CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 170 Keluhan Yang Manis


__ADS_3

Kenzie sudah resign, dan kali ini semua proses berjalan dengan sangat lancar. Saat Kenzie berpamitan dengan Gunadi, Gunadi berkata, “Kenzie, kamu sudah bertemu dewa penolongmu.”


Yang dimaksud Gunadi seharusnya adalah Reyhan, semua kemajuannya di Cavern Co. selalu ada hubungannya dengan Reyhan Tapi,Kenzie bingung, apakah Reyhan benar-benar bisa disebut sebagai dewa penyelamatnya?


Dalam tiga bulan, apakah dia benar-benar bisa menyelesikan semua urusannya dan meninggalkanTania?


Kenzie sangat tidak tenang dan kesal setiap terpikirkan soal Tania. Kalau saja Kenzie tidak kembali, mungkin mereka akan menikah, memiliki anak, hidup sebagai keluarga yang bahagia.


Memikirkan ini, kegalauan di hatinya semakin para…


Setelah semua urusannya di Cavern Co. selesai, Kenzie pun pulang ke rumah.


Hari masih siang, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, akhirnya ia menelpon Nindi, mengajaknya makan malam bersama, “Nindi, aku sudah resign, ayo kita makan malam bersama untuk merayakannya.”


“Hah? Kamu resign? Kenapa?” Nindi sepertinya tidak setuju dengan keputusan Kenzie resign.


Kenzie menjelaskan alasannya resign kepada Nindi, Nindi kesal setelah mendengar cerita Kenzie, “Dasar Reyhan! Reyhan berengsek, Nayra juga kurang ajar! Apanya yang keluarga terpandang , mereka lebih mirip keluarga gila!”


Kenzie tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Kalau Tania datang ke Cavern Co. Untuk mencariku dan memarahiku, aku tidak heran. Tapi tidak disangka malah Nayra yang datang! Aku juga tidak tau darimana dia mendapat info bahwa aku bekerja di Cavern Co..”


“Tania lumayan dekat denganku, sifatnya lumayan baik, dia lembut dan berpendidikan. Kalau dia tau Reyhan sangat menyukaimu, paling-paling dia akan membujuk Reyhan untuk tidak mendekatimu, dia tidak akan sampai datang mencarimu untuk memarahimu!” Nindi menceritakan tentang Tania.


“Jadi malam ini kamu bisa makan malam denganku tidak?” Kenzie mengganti topiknya, karna ia sedikit tidak nyaman membicarakan Tania.


“Oh, maaf yaa, malam ini aku sudah punya janji dengan Tania untuk pergi spa payudara bersamanya.”


Kenzie sedikit kecewa, “Hmm, oke, kalau begitu lain kali saja, kamu pergi saja dengannya.”


Nindi mendengar suaranya yang kecewa dan berkata, “Kenzie, kamu ikut saja dengan kami, aku juga baru pertama kali, kata Tania spa payudara disana bagus. Dia sudah setengah tahun spa disana.”


Kenzie penasaran, “Bagus? Tapi kamu kan sedang hamil, apakah boleh?”

__ADS_1


“Boleh! Serius, aku sudah mengenal Tania selama tiga tahun, bentuk *********** sekarang sudah jauh berbeda dari tiga tahun lalu.”


“Oh, oke, kalau begitu aku ikut.” Kenzie berbicara dalam hati, “Sudah lama aku tidak menikmati hidup, hari ini harus benar-benar menikmatinya.”


Sebelumnya, karena ingin menghindari Reyhan, dia berniat untuk pindah rumah, semua barangnya pun sudah selesai dikemas.


Sekarang, karena dia akan kembali pada Reyhan, niat nya kembali terurung, dan akhirnya ia membereskan kembali semua barangnya.


Selesai berberes, dia pun bersiap-siap untuk pergi.


Saat memikirkan bahwa ia akan bertemu Tania, Kenzie merasa sangat gugup. Dia membuka lemari pakaianya dan merasa tidak ada baju yang cocok untuk dipakainya jalan-jalan.


Baju ini terlalu resmi, tidak cocok untuk dipakai keluar dengan wanita secantik Tania. Baju itu warnanya terlalu gelap, tidak cocok dipakai untuk bertemu dengan seorang wanita yang seperti Tania.


Bertemu Reyhan saja tidak membuatnya sebingung itu.


Saat ia masih sibuk memilih pakaian, Nindi pun menelponnya, menyuruhnya untuk lebih cepat.


Sederhana tapi terlihat mewah, dan dia juga memakai perhiasan yang cocok dengan pakaiannya dan dandanan yang sederhana.


Sesampai ditempat pertemuan, Tania dan Nindi sudah menunggu disana.


“Ahh, maaf, aku terlambat.” Kenzie tersenyum sambil berlari ke arah mereka.


Nindi menarik rok panjangnya dan berkata, “Kenzie, pakaianmu ini sangat bagus, sangat jarang ada celana berada warna abu abu emas yang bagus seperti ini.”


Tania tersenyum dengan sopan kearah Kenzie.


Dia memakai rok hijau tua, bajunya yang ketat, memperlihatkan lekukan tubuhnya yang indah, kulitnya putih bersih dan mulus.


Tapi dia dekat telinganya terlihat ada sedikit tanda kemerah, seperti bekas ciuman…

__ADS_1


Kenzie terkejut melihatnya dan perlahan melangkah mundur.


Tania merasakan tatapan Kenzie, dan perlahan menutup telinganya dengan tangan sambil tersenyum, “Kenzie, telinga aku ada sesuatu ya?”


Nindi melihatnya, dan tertawa bahagia, “Hahaaa… pasti kamu sangat menikmati malammu bukan? Di dekat telingamu ada tanda merah merah, seperti bekas ciuman!”


Sifat Nindi memang seperti itu, sangat terbuka dan ceplas ceplos, setelah berbicara. Ia baru teringat tentang Kenzie dan Reyhan, ia langsung menutup mulutnya, dan melirik ke arah Kenzie dengan merasa bersalah.


Tania melihat ke arah mereka dan tersenyum bahagia sekaligus malu, “Maaf, ini sangat memalukan. Reyhan ini…hmm!”


Tania berhenti bicara, tadinya ia hendak mengutarakan protesnya, protes yang di dalamnya terdapat kebahagiaan yang mendalam.


Bibir Kenzie mengering, berusaha menahan ekspresi wajahnya, menahan agar senyumnya tidak hilang.


Dalam hatinya, ia merasa sedikit sedih.,


Sebenarnya apa posisinya di hati Reyhan?


Kemarin ia melakukannya dengan Kenzie di cafe, memberikannya janji-janji manis, tapi malam itu juga, ia melakukannya dengan Tania.


“Ayo masuk!! Aku sudah memesan tempat.” Tania tersenyum kembali dan melirik ke arah Kenzie.


Tempat SPA ini sangatlah nyaman, design dan penataannya sangat bagus.


Ruang itu menggunakan pewangi beraroma pisang, rasanya begitu lembut dan wangi, membuat semua orang merasa rileks.


Tiga orang pelayan menghampiri mereka dan memberikan mereka jubah mandi, “Silakan ganti pakaian anda dengan judah ini.”


Tania yang merupakan pelanggan tetap disana, menjelaskan kepada Nindi dan Kenzie, “Disini kita harus mandi dulu baru berendam, baru dipijit, proses ini dilakukan sebanyak tiga kali.”


Tania mengulurkan tangannya sambil melepas kancing roknya, dan tersenyum ke arah mereka, “Kalau kalian melihatnya,jangan tertawakan aku ya!”

__ADS_1


__ADS_2