CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 146 Dia Sudah Gila


__ADS_3

Sudah setengah bulan sejak dia bergabung dengan Cavern Co..Departemen perencanaan Kenzie telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Proyek perencanaan Group Realtech yang mereka pegang telah melewati persetujuan tahap pertama. Gunadi menghargai efisiensi dan kreativitasnya.


Akhirnya Kenzie dapat istirahat sejenak, walaupun Cavern Co. dan Group Realtech berdekatan, tapi selama setengah bulan ini dia tidak pernah ketemu Reyhan.


Satu hal yang membuatnya tidak tenang, Gunadi sepertinya memberi perhatian yang lebih padanya dibandingkan teman kerja yang lain. Setiap kali dia lembur, Gunadi juga akan ikut lembur, setelah itu mereka akan pulang bersama.


Awalnya Kenzie mengira itu hanya sekedar karena mereka kebetulan searah, sampai akhirnya dia mendengar info dari departemen administrasi yang tidak sengaja membahas Gunadi, bahwa sebenarnya tinggal Gunadi tinggal di daerah selatan


Sedangkan Kenzie sendiri tinggal di daerah utara!


Searah yang dikatakan Gunadi hanyalah omong kosong saja.


Kenzie berusaha untuk menjaga jarak dengan Gunadi, dia sangat menyukai perusahaan Cavern Co., dan sangat menghargai pekerjaan ini, tapi ia tidak menginginkan kisah cinta yang bersemi di kantor.


Sehari-hari dilewati dengan tenang, tapi hari ini, Seketaris Gunadi tiba-tiba menghubungi Kenzie, “Nona Kenzie, Direktur Gunadi memanggil anda ke kantor, dan tolong bawa juga perencanaan proyek group Realtech.”


Kenzie menebak sepertinya Gunadi akan mintanya mempercepat pengerjaan proyek. Kenzie langsung membawa laptopnya dan pergi ke kantor Gunadi.


“Kenzie, kamu ikut aku ke grup Realtech.” Kata Gunadi.


Kenzie langsung tegang, langsung segera bertanya, “Direktur Gunadi, untuk apa kita ke grup Realtech ?”


Pesetujuan putaran pertama sudah berhasil mereka lewati, perencanaatahapn kedua masih belum selesai mereka kerjakan, harusnya tidak ada masalah mengenai persetujuan, jadi untuk apa mereka pergi ke grup Realtech?


Gunadi mengkerutkan keningnya, “Presdir grup Realtech baru saja kembali dari luar kota, setelah melihat perencanaan itu, ia tidak begitu puas, seketarisnya meminta kita untuk menemui mereka lagi secara langsung.”


Gunadi melihat Kenzie yang kebingungan, menghela napas, “Entah kenapa Presdir grup Realtech mempunyai pendapat yang berbeda, harusnya dia tidak perlu secara pribadi mengurus hal ini, tapi entah kenapa dia berkali-kali meminta penanggung jawab proyek dari perusahaan kita untuk menemuinya secara langsung. Sudahlah, kita tidak perlu banyak berpikir lagi, ayo kita persiapkan semua yang diperlukan, lalu pergi kesana.”


Kenzie adalah orang yang bertanggung jawab untuk proyek ini.


Reyhan pasti telah melihat namanya di data perencanaan tertulis .


Sebenarnya apa yang mau Reyhan lakukan?! Sudah lewat 5 tahun, Reyhan sendiri juga sudah mempunyai kekasih baru, apa jangan-jangan Reyhan masih tidak ingin melepaskannya?


Kenzie merasa agak sedikit kesal.


Sesampai grup Realtech, Resepsionis langsung menyambut mereka dengan ramah, membawa mereka menuju kantor Reyhan di lantai 18 kantor, dan menyuguhkan teh, “Presdir Reyhan sedang rapat, sebentar akan selesai, mohon tunggu sebentar.”


Kenzie meletakkan laptopnya di atas meja, dan melihat-lihat kantor Reyhan.


Karpet hitam yang bergaris emas, dinding yang seputih mutiara, Rak buku vintage berwarna kenari menutupi tiga sisi dinding, lampu kristal mewah menggantung di tengah ruangan, berbagai tanaman hijau yang lucu dan menarik tersusun di atas meja, dan bahkan ada kaktus berbentuk seperti boneka.


Mewah, rapi, dan setiap detailnya sangat diperhatikan dengan baik.


Kenzie tidak bisa menahan diri dan mengingat gaya kantor Reyhan 5 tahun lalu, semua barangnya kualitas terbaik tapi kantornya terkesan sederhana hampir kosong.


Gaya kantor Reyhan yang sekarang sepertinya dipengaruh oleh Tania.


Kenzie sedang masuk ke dalam lamunannya, Gunadi yang ada disampingnya tiba-tiba berdiri dan menyapa, “Halo, Presdir Reyhan.”


Reyhan mengenakan kemeja putih dengan lengan yang tergulung sampai ke siku, ia menjawab tangan Gunadi dengan yang gaya yang pemimpin santai dan berwibawa.

__ADS_1


Walaupun sedang menyapa Gunadi, tapi matanya seolah acuh tak acuh, ia melihat sebentar kearah Kenzie.


Kenzie menundukan kepalanya, dengan identitasnya sebagai pegawai biasa,ia terdiam dan mendengarkan Gunadi dan Reyhan membahas proyek perencanaan itu.


Ditengah pembahasan ada yang harus dia jelaskan, dia menjelaskannya secara sederhana. Di saat itu, ia sangat berharap dirinya bisa menjadi hantu yang tak kasat mata.


Saat mendengarkan Reyhan, Kenzie mulai merasa kagum dengannya, awalnya dia kira Reyhan akan mencari-cari kesalahan dari pekerjaan mereka. Tapi setelah mendengar pendapatnya dan cara pemikirannya, Kenzie menyadari bahwa Reyhan mempunyai pemikiran yang baik dan terbuka.


Setelah proyek perencanaan dirubah oleh Reyhan, proyek itu seakan menjadi proyek baru, dan lebih baik dari sebelumnya.


Kenzie tanpa sadar mengangkat kepalanya dan menatap Reyhan, kebetulan sekali, saat itu Reyhan sedang melihat kearahnya, matanya berbinar, jantung Kenzie menjadi berdebar kencang.


Setelah selesai membahas proyek perencanaan, Gunadi membereskan data-datanya, tersenyum dan berkata kepada Reyhan, “Presdir Reyhan, kami akan memperbaikinya sesuai dengan pemikiran dan rencana anda, setelah diperbaiki kami akan mengirimkan hasilnya.”


Saat akan mendengar ini, hati Kenzie menjadi tenang.


“Direktur Gunadi anda boleh pergi duluan, masih ada beberapa pertanyan yang ingin aku tanyakan kepada nona Kenzie secara pribadi.” Gaya bicaranya tenang tapi dalam matanya terpancar cahaya.


Gunadi merasa sedikit binggung, tapi juga tidak berpikir aneh-aneh, dia menangguk kearah Kenzie berkata dan berkata, “Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Jika kamu sudah selesai langsung kembali ke kantor.”


“Eii…Direktur Gunadi, Aku…” Tidak terpikir sama sekali oleh Kenzie, bahwan Reyhan akan langsung memintanya untuk tinggal sebentar, seketika ia sibuk memikirkan 1000 alasan agar ia bisa pergi dari sana.


Gunadi bisa merasakan bahwa Kenzie menjadi tegang, ia menepuk bahu Kenzie untuk menenangkannya, “Kenzie, jangan tegang, jika kamu punya pendapat lain, kamu bisa langsung berbicara dengan Presdir Reyhan. Presdir Reyhan menyukai proyek perencanaanmu.”


Melihat Gunadi menepuk pundak Kenzie, mata Reyhan seolah gelap.


Gunadi pun pergi, dsuasana di alam kantor menjadi sunyi.


“Presdir Reyhan, ada pertanyaan apa yang ingin anda bahas denganku?” Kenzie duduk di ujung sofa, duduk sedikit jauh dari Reyhan.


Kenzie kesal, dia datang untuk bekerja, bukan untuk bermain dengannya.


“Presdir Reyhan, jika anda memang tidak memiliki pertanyaan lagi, aku pamit dulu.”


Sambil berbicara,Kenzie berjalan menuju pintu, tangannya hendak membuka pintu.


Tiba-tiba dari arah belakangnya, tangan Reyhan menjulur, mengunci pintu.


“Kamu mau apa?!” Kenzie sedikit panik.


Disini adalah kantor Reyhan, dengan karakter sombong dan arogannya, Reyhan bisa melakukan apa saja terhadap Kenzie, dia sendiri pun tidak berani memikirkan apa yang akan terjadi.


tubuhnya yang kecil terhimpit antara Reyhan dan pintu, Reyhan yang begitu kuat, hampir membuatnya tidak bisa bernapas.


“Pantas saja hari itu aku melihatmu halte bis, ternyata kamu bekerja di Cavern Co..” Reyhan dengan santainya berbicara, sambil menikmati Kenzie yang panik.


“Reyhan! Kamu sebenarnya mau apa?! Lepaskan aku! Biarkan aku pergi!”


Kenzie dengan sekuat tenaga mendorong lengan Reyhan, melotot pada Reyhan.


“Jika ingin aku pergi, maka jangan muncul lagi didepanku! Kamu pergi jauh, sekarang kamu malah kembali lagi, bahkan bekerja di Cavern Co.! Dan menerima proyek Realtech, apa maumu?” Reyhan bertanya kembali.

__ADS_1


Kenzie sama sekali tidak memperdulikanya, dia terus mendorong tangan Reyham, “Minggir! Jangan menghalangiku!”


Reyhan menegang, sekuat tenaga ia mendorong Kenize ke pintu.


Aroma cologne Reyhan tercium oleh Kenzie, masih seperti aroma 5 tahun lalu.


Seketika rasa takut muncul dari dirinya.


Lima tahun hidup di luar negeri, dia mengira ia telah menjadi lebih kuat dan mandiri, ternyata, saat bertemu dengan Reyhan yang sombong dan kuat, dia masih saja tidak bisa melakukan apa-apa.


“Lepaskan! Jika kamu masih tidak melepaskanku, aku akan berteriak!” Kenzie berusaha melawan rasa takutnya, dan berusaha membuat suaranya terdengar lebih tenang.


“Teriaklah!” tantang Reyhan sambil menatapnya, suasana hatinya sedang baik dan senyum menghiasi wajahnya.


Kenzie menghela napas, dia baru ingat, Reyhan menyukai kantor yang kedap suara.


“Reyhan! Sebenarnya aku harus melakukan apa supaya kamu akan melepaskanku? Kamu mempunyai kuasai yang besar seorang Presdir, sedangkan aku hanya pegawai biasa, kamu juga mempunyai kekasih yang sangat cantik, lebih cantik cari dariku, lebih lembut dariku, lebih unggul dalam segala hal di banding aku! Kenapa kamu tetap aku mengangguku?”


Semakin Kenzie berbicara, semakin dia merasa sedih, air matanya hampir keluar, kedua matanya yang indah menjadi sedikit kabur.


Hati Reyhan tiba-tiba melunak.


Dia sedikit mengondorkan tangannya, “Kenzie, apakah aku begitu mengerikan? Setiap kali kita ketemu, kamu selalu berusaha untuk lari! Terakhir kali seperti itu! Kali ini juga!


Kenzie menarik napas panjang, hatinya tidak begitu tenang. Dia hampir saja menangis di depan Reyhan.


“Aku memang mau lari darimu! Karena aku tidak mau berurusan lagi denganmu! Aku sudah melupakan masalah kita di masa lalua! Tolong kamu juga segera melupakannya!”


Kenzie mengucapkannya pemikirannya.


Rahang bawahnya digenggam oleh Reyhan, Reyhan kesal, matanya penuh amarah, “kamu sudah melupakannya? Kamu sudah tidak mengingat satu hal pun mengenai masa lalu kita?”


Reyhan memberatkan suaranya, melotot ke mata Kenzie, ujung hidungnya menempelnya ke hidung Kenzie.


“Aku…” Kenzie baru saja ingin menjawab, Reyhan sudah dengan kuat mengigit bibirnya!


Reyhan sebenarnya marah sekaligus kecewa dan ingin menghukum Kenzie, tapi setelah menciumnya, aroma manis mulut Kenzie, membuatnya tidak bisa mengontrol diri.


Dia menggunakan satu tangannya untuk menahan kedua tangan Kenzie diatas kepala gadis itu, tangan yang satu lagi memegangi bagian belakang kepala Kenzie, lalu dengan lembut dan hangat menikmati setiap detailnya.


Saat Reyhan lengah, Kenzie mengambil kesempatan dan dengan kuat mengigit lidah Reyhan!


Aroma darah menyebar di mulut mereka, Reyhan tidak bergerak, tidak bersuara, hanya melihat kedua mata Kenzie, menatap begitu dalam.


Dipupilnya terpantul mata Reyhan yang sedikit menutup dan penuh dengan rasa kesal yang besar.


Melihat Reyhan sama sekali tidak ingin melepaskannya, Kenzie mengigitnya semakin kuat!


Aroma darah terasa semakin kuat, Reyhan bukannya melepaskannya, malah justru memeluk erat pinggangnya, lidahnya menjulur semakin dalam ke mulutnya!


Gila! Pria ini sudah gila!

__ADS_1


Kenzie melihat Reyhan dengan ketakutan, ia tahu Reyhan sebenarnya pasti kesakitan, tapi pria ini lebih memilih untuk menahan sakit dari pada melepaskannya.


Kenapa dia begitu gila!


__ADS_2