
Bab sebelumnya Bab 249 Tekad Yang Tidak Berubah
Pernikahan Presiden Realtech Grup Reyhan, tentu saja merupakan pernikahan paling mewah dan paling menarik perhatian dalam sejarah kota C. Karpet merah panjang menutupi jalan dari timur ke barat kota, dan pita merah pernikahan di kedua sisinya.
Hello! Im an artic!
Ketika terbangun, Kenzie menemukan dirinya terbaring di atas tempat tidur.
Reyhan dan Ken duduk di sampingnya, menemaninya.
Hello! Im an artic!
Melihat Kenzie telah sadar, Reyhan tidak dapat menahan perasaan ya dan mencium dalam bibir nya, “Kenzie! sayang, akhirnya kamu sudah bangun!”
Kenzie kebingungan, “Reyhan, apakah aku pingsan di tengah-tengah pesta pernikahan? Apakah aku di rumah sakit? Aku sakit apa?”
Kehidupan yang bahagia baru saja dimulai, dia tidak ingin jatuh sakit.
Ken melompat dan meraih leher Kenzie, mata besarnya berbinar penuh dengan kegembiraan dan senyum, “ibu! Ayah berkata bahwa kamu akan memberikan aku seorang adik perempuan, apakah itu benar?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Adik perempuan? Kenzie menatap Reyhan.
Reyhan mengangguk, senyum di matanya meluap, “Kenzie, kamu tidak sakit, kamu hamil! Kita akan punya bayi lagi!”
Benarkah? Kenzie berteriak kaget!
Kenapa dia tidak menyadarinya? Tamu bulanannya sudah terlambat lebih dari dua minggu, akhir-akhir ini dia selalu mengantuk…Sia tidak menyadari bahwa dirinya hamil!
“Ibu, kamu akan memberikanku adik perempuan, apakah boleh jika kamu memberikanku seorang adik laki-laki juga?” Ken bersemangat dan mulai berimajimasi tentang masa depan yang indah, “Aku bisa mengajak adik laki-lakiku bermain papan seluncur, dan bisa mengajarkan adik perempuanku melukis. Saat musim dingin, aku akan mengajak mereka bermain perang bola salju!”
Reyhan menepuk kepala Ken, “Bocah bodoh, kalau memiliki dua adik sekaligus, ibumu akan kelelahan. Lebih baik satu per satu! Kali ini, adik perempuan, tahun depan adik laki-laki!”
Kenzie melirik Reyhan sekejap, “Enak saja!”
Kenzie pingsan, karena ia sedang hamil, jadi fisiknya lebih lemah, selain itu, dia sedikit kelelahan karena mempersiapkan pernikahannya, setelah seharian melakukan pemeriksaan di rumah sakit , dokter memastikan bahwa Kenzie baik-baik saja, dan membiarkannya pulang.
Ketika sampai di rumah, setelah makan makanan yang lezat untuk ibu hamil, dan bercerita untuk Ken, Reyhan mendesak Kenzie untuk tidur, padahal saat itu bahkan belum jam 10, “Ibu hamil harus beristirahat lebih awal! Dengan begini, kesehatan janin akan lebih baik. Genku baik,kamu tidak boleh menyia-nyiakannya! ”
__ADS_1
Kenzie memelototinya dan naik ke atas kasur untuk tidur.
Reyhan memeluk Kenzie, dagunya di letakkan dahi Kenzie, tangannya mengelus punggung Kenzie, “Gadis bodoh, akhirnya kamu menjadi milikku. Apakah aku sedang bermimpi?”
Kenzie mendengar kata-kata konyol Reyhan, diam-diam tertawa, dan mengulurkan tangannya kedalam lengan Reyhan dan mencubitnya.
Reyhan tidak menghindar, dan dia berteriak, “Hei! Kenzie, kamu bocah nakal, ingin mencelakai suamimu?”
Kenzie mencibir, “Apakah kamu bisa merasakan sakitnya? Itu artinya kamu tidak bermimpi!”
Reyhan tahu bahwa Kenzie sedang menggodanya. Ia menatap Kenzie, bibir hangat itu menyentuh bibir Kenzie tanpa aba-aba.
“Kenzie, kamu adalah hadiah terbaik untukku! Aku mencintaimu!”
“Ya. Aku juga mencintaimu!”
Kata-kata romantis itu membuat bulan di langit malu dan menyelinap ke belakang awan.
Di malam yang indah itu, mereka berdua yakin, mereka berdua akan bahagia selamanya.
__ADS_1
Have a nice day!