
Apa yang Reyhan katakan membuat Kenzie membeku.
Dia, Bagaimana bisa mengatakan hal semacam ini? Dia tiba-tiba mengatakan cinta kepada Kenzie?
Apakah otaknya kemasukan air? Presiden Reyhan yang hanya membutuhkan tubuh seorang wanita? Sejak kapan dia juga menginginkan hati wanita? Reyhan, bukankah kamu terlalu serakah!
Aku, Kenzie, hanyalah simpananmu saja, aku hanyalah alat pertukaran saja. Tunggu ayah ku selesai di operasi, kita akan berubah menjadi orang yang tidak saling mengenal, menjalani hidup masing-masing.
Ingin berkencan dengan aku? Mohon maaf, kamu tidak memiliki hak itu, hati ku bukanlah seperti barang yang bisa dijual belikan.
Kenzie menggeleng gelengkan kepalanya, dengan tegas berkata: “Tidak. Tidak cinta. Aku tidak mencintaimu.”
Reyhan mengepalkan tangannya dibalik selimut. Dan dengan beringas duduk menghadap Kenzie, suaranya terdengar seperti sedang menahan amarah: “Kamu tadi berkata apa? Coba ucapkan sekali lagi!”
Kenzie merasa tubuhnya dingin, menatap Reyhan dan berkata: “Mau aku katakan berapa kali pun jawaban ku tidak akan pernah berubah. Reyhan, aku tidak mencintaimu! ”
Reyhan merasakan dirinya penuh dengan amarah, dengan kuat mencengkeram leher Kenzie, “Wanita ini, apakah kamu tidak mengetahui akibatnya kalau kamu berani mengatakan hal ini?”
Kenzie dengan berani menatap Reyhan: “Aku hanyalah seorang simpanan, aku sama sekali tidak pernah mendengar kasus dimana tuannya peduli dan menginginkan hati simpanannya. Jika seperti ini, bukankah terlihat sedikit…serakah?”
Reyhan merasa dirinya seperti akan meledak. Kenzie baru saja menyelesaikan omongannya. Dia sudah dengan ganas menampar wajah Kenzie! Dan tamparan ini sangatlah keras, Kenzie terdorong oleh tamparan itu hingga kesisi ranjang lainnya!
Matanya berputar, telinganya berdengung keras, didalam mulutnya terasa ada darah yang mengalir. Kenzie menggunakan tangannya meraba wajahnya, ia tidak bisa merasakan perasaan apapun.
Tamparan Reyhan terlalu kuat, hingga membuatnya mati rasa!
Wajahnya menjadi bengkak, dan ditambah memar yang kemarin, seluruh wajahnya menjadi sangat mengerikan!
“Simpanan? Aku akan memberi tahumu bagaimana simpanan yang sesungguhnya!” Reyhan membuka mulutnya, dan memencet bel di bawah ranjang.
__ADS_1
“Tuan Reyhan, ada yang perlu dibantu?” mesin bel itu mengeluarkan suara Agus.
“Agus, bawakan borgol kaki dan tangan kemari! ” Reyhan berkata dengan dingin. Kenzie termenung sesaat, borgol kaki dan tangan, itu benda apa? Reyhan ingin berbuat apa?
Agus memberikan borgol tersebut dengan hormat kepada Reyhan. Dan pada saat yang lama melihat sekilas kepada Kenzie. Gadis kecil ini benar benar, sangat membuat marah tuan Reyhan, dari pandangan dia, tuan Reyhan sudah memperlakukannya dengan cukup baik. Cincin jantung laut yang begitu mahal pun rela diberikannya kepada Kenzie. Pada saat dia menghilang, tuan Reyhan sehari semalam tidak makan tidak minum. Apa yang ia lakukan sekarang? Mengapa sepertinya tuan Reyhan ingin menguncinya?
“Keluar!” Reyhan menatap dingin Agus. Agus merasa terkejut dan dengan cepat pergi dari sana.
“Reyhan kamu ingin berbuat apa!!” Kenzie memeluk erat tubuhnya sendiri, menggeserkan tubuhnya hingga kepojok ruangan!
Reyhan menantapnya dengan dingin dan berkata: “Mengikat tubuhmu. Agar kamu tidak bisa berlari kemanapun. Bukankah kamu hanya seorang simpanan, maka kamu harus menjalankan peranmu dengan baik, jangan lupa, kamu sudah dijual kepada aku! ”
“Kamu mesum! kamu gila!” Kenzie berusaha memberontak, tetapi dia tetap saja tidak bisa menang dari Reyhan, tenaganya terlalu kuat. Dalam sekejap pergelangan tangan dan kakinya sudah di borgol!
“Reyhan kamu adalah orang gila! Aku benar adalah simpananmu! Tetapi apakah simpanan tidak mempunyai hak kebebasan sama sekali?! ” Kenzie berteriak maarah.
“Kebebasan?” Reyhan dengan kejam menatap kedua mata Kenzie, “Kenzie, seumur hidup kamu tidak usah mengharapkan kebebasan! ”
“Bibi Dewi!” Reyhan berteriak memanggil nya menyuruhnya mengobati Kenzie. Dia sendiri turun ke lantai bawah.
Mata Kenzie menatap marah punggung Reyhan yang perlahan pergi menjauh.
Bibi Dewi melihat rupa Kenzie, menghembuskan nafasnya: “Nona Kenzie, maafkanlah tuan Reyhan, dia hanya takut kamu menghilang lagi, terkahir kali kamu di culik, tuan Reyhan sangatlah khawatir.”
Kenzie tersenyum dingin: “Apa yang ia khawatirkan? Rasa khawatirnya hanya seperti seorang majikan kehilangan anjing peliharaannya! Dia khawatir? Dia sama sekali bukan orang yang memiliki hati nurani!”
“Nona Kenzie, nNna jangan berkata seperti ini. Temperamen tuan Reyhan memang sedikit butuk, sebenarnya tuan sangat mempedulikanku. Jika tidak, mengapa dia menyuruh begitu banyak orang, mencarimu di seluruh dunia?” Bibi Dewi menjelaskannya demi Reyhan.
“Mempedulikan aku? Jika dia benar-benar peduli aku, dia tidak akan memukulku hingga seperti ini, kan?” Kenzie mengangkat wajahnya, di wajah yang masih memiliki bekas memar akibat pukulan kemarin.
__ADS_1
Bibi Dewi menghembuskan nafasnya dengan berat: “itu karena tuan Reyhan sedang marah. Maka dari itu dia baru bisa memukulmu. Asalkan kamu mendengarkan perkataannya, lewat dua hari amarah Tuan muda akan padam, lalu akan melepaskan borgol ditanganmu. ”
“Mendengarkan perkataannya? Mau didengar ataupun tidak, hasil akhirnya akan selalu sama. Mau bagaimanapun aku hanyalah seekor binatang peliharaan, jika suasana hatinya baik dia akan memperlakukanku dengan baik, jika suasana hatinya sedang buruk dia akan memukul dan memarahiku! ”
Binatang peliharaan? Dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan binatang peliharaan, mana ada seorang majikan yang memukul hewan peliharaannya hingga menjadi seperti ini? Bahkan kaki dan tangannya diborgol! Kenzie tertawa pahit.
Hidungnya terasa pedih. Kenzie duduk dipinggiran jendela, perlahan lahan menaikkan kakinya, tangannya memeluk erat lututnya, seolah-olah sedang melakukan perlindungan.
Kenangan kemarin, saat dia bersama dengan Steven, berubah menjadi satu-satunya obat penenangnya. Meskipun sangat pendek, tetapi tetap cukup memberikannya kehangatan. Seperti cahaya matahari, memberi cahaya di kehidupannya yang gelap.
Menatap dingin kearah borgol yang ada pada kaki dan tangannya, Kenzie mati matian menggigit bibirnya, mendongakkan kepalanya, mengedipkan matanya, berusaha agar air matanya tidak jatuh.
Dia sama sekali tidak ingin menangis karena pria brengsek seperti Reyhan! Dia sangat tidak pantas!
Wajahnya masih terasa sakit, di belakang punggungnya juga masih terdapat luka memar, tenaga Reyhan kemarin sangatlah kuat, ini merupakan kali pertamanya Kenzie dipukul begitu keras oleh Reyhan. Kemarin satu tamparan, hari ini juga satu tamparan, wajahnya sudah hancur. Matanya bengkak hingga susah untuk dibuka lagi!
Bibi Dewi menghembuskan nafasnya. Tuan Reyhan sudah kelewatan, didalam perut Kenzie masih ada anaknya, bagaimana bisa dia memukul Kenzie begitu keras!
Mengambil sebuah handuk basah, bibi Dewi berjalan kesebelah Kenzie: “Nona Kenzie, aku akan membantumu membasuh wajahmu.”
Kenzie tidak bergerak sama sekali, seperti sebuah patung, bibi Dewi dengan lembut membasuh wajah Kenzie. Handuk itu dibasahi dengan air dingin, sangat sejuk, terasa sangat nyaman di wajah, membuat rasa sakitnya berkurang jauh.
“Brak!” suara keras menggetarkan tanah.
Pintu tiba tiba terbuka dengan kasar! Reyhan dengan wajah gelap menatap tajam Bibi Dewi: “keluar!”
“Baik, tuan Reyhan.” Bibi Dewi memberi hormat, keluar menuruti permintaan Reyhan, dan pada saat bersamaan, ia menatap Kenzie, mengambil handuk basah pergi melalui sebelah Reyhan.
“Brak!” Reyhan menutup pintu dengan menggunakan kakinya. Suara dentuman itu begitu keras, menyakiti telinga Kenzie.
__ADS_1
Kenzie menundukan kepalanya, menutup matanya, melihat dirinya yang diborgol. Kenzie bahkan sama sekali tidak melihat Reyhan sekalipun.