kita udah boleh tidur seranjang. Kita udah halal melakukan apapun," Jawab Agus dengan candaan manisnya.


"Apakah kita akan langsung melakukan itu?" tanya Ayu lugu.


"Tentu saja, tujuan kita menikah kan itu!" jawab Agus, terlihat senang menggoda istrinya.


"Jangan takut, Sayang! Mari kita sama-sama belajar saling menerima. Kalo kita ikhlas semua akan terasa ringan. Sini dekat Mas," jawab Agus sembari menarik pelan tangan sang istri dan memeluk lembut wanita itu.


Ayu tersenyum meski jika boleh jujur ia sangat gugup berada di dalam dekapan suaminya. Ini adalah pertama kalinya ia kembali di dekap oleh seorang pria setelah ayahnya meninggal. Dan Ayu sangat gugup soal itu. Bahkan Agus bisa merasakan betapa istrinya juga sangat gugup ketika berdekatan dengannya.


Melihat sang istri begitu gugup, Agus berjanji tidak akan menyakitinya karena arti kegugupan itu adalah selama ini Ayu begitu perfect menjaga diri dan tubuhnya dari barisan-barisan pria yang mungkin hanya menginginkan tubuhnya.


Agus merasa beruntung bisa mendapatkan wanita yang begitu baik menjaga dirinya.


***

__ADS_1


Di lain pihak..


Vina tersenyum sendiri saat mengingat pernikahan sahabatnya. Ia jadi teringat dengan pernikahannya sendiri.


Sang suami sangat tidak menyukainya saat itu. Menghakiminya tanpa mau mengenal dirinya lebih dahulu. Namun semuanya berubah ketika pria itu menyadari cintanya.


"Kenapa senyum-senyum gitu hayo?" tanya Yoga.


"Tidak, aku hanya mengingat awal pernikahan kita. Kamu galak sekali waktu itu!" jawab Vina masih bertahan dengan senyuman manisnya.


"Maaf kan aku, Sayang. Maaf ya," ucap Yoga.


"Hemm, aku sudah memaafkanmu. Aku hanya membayangkan pasti saat ini perasaan Ayu sangat bahagia, karena berhasil menikah dengan pria idola!" ucap Vina.


"Ha?"


"Ya, Pak Agus adalah idola dia!"


"Ah, kalian... aku lebih tampan darinya!"


Vina melirik sang suami lalu memeluknya. "Enak aja, hanya aku yang boleh mengidolakan mu. Wanita lain tidak boleh, silakan pilih, asal jangan suamiku. No!" Jawab Vina.


Yoga tersenyum. Sungguh cinta setelah menikah ini begitu indah mereka rasakan. Tak ada penghalang untuk mereka berdua melakukan sesuatu karena halal.


Yoga berjanji akan menjaga Vina. Begitupun sebaliknya. Mereka berjanji akan saling menjaga sampai maut memisahkan.

__ADS_1


End


__ADS_2