
Mata Reyhan seperti haus darah, biasa dia yang menggunakan uang untuk bermain dengan wanita, sekarang giliran wanita menggunakan uang untuk bermain dengannya?
Reyhan menatap Kenzie, matanya yang panjang dan tipis, terlihat seperti binatang buas yang akan keluar dari kandangnya.
Kenzie tanpa sadar masuk ke dalam selimut, dia membuat Reyhan marah besar, dia tidak mungkin perkosa lalu dibunuh kan?
Reyhan selangkah demi selangkah medekatiny.
Kenzie menghindari matanya, tapi ia terkejut ketika melirik tatapan matanya yang ganas!
Kenzie menghindar sampai ke ujung tempat tidur, dia sampai gigit bibir karena takut.
Jika ia menyesal sekarang, apakah masih keburu? Dia bersalah, dia benar-benar bersalah!
“Kenzie, jika kamu ingin bermain denganku, akan kutemani kamu bermain sampai akhir!” Reyhan berteriak, lalu dengan sekuat tenaga mulai menarik bantal yang ada di dekapan Kenzie!
Sampai hari mulai terang, Kenzie baru dapat masuk ke dunia mimpi.
Dia benar-benar lelah! Rasanya tenaganya seumur hidupnya sudah hampir terkuras habis!
Kenzie terbangun dan terkejut karena suara berat Reyhan.
“Tanah itu bukannya sudah mulai dilelang? Kenapa muncul masalah seperti ini lagi?” Suara Reyhan terdengar marah, dia berbicara sambil menahan amarahnya, lalu melirik Kenzie sebentar. Dia takut suaranya mengejutkan Kenzie.
Kenzie dengan cepat menutup matanya, pura-pura tidur.
Reyhan menutup teleponnya, dan telepon orang lain, “Sekretaris Lestari, tolong pesankan satu tiket pesawat dari kota C ke Kota Hilisiromi.” Dia melirik jam tangannya. “Pesawat satu jam lagi.”
Sepertinya sekertaris Lestari menanyakan waktu penerbangan kembali ke kota C,
Reyhan dengan berat tberhenti sejenak, “Pesan tiket hari minggu sore, sekitar jam 3.”
Hati Kenzie bahagia seketika. Bagus sekali, hari Sabtu ia tidak perlu berurusan dengan Reyhan!
Setelah mematikan telepon, Reyhan melihat arah Kenzie yang terlelap dalam tidurnya. Bulu mata yang panjang dan tebal, seolah menampilkan bayangan tipis di pipinya.
Bibir merah muda, sudut mulutnya terluka, ada bekas luka darah yang kering, tapi di wajah yang putih, membuat bekas luka itu terlihat seperti pesona tersendiri.
Tanpa disadari, Reyhan mendekati wajahnya, ujung hidungnya hampir menempel ke ujung hidung Kenzie.
Kenzie yang berpura-pura tertidur, dapat merasakan Reyhan mendekatinya. Hawa hangat Reyhan terasa di wajahnya, wajahnya tersaya sedikit geli.
Kenzie berusaha menahan diri untuk tidak bersin, dia mencoba untuk bernapas dengan tenang dan panjang, layak orang tertidur pulas.
Seketika, Ciuman mendarat di bibirnya dengan ringan dan cepat, seperti kelopak bunga yang jatuh mengenai bibirnya. Sangat cepat sehingga ia hampir mengira itu hanyalah imajinasinya saja.
Kenzie mengintip dari bulu matanya untuk melihat apa yang terjadi, Reyhan sudah berdiri di samping kasur dan mulai mengenakan pakaiannya.
Baju kemeja putihnya penuh kusut, Reyhan menatap pakaiannya dengan tatapan tidak puas, tapi dia hanya bisa pasrah dan tetap memakainya.
Celana panjangnya pun berantakan dan kusut, hampir terlihat seperti sayur asin.
Kenzie merasa senang, Reyhan terlihat sangat kacau, dari kepala sampai ke ujung kaki, semua yang ia gunakan adalah barang bermerek, tapi Sekarang ia harus mengenakan pakaian yang kusut itu untuk pergi ke luar kota, ia pasti merasa sangat tertekan.
Walaupun dalam hatinya Kenzie merasa senang, tapi mau tidak mau harus mengakui, Reyhan itu seperti gantungan baju. Baju kusut seperti itupun, ketika dipakai olehnya, masih terlihat elegan dan memiliki karisma tersendiri.
Hah, bahan bajunya bagus, jahitannya juga sangat bagus, satu baju harganya bisa mencapai jutaan yuan, bagaimana mungkin tidak terlihat berkarisma jika memakainya?! Mau bagaimanapun tetap saja harga tidak pernah bohong.
Dalam hati, Kenzie sedikit jengkel memikirkannya.
Setelah pulang ke negeri sendiri, dia belajar satu kata baru, ‘konyol’. Saat ini dia merasa sangat konyol.
Reyhan sudah mengenakan semua pakaiannya, ia melirik Kenzie sebentar, dia melakukan gerakan yang membuat Kenzie sangat terkejut bahkan hampirnya lompat dari kasurnya.
Dia…Dia memasukkan tumpukan uang itu ke kantong celananya!
Terdengar suara Reyhan menutup pintu, Kenzie langsung lompat, mengambil amplop dari laci, dan mulai menghitung.
Kemarin dia sembarangan menarik uang dari amplop itu, tanpa tahu total jumlah uang yang ia ambil.
__ADS_1
Kenzie terus hitung dan merasa semakin sakit hati, jumlah uang yang tersisa dalam amplop hanya 1200 yuan! Dia baru saja menarik uang 3000 yuan dari bank kemarin!
Selama 5 tahun di luar negeri, dia hampir tidak punya uang tabungan, ia baru saja pulang dan menghabiskan uang untuk berbagai kebutuhannya, 3000 yuan ini adalah untuk biaya hidupnya untuk bulan ini!
Kenzie menangis tanpa air mata!
Ah! Sudahlah, dengan 1800 yuan, ia mendapatkan mainan yang begitu bagus, ia juga tidak rugi!
Apalagi, body, paras dan tenaga Reyhan, jika dijual di toko mainan manapun, pasti akan menjadi mainan terfavorit!
Tepat saat Kenzie masih berusaha menenangkan dirinya, alarmnya berbunyi, sudah jam 8! Pagi ini ada rapat rutin! Pidatonya juga masih belum dipersiapkan!
Kenzie langsung mandi.
Kenzie pergi di kantor dengan terburu-buru, dan duduk di meja kerjanya, dia merasa punggungnya sangat sakit, seperti akan patah.
Tiba-tiba di otaknya muncul gambaran keindahan semalam, wajahnya memerah seketika, segera dia memfokuskan diri, berkonsentrasi melihat berkas-berkas di hadapannya.
Rapat rutin berjalan cukup lanjar, di beberapa bagian, Kenzie sempat terbata-bata, tapi ia dibantu oleh Gunadi, sehingga bagian ini menjadi lebih baik dan lengkap. Kenzie tersenyum berterimakasih kepadanya.
Gunadi tersenyum kembali. Jantung Kenzie berdetak sekali, dulu tidak begitu menyadarinya, senyumannya Gunadi bahkan mirip dengan Steven.
Baru sampai di meja kerja, telepon di meja kerjanya berbunyi.
Kenzie mengangkat telepon, langsung terdengar suara Nindi dari teleponnya. “Kenzie, kenapa ponselmu mati? Seharian aku mencoba meneleponmu, tapi ponselmu tidak aktif, aku kira sesuatu terjadi padamu!”
“Ah, Nindi, ponselku rusak, masih belum sempat membeli yang baru. Ada apa mencariku?”
“Kenzie, hari ini aku mau mencoba baju pengantin, kebetulan lewat perusahaanmu, apa kamu mau makan siang bersama?”
“Iya, boleh. Tapi siang hari aku hanya mempunyai waktu sekitar satu jam saja. Hanya bisa makan makanan simpel saja.”
“Tidak apa-apa, setiap hari Ethan memaksaku untuk makan terus, sekarang aku berat badanku jadi bertambah. Kita makan yang simpel aja, bisa sekaligus menjaga berat badanku.” Walaupun Nindi mengeluh, tapi Kenzie bisa merasakan, keluhan itu penuh dengan kasih sayang.
Baru saja menutup telepon, dan hendak meneruskan pekerjaan, Kenzie mendapat telepon dari lobi.
Ada yang mencari dia? Siapa? Di kota C dia hanya memiliki 1 teman, yaitu Nindi.
Jangan-jangan kakak tirinya? Kenzie sudah beberapa tahun tidak mendengar kabar Rena.
Dia langsung menutup telepon dan bergegas menuju lobi, Kenzie terkejut saat mengetahui bahwa yang mencarinya sampai ke perusahaan Cavern Co. adalah seketarisnya Reyhan, sekretaris Lestari!
Di Kepala Kenzie seperti muncul peringatan keras, dengan cepat dia membawa sekretaris Lestari ke ruang pertemuan. “Sekretaris Lestari mencari aku ada apa?”
Sekretaris Lestari tersenyum lebar lalu memberikan kotak yang sangat indah kepadanya. “Nona Kenzie, ini pemberian dari Presdir Reyhan, dia memintaku untuk memberikannya padamu.”
“Tidak tidak… aku tidak mau…” Kenzie seolah menyentuh sesuatu yang panas, ia langsung menaruh tangannya ke belakang pinggangnya.
Sekretaris Lestari tertawa dengan penuh makna. “Nona Kenzie masih belum membukanya, kenapa sudah menolak?”
“Tidak perlu melihatnya, tidak peduli apapun itu, aku tidak akan menerimanya.” Kenzie berdiri dan seolah akan mengantar sekestaris Lestari keluar.
Sekretaris Lestari langsung memberikan kotak ke tangan Kenzie. “Nona Kenzie, Ini adalah perintah dari Presdir Reyhan, ia menekankan kepada aku untuk secara pribadi memberikannya langsung kepada anda. Lebih baik anda terima saja, jika tidak, aku tidak tahu cara menghadapi Presdir Reyhan. Anda tahu sendiri, seperti apa tempramen Presdir Reyhan, sekarang ini susah mencari pekerjaan…”
Seketaris bicara sambil menggedipkan mata dan memeprhatikan ekspresi Kenzie.
Mendengar seketaris Lestari berkata seperti itu, Kenzie merasa tidak enak hati. Ketika Kenzie masih menatap kotak itu sambil merasa tidak enak hati, sekretaris Lestari berjalan pergi dengan anggun.
Kenzie membawa kotak itu menuju toilet, dengan hatinya kacaum ia membuka kotak itu.
Sebuah ponsel dengan berlian putih muncul di hadapannya, bentuknya seperti iPhone, tetapi bodinya terbuat emas murni, dan layarnya juga dipenuhi dengan cahaya gemerlap dan lembut yang dihaislkan oleh permata.
Setelah diperhatikan, ponsel ini mirip dengan ponsel yang sedang ramai perbincangkan, ponsel Ninin.
Walaupun Reyhan memang seharusnya memberinya ganti rugi atas ponselnya, tapi Kenzie tidak sanggup untuk menggunakan ponsel semahal ini!
Kenzie menatap ponsel itu sebentar, lalu memasukan ponsel kedalam kotak, membungkusnya dengan rapi seperti semula.
Di kantor Reyhan, sekretaris Lestari menelpon. “Presdir Reyhan, ponselnya sudah diantar, nona Kenzie sudah menerimanya.”
__ADS_1
“Pekerjaan yang bagus, mulai dari bulan depan, gajimu ditambah 20%.” setelah berkata seperti itu, Reyhan langsung menutup telepon.
Setelah telepn ditutup, sekretaris Lestari menghadap jendela dan melakukan gaya ‘peace’ ! Reyhan sangat murah hati, hanya sekedar pergi mengantar ponsel, gajinya langsung dinaikkan sebesar 20%!
Setelah berpikir sejenak, Seketaris Lestari mengambil ponselnya dan pergi menuju koridor untuk menelepon.
“Nona Tania, ada satu hal yang ingin kulaporkan.” Ekspresi sekretaris Lestari seperti ingin mencari muka terhadap nona Tania.
Tania setiap bulannya mentransfer 2000 yuan ke rekening sekretaris Lestari, dan memintanya untuk mengawasi Reyhan, jika ada yang mencurigakan, Sekestaris Lestari harus segera melapor ke Tania.
Setelah mengawasi 2 tahun, tidak ada yang mencurigakan dari Reyhan, hanya ada beberapa wanita yang mengambil langkah untuk mendekati Reyhan, Reyhan sama sekali tidak ada berhubungan dengan wanita lain.
“Masalah apa?” Suara Tania langsung terdengar tegang.
Beberapa waktu ini, dia merasa Reyhan terlihat aneh. Reyhan selalu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Kak Tania, Presdir Reyhan sepertinya memiliki hubungan sangat dekat dengan seorang wanita yang bernama Kenzie.”
“Kenzie?” Kenapa nama ini terdengar sangat familiar? Tania langsung bertanya, “Apakah tingginya sekitar 1,6 meter, wajah lancip, rambutnya agak panjang, putih kurus, matanya berbinar?”
Kenapa Tania bisa tahu? Sekretaris Lestari sangat penasaran. “Kak Tania mengenalnya?”
Sepertinya Kenzie yang dimaksud adalah Kenzie teman baik Nindi, tidak pergi diragukan lagi! Tania hampir meremukan ponselnya.
Terdengar lagi suara sekretaris Lestari. “Pagi ini Presdir Reyhan meneleponku, menyuruhku untuk membeli ponsel Ninin untuk diberikan kepada wanita itu.”
“Ponsel Ninin?” Suara Tania meninggi delapan oktaf. Ponsel itu seharga 10.000 poundsterling lebih! Tidak seharusnya ia menghabiskan uang sebanyak ini untuk bermain dengan seorang wanita!
Sekretaris Lestari mulai mengompori. “Iya, setelah PResdir mendengar bahwa wanita itu menerima pemberiannya, dia juga menambah gajiku sebanyak 20%”
“…”
Mata Taniamenyemburkan emosi. Sehebat itukah wanita kurus kecil itu? Reyhan dengan begitu saja memberikan hadiah untukknya, ketika wanita itu menerima hadiahnya, dia langsung sesenang itu!
Bahkan menambah gaji orang yang membantunya mengantar hadiah tersebut!
Mendengar Tania tidak bersuara, seketaris Lestari sedikit panik, apakah yang dilaporkan itu tidak berkualitas?
Dia mencoba berpikir dengan cepat apa yang dapat dilaporkan lagi. “Kemarin wanita itu datang ke perusahaan kami membicarakan masalah proyek, ketika direktur dari perusahannya pergi sudah pergi, Presdir meminta wanita itu untuk tinggal dan bicara empat mata dengannya, setelah itu pintu tertutup, mereka berdua berada di dalam kantor presdir sekitar setengah jam.”
Wajah Tania memerah. “Dia datang ke perusahaan kalian?”
“Dia karyawan perusahaan Cavern Co., perusahaan Cavern Co. dan perusahaan kami sedang melakukan kerja sama. Belakangan ini Realtech mengumumkan program perencanaan penggalangan dana bantuan untuk anak autis sedunia diserahkan kepada mereka.” Dia dengan cepat menjelaskannya.
Tania terdiam sebentar, dengan pelan berkata, “Terimakasih telah memberi informasi padaku. Uang keringatmu setiap bulannya, akan kutambah 2000 yuan lagi, bantu aku awasi Kenzie! Dan satu lagi, tolong kamu kirimkan jadwal keseharian Direktur ke saya.”
Sekretaris Lestari senang luar biasa dan menutup telepon, ia langsung pergi membeli teleskop, untuk mengawasi gerakan Kenzie setiap hari nya!
Saat Kenzie masuk ke restoran, Nindi sudah menunggunya di meja.
Melihat tangan Kenzie membawa kotak, Nindi sedikit terkejut, sambil memainkan alis, ia berkata “Astaga, kamu begitu sungkan padaku, sekedar makan siang bersama saja, kamu sampai memberi kado untukku?”
“Enak saja!” Kenzie menarik kursi dan duduk, mukanya cemberut. “Reyhan memberikan ini padaku, rennyacana setelah selesai makan, aku akan sekaligus pergi ke Realtech untuk mengembalikan ini padanya.”
Reyhan! Mendengar nama itu, Jiwa gossip Nindi langsung muncul. “Kenzie, kenapa Reyhan mendekatimu lagi?”
Kenzie menghela napas, dia menceritakan apa yang terjadi belakangan ini pada mereka berdua, hanya saja tidak ia menceritakan kejadian kemarin malam yang gila itu.
Nindi menghela napas. “Kenzie! Perasaan Reyhan kepadamu masih belum mati! sangat jelas dia masih ingin berhubungan dengan kamu!”
Kenzie memalingkan wajanya, “Hubungan apaan, jangan memakai kata seperti ya.”
Nindi tidak mempedulikannnya, dia menunjuk kotak itu, “Apa isi kotak itu? Apa aku boleh lihat?”
Kenzie mengangkat bahu. “Sebuah ponsel,jika kamu ingin lihat, buka aja.”
Nindi membuka kotaknya, langsung terkejut. “Kenzie! Reyhan royal sekali untukmu! Bukankah ini ponsel Ninin? Ini didesain sendiri, walau kaya pun belum tentu bisa membelinya!”
Kenzie sedikit kesal dan resah. “Nindi, aku rasa sepertinya lebih baik aku mengundurkan diri saja. Proyek yang sekarang kami kerjakan itu berhubungan dengan Realtech. Nantinya aku akan sering bertemu Reyhan.”
__ADS_1