CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 240 Anjing Yang Dipelihara Keluargaku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ken harus mengecek matanya ke rumah sakit, setelah selesai sarapan, Reyhan dan Kenzie membawa Ken ke rumah sakit.


Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter memberi tahu Reyhan dan Kenzie bahwa proses pemulihan mata Ken berjalan dengan baik dan ia akan segera sembuh setelah dua kali perawatan.


Hello! Im an artic!


Setelah Reyhan mendengar perkataan dokter, hatinya merasa lega, lengan kirinya menggendong Ken, dan lengan kanannya merangkul pinggang Kenzie, “Ayo, mari kita pergi makan, kita rayakan hal ini!”


Kenzie meliriknya dan ragu-ragu sebelum dia berbisik, “Lebih baik kamu pergi ke perusahaan, kita bisa makan bersama malam nanti.”


Ketika Ken melakukan pemeriksaan, Reyhan menerima beberapa panggilan dan tampaknya di perusahaan sedang ada masalah.


Reyhan tidak menyangka Kenzie begitu perhatian dan ia pun mencium pipinya, “Istriku memang baik! Aku akan pergi ke perusahaan untuk mengatasi sedikit masalah, aku akan kembali lebih awal di hari ini, hubungi Nayra juga, kita akan merayakan bersama!”


Hello! Im an artic!


Kenzie meraih tangan kecil Ken dan mengangguk patuh, “Baiklah, Ken dan aku akan menunggumu di rumah.”


Mempunyai istri dan anak yang menunggu di rumah adalah hal yang sangat membahagiakan. Reyhan mengantar istri dan putranya pulang ke rumah dan bergegas pergi ke perusahaan untuk menangani masalah yang terjadi.

__ADS_1


Pemeriksaan berlangsung sepanjang pagi, setelah makan siang, Ken pun mulai mengantuk, setelah menidurkan Ken, Kenzie pun senggang.


Orang-orang pun sedang beristirahat, kediaman Reyhan yang besar terasa tenang.


Sejak kembali bertemu dengan Ken, suasana hati Kenzie sangat bersemangat, dan ia sama sekali tidak ingin tidur.


Dia pergi ke ruang kerja Reyhan untuk mencari buku, dan ia berjalan ke teras untuk membaca.


Teras rumah keluarga Reyhan sangat nyaman, kayu halus menutupi lantai itu, sinar matahari yang terik, tertutupi oleh pohon kapur barus. Duduk disana saat musim panas sangatlah menyenangkan.


Setelah membaca buku itu sebentar,Kenzie akhirnya sedikit mengantuk, Kenzie dengan malas mengambil buku itu dan berjalan menuju kamar tidur di lantai dua sambil memegang daster panjangnya.


Ia berjalan menuju tangga marmer yang indah itu.


Kenzie menatap tangga itu, tangannya masih memegangi pegangan tangga, tangga nya terlihat cerah mengkilap, jika bukan minyak, lantas apa cairan mengkilap di tangga itu? Ternyata seseorang dengan sengaja ingin melukainya,


Ada orang yang menyiram minyak pada tangga, dan ingin membuatnya terpeleset.


Tidak sulit baginya untuk menebak siapa orang yang melakukan ini.


Kenzie menatap minyak di tangga, wajahnya semakin masam.

__ADS_1


Dia awalnya mengira Nayra hanya sedikit kekanak-kanankan saja, Kenzie tidak menyangka, ia bisa-bisanya melakukan hal bodoh seperti ini.


Ia mempelajari dan menggunakan trik bodoh yang tidak pantas digunakan!


Tidak masalah jika Kenzie yang jatuh, tapi bagaimana kalau sampai Ken yang celaka?


Kenzie perlahan berjalan menghindari minyak di tangga, berjalan menuju kamar Nayra.


Setibanya di depan kamar Nayra, saat hendak mengetuk pintu, tiba-tiba ia mendengar suara pria yang terengah-engah di dalam kamar, Kenzie mendengus dan mengurungkan niatnya.


Suara Nayra terdengar dari dalam, “Tidak, tidak hari ini! Kenzie masih membaca di teras, jika dia naik keatas, ia akan mendengar kita!”


Pria itu tidak sabaran, “Kamu jahat! Setelah menyalakan api, kamu malah mau mematikan api itu! Ayo, aku akan melakukannya dengan cepat, ya?”


Nayra terkekeh, “Hanya karena aku menggodamu, tidak berarti aku ingin melakukannya! Kamu tahu, kamu adalah anjing yang dipelihara keluargaku, aku yang memutuskan ingin melakukannya atau tidak!”


Kemudian terdengar suara benturan keras di ambang pintu, tampaknya pria itu marah dan mendorong Nayra ke pintu.


Kenzie tidak memiliki kesabaran untuk mendengarkan mereka lagi, ia mengangkat tangannya dan mengetuk pintu, “Nayra! Apakah kamu di dalam? Bukakan pintu untukku!”


Mendengar ketukan pintu, Nayra sedikit panik, ia mendorong pria itu ke dalam lemari dan menyembunyikannya.

__ADS_1


Ia merapikan rambut dan pakaiannya, membuka pintu dengan gaya angkuhnya.


__ADS_2