CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 129 Suasana Hatinya Membaik


__ADS_3

Sudah lama tidak keluar rumah, Kenzie merasa sangat senang karena mau pergi ke pemandian air panas ini.


Kenzie mengenakan jaket musim dingin berwarna hitam, celana panjang abu-abu dan sepasang sepatu boots berwarna hitam dan bersiap-siap untuk berangkat.


“Kenzie, gayamu kuno sekali! Perempuan di perusahaanku semua pintar berdandan, jika andananmu seperti ini, mereka pasti akan menertawakanmu.” Setelah melihat dandanan Kenzie, Nindi pun mengerutkan dahinya.


Nindi pun menarik Kenzie kembali ke kamar, memakaikan topi berwarna merah dikepalnya dan melingkarkan syal abu-abu dilehernya, lalu mendorongnya ke depan cermin, “Lihat, sekarang terlihat lebih cerah kan?”


Benar, topi merah itu membuat wajah putih Kenzie menjadi lebih berwarna.


Sepasang bola mata yang besar, wajah putih yang tiada tandingannya, ditambah gaya pakaiannya yang simpel tapi stylish membuat Kenzie yang berada didepan cermin itu terlihat begitu manis.


Tujuan utama Nindi mengajak Kenzie ke pemandian air panas ini sebenarnya untuk memperkenalkan dia kepada presdir baru mereka.


Mario adalah murid tamatan dari 10 universitas terbaik didunia, ayah dan ibunya juga merupakan eksekutif perusahaan asing, ia lembut dan tampan, orangnya juga sangat sopan. Nindi merasa dia sangat cocok dengan Kenzie. Kenzie juga harus keluar dari masa lalunya yang suram itu.


Setelah sampai didepan kantor, Nindi melihat Mario yang sedang menelepon disamping bus.


Melihat Nindi membawa seorang gadis menuju kearahnya, Mario langsung menutup ponselnya dengan sopan.


“Hai, Nindi, kamu bawa temanmu ke pemandian yah?” Mario menyapa dengan sopan.


“Iya, ini sahabat baikku, Kenzie. Kenzie, ini presdir perusahaan kita, Mario.”


Mario dan Kenzie pun berpapasan mata, keduanya pun tercegang.


Mario terpesona, karena wanita dihadapannya ini sangat unik. Di wajah putihnya itu terlihat sedikit ekspresi depresi, tapi sepasang bola matanya yang hitam dan berbinar itu menutupi segalanya. Sepasang mata itu membuat siapapun yang melihatnya pasti tidak bisa melupakannya. Kecantikannya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Ada sesuatu yang tidak biasa dari gadis ini, dia belum pernah bertemu dengan gadis seperti ini sebelumnya, Mario merasa sedikit terkejut, Nindi yang sembrono seperti itu, bagaimana bisa mempunyai teman yang menarik seperti ini.


Kenzie juga terpukau, karena laki-laki ini mirip sekali dengan Steven!


Wajahnya yang putih dan lembut, warna matanya yang hazel ditambah lagi dengan tubuhnya yang maskulin, sangat mirip dengan gaya Steven. Kenzie menjadi semakin tertarik dengan Mario.


Setelah Nindi melihat ekspresi Mario, ia pun tahu kalau Mario tertarik dengan Kenzie.


Dalam sekejap, Nindi berpura-pura kesakitan, “Aduhhh, Kenzie, perut aku tiba-tiba sakit sekali, sepertinya aku harus ke toilet bentar. Mario, tolong bantu aku mengantar dia ke mobil sebentar ya! Kenzie tidak kenal siapapun, kamu harus menjaga dia baik-baik. Aku naik bus yang satunya lagi. Bye bye…”


Selesai bicara, Nindi pun langsung berlari secepat kilat.


Kenzie sedikit terkejut, ia baru saja hendak bicara, tapi Nindi sudah lari terlebih dulu.


“Nona Kenzie, mari, biar aku antarkan kamu ke dalam mobil.” karena merasa Nindi sudah menitipkan Kenzie kepadanya, Mario pun mendekatkan dirinya pada Kenzie.


“Terima kasih!” Kenzie memberikan senyuman sopan. Matanya masih tidak berani menatap ke mata Mario. Mata itu, benar-benar mirip sekali dengan mata Steven!


Disepanjang jalan, mobil terus berguncang, Kenzie mulai merasa sedikit mual. Dia biasanya tidak mabuk darat, tapi karena sudah lama tidak keluar rumah, sekarang malah mulai pusing.


“Nona Kenzie, apakah kamu baik-baik saja?” Mario sedikit khawatir dan bertanya.


Wajah putih Kenzie sekarang tampak sangat pucat, ditambah alisnya yang berkerut, bibirnya yang merah merona juga sudah tidak memiliki warna, membuat setiap orang yang melihatnya pasti sangat khawatir.


“Aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing, sebentar lagi juga sudah tidak apa-apa kok.” Kenzie berkata dengan nada rendah.

__ADS_1


Untungnya sebentar lagi mereka akan sampai. Kalau tidak, Kenzie rasa dia pasti sudah muntah.


“Kenzie, hati-hati.” Mario menopangnya turun dari mobil. Tidak tau sejak kapan panggilan Nona Kenzie bisa berubah menjadi Kenzie.


Reyhan dan Ethan juga sudah menyusul mereka. Mereka berdua berdiri sambil merokok disamping mobil, menunggu anggota lain yang belum sampai.


Reyhan menghisap rokoknya, tetapi matanya terus tertuju pada dua bus yang baru sampai.


Kenzie dan Nindi seharunya ada di bus yang belakang. Jantung Reyhan tiba-tiba berdetak kencang.


Mungkin karena ia sangat ingin melihatnya bukan? Atau malah karena Reyhan takut? Dia takut tidak bisa mengontrol dirinya. Kali ini dia sengaja membawa kekasih barunya, agar Kenzie tahu kalau Reyhan tidak lagi membutuhkannya.


“Reyhan, apa yang sedang kamu lihat?” Model berusia 17 tahun itu bertanya kepada Reyhan, tapi Reyhan sepertinya tidak mendengarnya, matanya tidak berhenti melihat ke arah dua bus yang baru tiba itu.


Reyhan mematikan rokoknya dan melihat Mary, tapi ia tidak mengatakan apa-apa.


Mary itu model baru, tubuhnya sangat sempurna, umurnya memang masih belia, tapi kemampuannya di atas kasur nomor satu. Kemampuannya dalam merayu orang juga tidak ada duanya.


Reyhan sekarang suka dirayu wanita, Kenzie sama sekali tidak bisa merayu, itu membuatnya menjadi frustasi.


Mary baru saja hendak melanjutkan bermanja-manja, tapi setelah melihat tatapan Reyhan, ia pun terkejut.


Tatapan apa ini?


Amarahnya meledak-ledak seperti binatang buas, didalam matanya terlihat jelas amarahnya yang sedang meluap, jika tatapan ini adalah api, dunia ini pasti sudah habis terbakar.


Mary terkejut dan menutup mulutnya, tidak berani mengatakan apa-apa. Mengikuti arah tatapan Reyhan melihat bus itu.


Seorang wanita yang mungil dan putih sedang ditopang oleh seorang laki-laki yang tampan dan turun dari mobil. Wanita itu mengenakan jaket hitam, celana abu-abu, diatas kepalanya ada topi merah, semua itu terlihat sangat mencolok diatas salju yang putih.


Tapi, ia tidak menyangka, dalam waktu singkat, Kenzie sudah punya kekasih baru. Laki-laki itu tampak menopangnya dengan serius, seperti sangat takut dia terluka.


Apa perlu mereka memamerkan kemesraan seperti itu? Reyhan dengan wajah penuh amarah menggenggam erat kaca spionnya sampai-sampai kaca spionnya hampir patah!


Ethan juga menyadari kemarahan Reyhan. Ethan mengikuti arah pandangan Reyhan, lalu ia pun terkejut, laki-laki itu bukannya presdir perusahaan mereka? Kenapa ia bisa bersama Kenzie?


Setelah berpikir sejenak, ia menyadari ini pasti ulah Nindi. Dasar perempuan ini, benar-benar tidak takut apapun.


Ditengah keramaian itu Ethan berusaha mencari Nindi, pada akhirnya ia berhasil menemukannya. Ethan tersenyum dalam hati, beberapa bulan ini ia sangat sibuk, ia sudah menahan diri terlalu lama, kali ini, dipemandian air panas ini, ia harus mendapatkan Nindi.


Setelah menghirup udara yang segar, Kenzie pun merasa lebih baik. Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Mario, “Direktur Mario, terima kasih kamu sudah menjagaku. Maaf sudah merepotkanmu.”


Mario melihat wajah pucat Kenzie, dan menjawag, “Tidak usah sungkan begitu, memang sudah seharusnya aku melakukan itu. Lain kali panggil saja aku Mario.”


“Baiklah…Mario, terima kasih.” Kenzie sekali lagi memberikan senyuman kepada Mario. Tiba-tiba ia melihat kesebelah kanannya


Hanya sekilas saja, ia langsung tercengang.


Reyhan. Itu benar-benar Reyhan.


Reyhan sedang menggandeng seorang gadis yang cantik sekali, ia dan Ethan sedang ngobrol, tetapi tatapannya menembus keramain itu dan tertuju padanya.


Kenzie langsung tercengang dalam sesaat. Tiga bulan sudah berlalu, ia baru saja mulai melupakannya.

__ADS_1


Tapi setelah bertemu dengannya, ia baru menyadari bahwa ia masih belum melupakan Reyhan!


Hati dan matanya terasa seperti tertusuk pisau.


Di dalam malam-malam yang gelap, malam dimana Kenzie tidak bisa tidur, malam dimana ia berusaha melupakannya tapi itu malah membuatnya semakin tersiksa…


Dan sekarang ia baru tahu bahwa Reyhan sudah melupakannya, hatinya sudah dimiliki oleh kekasih barunya ini.


Kenzie menghela nafas. Begini juga ada baiknya, dulu bukannya dia sendiri yang memohon-mohon pada Reyhan untuk melepaskannya? Dan sekarang Reyhan sudah benar-benar melepaskannya, jadi kenapa dia harus merasa sedih?


Laki-laki yang nafsunya besar seperti Reyhan, pasti tidak tahan kalau tidak ada perempuan disampingnya. Tidak ada Kenzie disampingnya, ia pasti mencari perempuan lain.


Melihat Kenzie yang memutarkan kepalanya dan melihatnya, Reyhan juga tidak ragu untuk berpapasan mata dengan Kenzie.


Kenzie…semakin kurus. Perempuan kecil ini, sepertinya selalu sangat kurus, tidak bisakah dia gemuk sedikit?


Wajah Reyhan terlihat tidak puas dan mengerutkan dahinya. Matanya sekarang tertuju pada laki-laki yang ada disampingnya, dan ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi dingin dalam sekejap.


Sudah hampir malam.


Semua orang pergi ke kamas masing-masing untuk meletakkan barang-barang mereka, lalu berkumpul di restoran.


Memang benar kalau Ethan adalah orang yang sangat royal, semua karyawannya tidur di kamar single room. Tujuannya adalah untuk menjaga privasi masing-masing karyawannya.


Setelah selesai menyusun barangnya, Kenzie langsung pergi ke kamar Nindi. Pembagian kamar kali ini sedikit aneh, jelas-jelas Kenzie itu kerabat Nindi tapi kamar mereka tidak diatur bersebelahan, kamar Kenzie dilantai tiga, kamar Nindi dilantai lima.


Liftnya terbuka, Kenzie baru saja hendak masuk kedalam lift dan ia pun tercengang.


Didalam lift itu ada Reyhan dan kekasih barunya.


Pacar barunya mengenakan mantel berbulu berwarna putih, umurnya masih belia tapi semua barang yang dipakaianya adalah barang-barang bermerek, jadi ia terlihat jauh lebih dewasa dari umurnya. Dandanan terlihat sedikit berlebihan.


Dua pasang mata itu pun bertatapan, Reyhan menatap Kenzie dengan mata sinis, seolah-olah akan menembus ke dalam lubuk hatinya.


Kenzie menundukkan kepalanya dan tersenyum lalu berkata, “Kalian duluan saja.”


Mary langsung mengenalinya, perempuan ini adalah perempuan yang terus dipandang Reyhan saat ditempat parkiran tadi. Dari tatapan Reyhan, ia bisa langsung tahu kalau perempuan ini bukan perempuan biasa.


“Perempuan ini hanya menang putih, apa cantiknya?” Mary sedikit marah.


Mary menjulurkan tangannya dan menahan pintu liftnya, lalu ia berpura-pura tersenyum naif, “Nona, tidak usak sungkan, ayo masuk saja!”


Kenzie merngira Mary bermaksud baik dan berterima kasih kepadanya, lalu ia pun masuk kedalam lift.


Lift itu pun melaju dengan perlahan. Reyhan dan Kenzie tidak mengatakan sepatah kata pun. Mary merangkul bahu Reyhan dan terus berbicara.


Lantai 5 sudah tiba, Kenzie baru saja hendak turun dari lift, tiba-tiba dari belakangnya terdengar suara yang familiar itu, “Kamu sudah punya kekasih baru?”


Reyhan berpura-pura mengatakannya dengan nada santai, tapi sebenarnya didalam hatinya ia sangat gugup.


Kenzie tidak memutarkan kepalanya, sambil membelakangi Reyhan dan ia berkata, “Tidak. Yang tadi itu rekan kerja Nindi.” Selesai bicara ia pun langsung turun dari lift.


Reyhan yang masih di dalam lift, tiba-tiba merasa menjadi lebih tenang.

__ADS_1


Ia sangat menantikan perjalanan mereka ke pemandian air panas kali ini.


__ADS_2