
Hello! Im an artic!
Dua tangan Raphael berkeliaran di tubuh Lyra, nada bicaranya juga halus, “Peri kecil, kamu membohongiku dan membawaku ke sini, untuk apa berpura-pura polos sekarang?”
Lyra tertawa, “Bukankah tadi kamu mengatakan pada putrimu bahwa aku adalah putri partnermu ? Apa salahnya jika sekarang aku memanggilmu ‘paman’?”
Hello! Im an artic!
“Kalau aku tidak bilang begitu, bagaimana bisa aku membawamu ke acara pertunangan Tania? Istriku juga akan datang, banyak orang yang akan hadir! Kamu lihat kamu ini, suka semaunya sendiri seperti ini, ada begitu banyak pesta lain, kamu malah mau datang ke acara pertunangan Tania.”
Lyra mengikuti permainannya, dengan manja berkata, “Aku kan penasaran, aku belum pernah melihat bagaimana pesta pertunangan orang kaya. Aku hanya ingin tahu.”
“Ayo cepat, cium aku sekali lagi, lalu kita sudah harus keluar, sebentar lagi acaranya sudah mau mulai. kalau istriku tidak melihatku, ia pasti akan curiga.”
Lyra menggerakkan pinggangnya, “cium sekali lagi!”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Dia dengan sengaja merendahkan suaranya untuk memancing Raphael.
Lyra dengan senyum berbisik di telinganya, “Nanti setelah acara formalnya selesai, dan saat pesta mulai, kamu bisa kabur! Tadi aku tidak sengaja melihat, ada kamar kosong di lantai 3!”
Satu gedung hotel ini sudah disewa oleh Reyhan, Raphael juga mengetahui hal ini. Mendengar Lyra berkata seperti itu, hatinya pun tergerak, “Nanti kamu naik duluan saja. Setelah itu, kirim pesan padaku, beritahu aku nomor kamarnya.”
Di dalam cahaya yang gelap, senyuman manis di wajah Lyra menghilang, “Ya, aku akan menunggumu, jangan lama-lama! Aku sudah hampir tidak tahan lagi!”
Kenzie dan Nindi berdiri di samping tiang bunga, melihat foto di layar tersebut bersama dengan yang lain .
Melihat mata Kenzie yang kesepian, Nindi pun menurunkan kepalanya dan berbisik, “Reyhan ini memang marealistis, jelas-jelas ia tidak mencintai Tania, tapi masih saja mau tunangan dengannya! Benar-benar tidak tahu malu!”
Kenzie menjawabnya dengan lambat, “Bagaimana kamu tahu bahwa Reyhan tidak mencintai Tania? Bisa jadi dia sangat mencintai Tania!”
__ADS_1
Nindi tertawa, “Kamu tidak lihat? Foto di layar itu, tidak ada foto yang benar-benar formal! Ada banyak sekali foto yang diam-diam diambil orang lain! Hanya saja sudutnya bagus!”
Mendengar ucapan Nindi, Kenzie melihat dengan jelas, ternyata memang benar!
Kesedihan hatinya menjadi sedikit lebih ringan, tapi ia juga merasa dirinya tidak berguna, walau pria ini tak tahu malu dan materalistis, Kenzie tetap saja tidak bisa melepaskannya!
Bab selanjutnya Bab 228 Dimana-Mana Begitu Aneh
Kenzie sedang melamun, lengannya tiba-tiba dipukul oleh Nindi, lalu terdengar suara pujian Nindi, “Reyhan hari ini benar-benar elegan!”
Kenzie mengangkat kepalanya melihat Reyhan yang memakai jas berwarna hitam, kemeja putih, dasi hitam, rambutnya pun juga disisir dengan rapi, ia berdiri sambil tersenyum di hadapan mereka.
Yang dikatakan Nindi benar, dia memang benar-benar elegan, Apalagi dengan dibalut jas seperti itu,, ketampanannya mengalahkan seisi aula ini.
Kenzie selalu merasa bahwa Reyhan tampan, dibalut kaos dan jeans saja dia terlihat tampan, apa lagi dibalut dengan jas seperti ini.
__ADS_1