
Hello! Im an artic!
Nayra membuka pintu dan melihat memar merah dan bengkak di lutut Kenzie, tangannya memegang dinding dan berdiri dengan kaki tersilang, dia tersenyum puas. “Oh, kakak ipar, ada apa denganmu? Apa kamu jatuh? Mengapa kamu begitu ceroboh? Apakah kamu sudah terbiasa dengan lantai beton, jadi kamu tidak terbiasa dengan lantai karpet keluarga kami? ”
Kenzie tidak bisa berkata apa-apa, Nayra sudah berusia 25 tahun, tapi kenapa ia masih saja kekanak-kanankkan?
Hello! Im an artic!
Menatap seringainya, Kenzie berkata, “Nayra, silahkan kamu simpan kembali sandiwaramu itu! Aku tahu ini adalah trik bodohmu, kali ini aku tidak akan membuat perhitungan dengan kamu, jika terulang lagi, aku akan membuatmu kehilangan tempat tinggal! ”
“Kehilangan tempat tinggal? Haha!” Nayra tertawa. “Aku nona keluarga ini, kamu hanya seorang wanita yang tiba-tiba hadir. Kamu ingin mengusirku? Nyalimu besar juga!”
Kenzie melipat kedua tangannya di depan dadanya, “Nayra, aku hanya memberitahumu sekali. Jika IQ-mu tidak cukup tinggi, jangan berpikiran untuk mencelakai orang lain. Bagaimana jika tadi yang menaiki tangga bukan aku, melainkan Bibi Dewi atau Ken? Mata Ken masih belum sembuh, untuk berjalan pun, ia masih harus meraba-raba, jika dia jatuh dari tangga hari ini, apakah kamu pikir kakakmu akan diam saja?”
Nayra tidak berpikir sejauh itu. Meskipun dia membenci Kenzie, Ken adalah keponakannya, dan Nayra sangat menyayanginya.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Mendengar perkataan Kenzie, matanya melotot sedikit, tetapi ia masih belum mau mengalah, “Bukankah sekarang Ken baik-baik saja? Kenzie, jujur saja, aku ingin menyakitimu! Aku tidak menyukaimu, jika kamu tahu diri, seharusnya kamu keluar dari rumah kami lebih awal!”
Kenzie tersenyum dengan marah, “Kalau kamu tidak menyukaiku, apa hubungannya denganku? Kamu tidak berhak mengusirku dari sini!”
Melihat Nayra akan mulai berbicara, Kenzie menjulurkan jari telunjuknya untuk menunjuk hidung Nayra, “Nayra, diam kamu! Nama pacarmu Sebastian, bukan? Ia adalah Generasi kedua dari Sunshine Real Estate, bukan? Coba kamu pikirkan, jika aku memberikan rekaman suara yang ada di tanganku kepadanya, bagaimana reaksinya?”
Raut wajah Nayra sontak berubah, “Rekaman suara? Rekaman suara apa?”
Kenzie mengangkat telepon genggamnya, “Tadi, di dalam kamar, kamu dan seorang lelaki sepertinya sedang mengatakan sesuatu yang tidak ingin didengar Sebastian. Kebetulan, aku mendengarnya dan merekamnya di ponselku.”
Kenzie tidak mengira Nayra akan menyerangnya, dirinya yang tidak siap itu pun hampir jatuh.
Ia bergegas memegang tembok dan berdiri dengan stabil, “Nayra, aku sudah menyimpan rekaman suara ini di emailku. Jika kamu berani menyentuhku, aku akan mengirim rekaman suara ini ke Sebastian!”
Nayra menghentakkan kakinya, wajahnya pucat, matanya dipenuhi kemarahan.
Ia menatap Kenzie tajam, seperti iblis neraka.
__ADS_1
Kenzie tersenyum kecil. Dulu, dirinya membenci Reyhan karena mengancamnya. Sekarang dia menyadari, bahwa ternyata trik mengancam sangatlah ampuh!
Baru saat ini, ia menyadari, sepertinya wanita yang dulu mengerang di lantai 2, adalah Nayra!
Gadis kecil ini, benar-benar membuatnya khawatir!
Mata Nayra berputar beberapa kali sebelum melembutkan suaranya, “Kenzie, ayo kita buat kesepakatan, kedepannya, aku tidak akan menyulitkanmu lagi, tetapi kamu harus mengirim rekaman itu kepadaku dan menghapus semua cadangan rekaman yang kamu miliki!”
Kenzie menyeringai padanya dan berkata, “Bagaimana bisa? Bagaimana aku bisa yakin bahwa kamu tidak akan menggangguku lagi setelah kamu mendapatkan rekaman ini?”
Melihat Kenzie membengkokkan kepalanya dengan tidak bersalah dan polos, Nayra nyaris muntah darah karena kemarahannya!
Dia menatap Kenzie tajam dan tidak bisa mengatakan apa-apa.Kenzie berhasil balas dendam, hatinya tentram, “Lupakan saja, aku tidak akan mmebuat perhitungan dengamu. Lagipula kamu adalah tante Ken, kamu juga sangat menyayanginya. Selama kamu tidak melakukan hal bodoh lagi, aku jamin, rekaman itu tidak akan diedarkan. Kamu akan menikah dengan Sebastian dan punya anak.”
Nayra mengangguk tak berdaya, “Kenzie, jika kamu membohongiku, kamu tidak akan mati dengan tenang! Kamu akan masuk ke neraka tingkat-18!”
Kenzie tersenyum dengan tenang, “Oke, sepakat!”
__ADS_1