
Hello! Im an artic!
Ya sudah turun saja, setelah seharian dikurung, dia benar-benar ingin pergi keluar untuk menghirup udara segar!
Kenzie menukarkan baju rumahnya dengan pakaian yang lebih layak, ia tidak berdandan, bahkan rambutnya masih basah dan langsung turun kebawah.
Hello! Im an artic!
Ditangga bawah, berdiri seseorang pria yang tampan dan tinggi, ditangannya terdapat setangkai mawar putih, dengan wajah penuh senyuman, ia menatap Kenzie.
“Reyhan! Kamu sudah kembali!” wajah Kenzie mengeluarkan senyum selebar-lebarnya, lalu berlari dengan cepat menghampiri Reyhan.
Saat ia hampir melemparkan diri ke di dalam pelukan Reyhan,tiba-tiba ia menyadari bahwa mereka masih berada diluar, Kenzie pun memperlambat jalan kakinya.
“Untuk apa berpura-pura polos?!” Reyhan langsung menggunakan tangannya menarik Kenzie masuk ke dalam pelukannya, dagunya digosok-gosokkan ke puncak kepala Kenzie, “apa kamu merindukanku ?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Sepasang kekasih yang sedang berjalan di jalan menggunakan sudut mata mereka untuk melihat Reyhan dan Kenzie yang sedang beperlukan, Kenzie merasa malu dan semakin menenggelamkan tubuhnya ke dalam pelukan Reyhan, “Aku tidak mau menjawabnya…”
“Kalau begitu, sepertinya sudah jelas sekali bahwa kamu rindu padaku. Hehe, kemarin malam kamu pasti tidak bisa tidur, bukan? Pasti kamu merindukan ahunhku hingga merasa akan gila, masuk ke dalam selimut dan menangis semalaman, hehe, kamu lihat saja, kamu bahkan memiliki lingkaran hitam di bawah matamu!” Reyhan berfantasi dengan penuh percaya diri.
“Dalam mimpimu!” Kenzie merebut bunga mawar yang ada ditangan Reyhan, menghirupnya dengan dalam, “Wangi sekali! Berapa harganya?”
“Kenzie! Bisakah kamu tidak begitu blak-blakkan?!” Reyhan menatapnya dengan malas dan mendorongnya keluar dari pelukannya.
Kenzie menatap Reyhan, lalu tersenyum, “Baiklah! Kalau begitu aku akan membahas sesuatu yang lebih menari! Bukankah kamu bilang lusa baru bisa pulang? Kenapa sekarang sudah pulang?”
Tiga jam? Apa maksudnya? Kenzie terdiam.
Reyhan menarik Kenzie keluar, “Aku tadi menggunakan penerbangan yang paling pagi untuk kesini, tiga jam dari sekarang, aku harus kembali ke kota H untuk rapat, jika mengulur wakti, kita tidak akan punya waktu untuk menonton film.”
__ADS_1
Kenzie menaikkan kepalanya menatap Reyhan, di dalam matanya sudah terdapat butir-butir air mata.
“Bukankah kamu sangat ingin menonton film ini?” Reyhan mengangkat kedua alisnya, “Kenapa kamu memberikan aku tatapan bodoh seperti ini? Apakah terkejut karena aku tidak mencukur kumisku?”
Air mata Kenzie mengalir dengan hangatnya, Kenzie hanya bisa menatap Reyhan, tidak bisa berkata apapun.
Di wajah Reyhan terlihat jelas guratan-guratan lelah karena bekerja lembur, matanya merah, kumisnya dan kemejanya yang berantakan, alisnya yang berkerut, menandakan kelelahan yang begitu dalam.
Dia bekerja lembur, tetapi ia bangun pagi-pagi buta hanya demi menemani Kenzie menonton film.
Pria ini, menggunakan caranya sendiri untuk menunjukan kasih sayangnya pada Kenzie. Kenzie sudah mengerti, dan hatinya sangat tersentuh.
“Gadis bodoh, jangan menangis lagi.” Reyhan menghapus air mata Kenzie, dan mengusap lembut kepala Kenzie, membawa Kenzie masuk kedalam pelukannya, dan berjalan menuju kearah garasi mobil.
“Reyhan, terima kasih!” Kenzie akhirnya sudah tenang, mengadahkan kepalanya menatap Reyhan, “terima kasih sudah memperlakukanku dengan baik, terima kasih sudah mencintaiku.”
__ADS_1
Reyhan tiba-tiba berdiri, menunjuk-nunjuk sendiri bibirnya, “Cium…”
Kenzie diam tak bereaksi.