CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 235 Kekompakan Hati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Nindi melihat mata Reyhan yang mulai memerah, segera mencairkan suasana: “Kenzie, Reyhan juga memiliki kesulitan yang susah diungkapkan, lihatlah persiapan lamaran nya terhadap kamu, kali ini maafkan dia lah!


Kenzie menghirup hidungnya, masih tidak mengerti dan menatap Nindi. Ini jelas-jelas merupakan acara pertunangan Reyhan dan Tania, bagaimana bisa dia menata ini menjadi acara lamaran untukku?


Hello! Im an artic!


Melihat ekspresi Kenzie, Nindi pun tahu bahwa dia masih tidak sadar, menunjuk isi hall yang di penuh bunga mawar sampanye dan hyacinth, berkata sambil tersenyum: “Kenzie, apakah kamu tahu arti dari bunga mawar sampanye dan hyacinth?”


“Apa artinya?” Kenzie benar-benar tidak mengerti.


Nindi melirik Reyhan, berjalan untuk meraih tangan Kenzie: “arti Bunga Hyacinth adalah cinta yang bersemi kembali, arti bunga mawar sampanye adalah bahwa aku hanya mencintaimu. Inilah yang ingin dikatakan Reyhan kepadamu! Sejak awal, acara ini disiapkan untuk kamu, apakah kamu masih belum menyadarinya? ”


Reyhan menatap Nindi penuh kejutan.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Acara lamaran untuk Kenzie hanyalah rahasia yang di kubur di hatinya, dia tidak berniat memberi tahu Kenzie, tetapi akhirnya ditebak oleh Nindi.


Kenzie melihat sekeliling ke tumpukan mawar sampanye dan hyacinth, terasa aliran hangat mengalir di hatinya. Ternyata cinta Reyhan terkubur begitu dalam sehingga dia mencintainya dengan caranya sendiri, begitu diam dan begitu mendalam.


Air mata mengalir lagi, dan Kenzie menyeka air matanya dengan rasa malu dan memelototi Reyhan: “Begitu banyak mawar sampanye, pasti sangat mahal!”


Haha … Semua orang tertawa, dan batu besar di hati Reyhan akhirnya runtuh, sambil tertawa dan menarik Kenzie kedalam pelukannya: “Jangan khawatir, uang segini cowokmu masih mampu bayar!”


Hal yang paling membahagiakan dan termanis di dunia adalah bahwa ada kekasih yang pada akhirnya akan menjadi keluarga, bunga bersemi bulan purnama, dan semuanya sempurna.


Setelah mengantar Ethan dan Nindi, Kenzie tidak sabar menarik tangan Reyhan berjalan menuju ke tempat parkir: “Ayo, mari kita temui Ken!”


Reyhan tersenyum pada wanita kecil yang bersemangat itu, dan hatinya dipenuhi kehangatan dan terasa manis.

__ADS_1


Ken telah kembali ke Rumah Chu untuk memulihkan diri, Kenzie sangat bersemangat, tetapi setelah turun dari mobil, terasa gugup.


Ken menyukai Bibi Kenzie, tetapi akankah Ken menyukai Kenzie sebagai seorang ibu? Kenzie benar-benar tidak tahu.


“Bukankah tadi ribut ingin datang untuk melihat putra kita? Mengapa setiba di rumah, tetapi tidak berani masuk?” Reyhan tertawa dan menggoda Kenzie, seraya meraih pinggangnya.


Mata Kenzie masih merah dan bengkak: “Reyhan, Ken dia, apakah dia akan menyukai ibu sepertiku? Apakah dia akan memanggilku ibu?”


Reyhan tersenyum: “Ada satu hal, aku belum pernah memberitahumu bahwa ketika aku kembali dari Akuarium, Ken menyelinap ke kamarku di malam hari dan mengatakan sesuatu kepadaku: Ayah, aku ingin Bibi Kenzie menjadi ibuku.”


Singkatnya, seperti secangkir madu, manisnya sampai merasuk ke jantung Kenzie. Ketakutan di hati berkurang dan mengikuti Reyhan masuk ke dalam rumah.


Jendela besar di ruang tamu yang terbuka, koridor rumah yang rindang tertutup oleh pohon kapur barus, Bibi Dewi sedang bercerita kepada Ken. Tampak Reyhan dan Kenzie berjalan menghampiri, segera berdiri, hendak memberi salam, Reyhan melambaikan tangannya untuk menghentikannya.


Satu hati, Kenzie pun mengerti apa maksud Reyhan, menoleh dan tersenyum padanya, dan berjalan lurus ke arah Ken.

__ADS_1


__ADS_2