
Yogi menatap dimana Mel bersama suaminya, senyuman bahagia terpancar sangat jelas di Wajahnya.
Terlihat bagaimana suaminya memperlakukan Mel dengan begitu baik.
" Astaga Yogi,, Pelan dong jalannya Lo tau gue lagi hamil." Keluh Sarah yang memang sudah mulai sering lelah.
Yogi tidak menjawabnya, matanya terus menatap dimana Mel tertawa dengan tangan yang terus memeluk lengan suaminya.
Mel juga Rey berada di Supermarket yang sama,,
Sarah mendengus kesal saat menyadari jika Yogi menatap Mel,,
Dia pun mengandeng tangan Yogi dan mendekat.
" Hai Mel, kita ketemu lagi " Ucap Sarah membuat Mel menoleh.
matanya menatap dimana Yogi masih terus menatapnya,,
" Oh Hai,, " Sapa Mel tersenyum.
" Jangan lupa ya datang di Acara Pernikahan kami, Gue sangat berharap Lo bisa datang."
" Anda tidak perlu khawatir karena Mel sudah pasti akan datang, Ayo Bee " Ucap Rey mengandeng tangan Mel menuju kasir.
Yogi terus saja menatap Mel, hatinya sesak melihat bagaimana Mel sekarang.
seharusnya besok adalah pernikahan dirinya bersama Mel wanita yang dia cintai namun semua itu hanya masa lalu dan Mel sudah menikah dengan laki laki lain.
" Lupakan Mel, kita akan menikah besok." Ucap Sarah berjalan lebih dulu menuju kasir.
Yogi menghela napasnya dan berjalan mengikuti Sarah.
_____
Rey melirik dimana Mel sedang menikmati Ice Cream yang di belinya, begitu menggemaskan wajah Mel dengan bibir yang penuh dengan lelehan coklat.
Di saat Lampu merah, Rey malah mendekati Mel,,
" Bee ,,"
Cup,,
Mel membulatkan matanya saat Rey mencium dan menjilat Bibirnya,,
" Manis " Ucapnya membuat Mel langsung memalingkan wajahnya.
Jantungnya berdetak cepat, walau mereka sudah menikah namun tetap saja Rey selalu membuat Sport Jantung nya dengan setiap kata katanya juga Perhatiannya.
Rey tersenyum dan kembali melajukan mobilnya.
******
Sementara Dalam Perjalanan,,
Yogi terus diam dengan fokus menatap jalanan, namun sebenarnya pikirannya terus teringat dengan Mel.
Entah mengapa Mel malah semakin terlihat cantik dan menarik.
Sarah yang berada di samping nya merasa kesal, Yogi sama sekali tidak menganggap nya atau bahkan menatapnya hanya sebentar.
Padahal Besok adalah pernikahan mereka, dan Anak dalam perutnya adalah benih Yogi.
" Turun " Ucap Yogi tanpa Menatap nya.
Sarah melihat sekeliling, bukan di rumahnya ataupun di rumah Yogi.
Yogi berhenti di tepi jalan dan malah mengusirnya.
" Ini masih di Jalan "
" Turun gue bilang "
" Yogi Lo,-
Yogi membuka pintu mobilnya dan mengambil belanja dan mengeluarkan nya,,
" Turun " Ucapnya membuka pintu Mobil.
__ADS_1
Sarah beranjak turun,,
" Yogi ,, Ini masih di jalan gue,-
Yogi melajukan mobilnya dan meninggalkan Sarah di tepi Jalan.
" Yogi,, Lo keterlaluan." Teriak Sarah namun Yogi tetap saja pergi meninggalkan nya.
Sarah mengambil beberapa kantong plastik dan membawanya mencari Taxi.
Namun perutnya terasa sakit.
" Aw,, Perut gue " Runtuhnya mengusap perutnya yang sudah sedikit buncit.
Dia pun duduk lebih dulu,,
Mungkin karena kelelahan membuat perutnya merasa kram.
Yogi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,,
Tanpa arah juga tujuan jelas, dia terus saja melajukan mobilnya.
******
Mel sampai di rumahnya dan menghampiri Rey yang sedang mengambil belanja nya.
" Aku bantu Mas " Ucapnya
" Tidak Bee,, Biar Mas yang bawa "
Mel mengangguk dan berjalan masuk, mereka menuju dapur dan meletakkan semuanya di sana.
Mel sengaja meminta Rey menemani nya belanja, dia ingin belajar memasak.
Walau sebelumnya terjadi perselisihan antara keduanya.
Rey tidak mau Istrinya memasak, dia takut jika Mel terluka terkena minyak panas atau terkena pisau namun Mel tetap kekeh ingin belajar memasak.
Hingga akhirnya Rey luluh dan meminta Rotman untuk mengawasi jangan sampai Istri nya terluka sedikit pun.
" Aku mau mulai masaknya, Mas Tunggu di Luar Oke " Ucap Mel dengan penuh semangat.
" No,, Aku mau belajar Sekarang Mas "
Rey menghelat napasnya,,
Di luar semua harus patuh dengan perintah nya namun berbeda jika dengan istrinya, Rey sendiri lah yang menurut.
" Baiklah,, Tapi ingat Mas tidak mau jika kamu terluka."
" Iya,, Aku janji "
Rey mengangguk,,
" Pak Rotman, Jaga istri Saya jangan sampai terluka sedikit pun atau Kamu yang akan menanggung akibatnya."
Rotman menelan air ludahnya mendapatkan tatapan tajam Bosnya, Dia tau benar jika Rey tidak pernah bermain main dengan Ucapannya.
" Anda ingin memasak apa Nyonya ?" Ucap Rotman.
Mel berpikir,,
Dia teringat jika membeli Cumi juga Ikan.
" Cumi dan Ikan " Ucapnya .
Rotman mengangguk dan membantu nya,,
" Biar saya bersihkan cumi juga ikannya dulu"
" Eum "
Rotman membawakan nya namun dia tetap dengan terus memperhatikan Mel yang sedang mengambil bahan bahan lain.
Ucapan Rey terus terngiang di benaknya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang Pa"
__ADS_1
" Anda bisa memotong ini dulu Nyonya "
" Oke "
Mel mengambil pisau dan mencoba memotongnya, namun terlihat sedikit kesusahan.
Pertama kalinya dia ingin belajar memasak untuk suaminya.
" Seperti ini ?" Ucapannya.
Rotman mendekat dan tersenyum.
" Maaf Nyonya, ini terlalu besar "
" Oh,, Baiklah "
Mel kembali memotongnya, hingga beberapa bahan lainnya.
Rotman terus saja Menatap nya,,
Sedangkan Rey,,
Dia tetap saja merasa khawatir, ini pertama kali istrinya memasak dan sebelum nya Mel sama sekali tidak pernah menyentuh barang barang di dapur.
Rey duduk dan menatap Mel yang terlihat begitu semangat belajar memasak, senyuman nya terukir mengingat jika Mel ingin bisa memasak agar bisa memasak makanan untuknya.
terharu rasanya mendengar ucapan istrinya, sebenarnya Bagi Rey, tidak perlu Mel bisa memasak.
cukup dia menemani dirinya sudah lebih dari cukup, dan tugasnya sebagai seorang suami hanya harus membahagiakan Mel istrinya.
" Biar Saya yang menggorengnya "
Mel mengambil alih Saat Rotman akan menggoreng Ikan.
" Aw ,, " Ucap Mel saat Tangannya tidak sengaja terkena cipratan minyak panas.
" Astaga Bee "
Rey segera berlari mendekat, Rotman yang tak kalah panik pun mematikan kompornya.
Rey langsung menggendong Mel dan membawanya keluar.
" Pak Rotman, Kotak obat bawa kemarin cepat"
Rey terus berteriak, melihat Mel kesakitan membuatnya teriris.
inilah yang dia takutkan, Terjadi sesuatu dengan istrinya.
Rey begitu mencintai Mel.
" Ini Tuan " Ucap Rotman.
Rey langsung mengoleskan salep pada luka Di tangan Mel.
" Panas "
Rey mengolesnya dengan pelan dan meniupnya,,
Beberapa menit,,
Mel sudah merasa lebih baik,, Rey beranjak menatap ke arah Rotman yang masih berdiri di sana.
" Saya sudah bilang, Jaga Istri saya ." Ucap Rey terlihat begitu emosi.
" Mas,, Ini salah aku bukan Pak Rotman "
" Tapi Bee,, Jika dia benar benar mengawasi kamu ini tidak bakal terjadi."
" Mas Rey,, Pak Rotman udah jaga aku tapi ini salah aku. "
Mel berusaha menenangkan Rey yang emosi, melihat Rotman yang hanya menunduk membuat Mel tidak tega.
semua salahnya dan bukan karena Pak Rotman.
" Mas,, Aku mengantuk "
Rey menatap Mel,,
__ADS_1
dan mengusap pucuk rambutnya.
" Jika Hal seperti ini kembali terjadi, Kamu lah yang harus bertanggung jawab."