CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 206 Semua Salahnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Rena melihat keadaan yang begitu kacau, merasa bersyukur di dalam hati, pada awalnya dia kira bahwa identitasnya akan terbongkar, tetapi siapa sangka, Tuhan membantunya, tiba-tiba muncul sebuah masalah!


Dia berjalan selangkah demi selangkah meninggalkan kerumunan tersebut, ketika sudah hampir berhasil keluar, tiba-tiba ia ditahan oleh kepala pelayan, “anda tidak boleh pergi.”


Hello! Im an artic!


Rena mengecilkan suaranya dan tersenyum, “aku tidak ada urusan apapun lagi disini, jadi menurutku sebaiknya aku pergi sekarang.”


Kepala pelayan menatapnya, “Bukankah kamu berkata jika kamu adalah ibu kandung dari tuan muda? Tuan muda sekarang mengalami kecelakaan, anda masih bisa berkata bahwa ini tidak ada hubungannya dengan anda sama sekali?”


Ia mendengar percakapan wanita ini dengan kakek Reyhan tadi, benar, sepertinya wanita ini memang perlu diragukan!


Reyhan yang juga mengikuti manager untuk mengusir kerumunan tersebut, tanpa sengaja mendengar perkataan kepala pelayan, dan dengan dingin mengucapkan satu kalimat, “bawa wanita ini ikut kerumah sakit, kita sekalian melakukan tes DNA!”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Mereka semua sibuk membawa Ken menuju kerumah sakit, ruang gawat darurat tidak mengijinkan seorangpun untuk masuk, membuat semua orang menunggu di koridor.


Kenzie merasa hatinya hancur, air matanya tidak bisa berhenti sama sekali, ia sama sekali tidak bisa duduk dengan tenang, kakinya terus melangkah kesana kemari sambil melihat ke arah ruang gawat darurat.


Kakek Reyhan melihat dari samping sambil berpikir, dibandingkan dengan wanita yang tadi, reaksi Kenzie lebih mirip seperti ibu kandungnya Ken. Pada saat Kenzie tinggal di kediaman keluarga Reyhan dia sudah memiliki perasaan tersebut, 5 tahun setelahnya perasaan tersebut semakin kuat.


Kakek Reyhan memandangi Kenzie dengan seksama, mata Kenzie dan alis Kenzie, semakin dilihat semakin membuatnya merasa terkejut…Benar-benar sangat mirip dengan Ken!


Terutama bagian mulut bawahnya dan dahinya, benar-benar sangat mirip!


Sekali mendengar bahwa kornea mata Ken bermasalah, Kenzie sudah hampir pingsan.


Reyhan masih tetap tenang, ia dan kakeknya memberikan pertanyaan mendetail kepada dokter.


Dokter menenangkan mereka, “meskipun lukanya agak sedikit serius, dan proses pemulihannya agak sulit, tapi kami masih membutuhkan pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan ia akan kehilangan indra penglihatannya atau tidak.”


Setelah dokter memberitahukan hal ini, semua orang terdiam, suasana di koridor berubah menjadi sunyi dan dingin.

__ADS_1


“Kenzie! Bagaimana bisa kamu memberikan anak-anak mainan yang berbahaya? Apakah kamu sengaja? Reyhan membuangmu, lalu kamu marah dan ingin membahayakan Ken?” Tania merupakan orang pertama yang berjalan kearah Kenzie, suaranya membuat semua pandangan tertuju kepadanya.


Reyhan sama sekali tidak menghentikan Tania, Kenzie juga tidak menghindar. Dia menegakkan tubuhnya melihat kearah Tania, hatinya sangat sakit hingga kesusahan untuk bernafas.


Semua ini merupakan kesalahan Kenzie! Jika dia tidak memberikan pistol itu sebagai hadiah, Ken tidak akan seperti ini!


Bagaimana bisa pistol itu mengalami kerusakan, dia sampai sekarang tidak bisa memikirkan alasannya, hatinya terasa sangat sakit, setiap kali dia bernafas ia merasa sangat menyakitkan.


Pada saat Tania melihat Kenzie masih tidak juga bergeming, ia berniat untuk kembali menyerang Kenzie. Tetapi Reyhan datang dan memegang lengannya dan menghentikannya, “sudah cukup!”


Reyhan melihat tatapan mata Tania yang terlihat sangat dingin, kemana perginya rasa kasih sayang dan hangat tunangannya? Tania berdiam sebentar, dan melanjutkan pertanyaannya, “Kenzie sudah melukai Ken, dan aku ingin memberikannya pelajaran, apakah aku salah? Mengapa kamu menghentikanku? Apakah di matamu, mantan pacarmu ini lebih penting dari anakmu?”


Pada saat Reyhan sedang bertengkar dengan Tania, Rena berpikir untuk diam-diam pergi dari sana, membuat wajahnya seakan sedang menahan rasa sakit berkata kepada kepala pelayan, “perutku sakit, bisakah aku pergi ke toilet sebentar?”


Toilet berada dekat dengan ruang gawat darurat, merasa dia tidak akan melakukan apapun, kepala pelayan menganggukan kepalanya.


Rena terlihat seperti orang yang memiliki penyakit pencernaan, berlari kecil menuju toilet, ia sudah pernah ke rumah sakit ini, toilet ini berhubungan dengan teras toilet lelaki, disamping toilet pria adalah tangga darurat, jika dia bisa pergi ke teras toilet pria, maka dia bisa kabur menggunakan tangga itu.

__ADS_1


__ADS_2