CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 93 Cincin Pertunangan


__ADS_3

“He…” Kenzie ingin mengejarnya, tapi ponselnya tiba-tiba berdering.


Telepon masuk dari Rena, Kenzie buru-buru mengangkat.


Belum sempat menjawab, sudah terdengar teriakan Rena di telepon,”Kenzie! Kamu kemana saja?! Aku menghubungi kamu berkali-kali tapi tidak diangkat!”


“Aku….” Kenzie melihat Steven dan Betty yang sudah menjauh. Ia menarik nafas dan menjawab, “Kak, aku di klinik mau melakukan kontrol kandungan. Tadi siang aku tidak sempat menjawab teleponmu, tapi ketika aku meneleponmu malik, malah tidak bisa tersambung, ada apa mencariku?”


“Kamu masih bisa santai ya! Ayahmu sudah mau mati!” Rena menyampaikan ini dengan tergesa-gesa.


“Apa? Mengapa kondisi ayah bisa tiba-tiba memburuk? Kemarin kamu bilang semua baik-baik saja..” Kenzie bertanya, seluruh tubuhnya bergetar mendengar berita ini.


“Kamu bertanya padaku, aku tanya siapa? Sekarang yang penting ayahmu harus diopname lagi, cepat transfer uangnya!” kata Rena.


“Waduh! Bagaimana sekarang? Sisa uangku tidak banyak kak. Kak, uang yang ratusan juta itu apa sudah habis?” Kenzie bertanya. Ayah sudah operasi, kemarin Rena mengambil uang ratusan juta dari safe deposit box-nya itu hanya untuk biaya kontrol, bagaimana mungkin begitu cepat sudah habis?


“Iya! Obatnya mahal, biaya rumah sakit juga mahal, uang itu sudah habis dari lama!” Rena berbicara dengan santainya.


“Itu masih ada perhiasan aku, kamu jual saja .” Mendengar uang ratusan habis, Begitu saja, Kenzie juga binggung.


“Perhiasan? Sudah jual juga!” jawab Rena.


“Bagaimana mungkin uang habis secepat itu?”


ena menjawab dengan nada marah, “Apa kamu menuduhku mencuri uang itu? Terserah kamu saja, dia itu ayahmu, hidup matinya tidak ada hubungannya denganku!”


“Maaf kak, aku tidak bermaksud menyalahkan kamu. Aku minta maaf.” Kenzie sekarang membutuhkan Rena untuk menjaga ayahnya.

__ADS_1


“Kamu cepat transfer uangnya! Ayahmu tidak bisa tunggu lama-lama.” Rena mendesak terus.


“Aku sungguh sudah tidak ada uang lagi kak…” Kenzie manangis karena tegang.


“Aku ingat kamu masih memiliki cincin yang mahal itu, cincin safir itu. Berikan saja cincin itu padaku,, nanti aku jual agar bisa mendapatkan uang!” Rena berusaha merayu.


Safir…. Kenzie meraih di saku celananya. Hati masih ragu ingin memberikan cincin itu atau tidak


Cincin jantung laut ini sisa harta satu-satunya yang paling berharga. Rencananya ini akan digunakan untuk biaya membesarkan dan pendidikan anaknya.


Tetapi sekarang, harus di jual buat pengobatan ayah dahulu!


“Coba lihat apakah kamu menyukainya?” Di kepala Kenzie terdengar suara Reyhan yang bertanya padanya saat memberikannya cincin itu.


Saat ini, tiba-tiba Kenzie merasa bahwa sesungguhnya Reyhan bukan orang jahat. Setidaknya, dia tidak pernah pelit memberikan perhiasan mahal untuk kekasih nya sebagai hadiah. Ini bisa membuktikan kalau dia royal. Dan pria royal yang selalu memberi barang mahal, tidak mungkin adalah orang yang jahat.


“Halo! Kenzie! kamu masihbisa mendengar aku?” Jeritan Rena membangunkan Kenzie dari lamunan masa lalunya.


“Ok, sampai ketemu nanti malam!” Rena tutup telepon dengan senang.


Di Kasino, ruang eksekutif, terlihat Agus bersama Rena yang sedang berfoya-foya dengan uang simpanan Kenzie. Agus yang merasa kurang nyaman berkata, “Ren, seperti tidak baik kamu membohongi Kenzie kalau ayahnya masih di rumah sakit, sedangkan ayahnya sudah meninggal. Suatu hari jika Kenzie mengetahuinya, ia pasti bisa membenci kamu seumur hidup.”


Rena dengan gayanya yang berlagak seperti bos besar, sambil merokok menjawab “Selama dia tidak tahu, biarkan saja dulu. Suatu saat, jika dia tahu, bilang aja karena dia kabur, Reyhan marah dan menyuruh orang untuk menghabisi ayahnya, tidak ada hubungannya dengan aku!”


Agus menggeleng-gelengkan kepala sambil tarik nafas, “Kenzie sudah memberikan kamu uang banyak supaya kamu menjaga ayahnya, seharusnya kamu tidak boleh menipu dia! Kamu jangan berjudi terus, sebanyak apapun hartamu pasti juga habis kalau berjudi begitu!”


Rena melirik Agus dengan matanya yang besar, “Memangnya kamu kira aku mau menipu dia? Itu semua kesalahan Reyhan, seharusnya operasinya berhasil, tetapi Reyhan menghentikan biaya pengobatan karena Kenzie kabur, maka itu ayahnya meninggal! Reyhan-lah pembunuh ayahnya. Aku tidak memberitahu Kenzie hal ini, karena khawatir dia sedih, mengapa jadi aku yang menipu dia?”

__ADS_1


Agus menjawab dengan kesal, “Rena, Kenzie memberi kamu uang untuk biaya pengobatan ayahnya, tetapi mengapa kamu tidak mau mengeluarkan uang itu untuk pengobatan ? Yang membunuh ayahnya itu bukan Reyhan, tetapi kamu!”


Rena membalas dengan tatapan marah, “Agus, diam! Jangan sembarangan bicara! Yang membunuh ayahnya itu Reyhan! Titik!Kalau kamu terus bicara sembarangan, kita putus saja!”


Agus yang tidak berguna itu melihat Rena mulai marah. Ia langsung merayu,”Ya Ya! Sayang, jangan marah ya. Reyhan pembunuhnya, tidak ada hubungan dengan kamu.”


Hanya dengan begini emosi Rena mereda dania tersenyum, menarik tangan Agus sambil berjalan menuju pintu keluar,”Ayo, kita cari pembeli cincinnya. Nanti aku kembali, untuk membalikan modal!”


Agus berniat untuk menasehati Rena jangan berjudi lagi, tetapi takut Rena marah, jadi ditelan kembali kata-kata yang ingin ia ucapkan itu.


Di sebuah apartemen eksekutif, design yang sederhana tetapi elegan, terdengar suara manja Betty,”Steve, model ini semua aku tidak suka…” sambil menunjuk buku contoh cincin nikah yang diatas meja,” Tidak ada satu pun yang menarik.”


Steven memijat-mijat kepalanya, kelihatan lelah, “Ini design dari beberapa toko perhiasan, kamu tolak semua, Betty, kamu terlalu ini merepotkan sekali ya…”


Steven menegur dengan halus,, tidak membuat orang menjadi tersinggung.


Betty mendekat dan merangkul lehernya sambil duduk di paha Steven,”Ini kan untuk cincin pernikahan kita! Pastilah harus pilih yang terbaik! Ini peristiwa besar, apakah kamu tidak bisa mengabulkan keinginanku ini?”


Steven tersenyum,”Bisa, nanti aku menyuruh orang untuk mencari model lain lagi, semoga bisa menemukan yang kamu suka.”


Steven memasang iklan di beberapa koran ternama untuk mencari perhiasan langkah yang unik. Rena yang sedang sarapan, melihat iklan itu di koran.


Langsung dia menelpon Agus dengan suara yang luar biasa girangnya,”Gus! Ada kabar baik! Kita bisa kaya!”


Agus sudah mengantar Presiden Reyhan ke kantor, sekarang ia sedang santai duduk di ruang supir. Setelah mendengar perkataan Rena melalui telepon itu, Agus juga bertanya dengan semangat, “Ada apa? Dapat hadiah undian ya?”


Rena menjawab sambil tertawa,”Lebih baik daripada dapat undian! Cincin itu sudah ada pembelinya! Ada iklan di koran, presdir dari Steven Group ingin membeli perhiasan langka dan unik dengan harga tinggi! Perhiasan kita ini sungguh langkah.”

__ADS_1


Kepala Agus hampir meledak mendengar kata-kata Rena,”Rena, apa kamu sudah gila? Apakah kamu tahu dengan siapa presdir Steven Group itu akan menikah?”


Rena menjawab dengan ragu.” Bukankah ia akan menikah dengan Betty.


__ADS_2