
Kenzie merasa sedikit frustasi dan melepaskan gigitannya, Reyhan justru merasa seakan mendapat dukungan, lidahnya semakin liar di dalam mulut Kenzie, menikmati manisnya Kenzie!
Kenzie menutup matanya dengan rapat, air mata yang sedaritadi ditahannya pun mengalir dan melewati hidungnya,lalu masuk kedalam mulutnya.
Reyhan merasakan sesuatu yang asin, ia pun membuka matanya, dan melihat Kenzie yang berusaha menahan tangisnya.
“Apa yang kamu tangisi? Yang terluka itu aku!” Reyhan a mengangkat tangannya, dan dengan kikuk membantu menghapus air mata Kenzie.
“Kamu benar-benar tidak tahu malu!” Kenzie benar-benar marah, dia menampar Reyhan dengan kuat, dan mencoba menarik pintu dengan sekuat tenaga.
“Pintu itu sudah terkunci, hanya bisa dibuka dengan remot kontrol.” Walaupun Reyhan mendapatkan tamparan dari Kenzie, dia tidak marah sama sekali, dia pergi menuju ke rak buku, dan bercermin menggunakan sebuah piala yang mengkilap, melihat wajahnya yang ditampar Kenzie.
Kenzie awalnya penuh dengan amarah, melihat gaya Reyhan yang lucu, ia seketikatidak bisa menahan tawanya.
“Jadi kamu berencana untuk terus mengurungku di kantormu?” kata Kenzie dengan nada yang dingin.
Tubuh Kenzie mungil, walaupun ia menggunakan seluruh tenaganya untuk menamparnya, wajah Reyhan hanya sedikit memerah.
“Jika kamu mengabulkan satu permintaanku, maka aku akan melepasmu.” Kata Reyhan dengan santai.
__ADS_1
Kenzie terdiam seketika!
Saat menghadapi orang sombong seperti Reyhan, ia hanya bisa mendengarkannya saja.
“Baik, katakan permintaanmu.” Sekarang Kenzie hanya bisa menerima permintaannya.
Karena tadi sangat terburu-buru dari kantor menuju Realtech, jadi Kenzie mupa membawa ponselnya. Jika membawanya, Kenzie pasti menelepon 110 untuk melapor!
Mata Reyhan memancarkan cahaya yang berbeda, “Kenzie, kabulkanlah permintaaku, Sabtu ini, berkencanlah denganku seharian, seperti sepasang kekasih.”
Permintaan macam apa ini?!
Kenzie merasa curiga, “Presdir Reyhan, sepertinya kamu lupa, kamu sudah memiliki kekasih! Jika ingin berkencan, cari saja Tania!”
Reyhan sambil memainkan remot control berkata, “Ini remot control untuk membuka pintu, tapi…”
Dia pergi menuju jendela dan membuka jendela, lalu dia melempar remot control itu keluar jendela!
“Reyhan kamu sudah gila!!” Kenzie terkejut melihatnya, “Kamu tidak takut remot it terlempar ke kepala orang!”
__ADS_1
“Tidak apa, hanya terlempar remot juga tidak akan mati, justru mendapatkan ganti rugi yang besar.” Reyhan duduk di kursinya yang terbuat dari kulit, dia memutar kursinya lalu menghampiri Kenzie.
Kenzie melihatnya dengan putus aja, “Baik, aku akan menuruti permintaanmu.”
Cepat sekali dia menurutinya? Reyhan agak tidak terbiasa.
“Sekarang bisakah kamu membiarkanku keluar?” Kenzie berbicara lembut , untuk menghadapi orang seperti Reyhan, tidak bisa menggunakan cara yang keras.
Bibir Reyhan tersenyum puas, dia menelepon sekertarisnya, “Kantor pintuku bermasalah, tolong panggil teknisi untuk memperbaikinya.”
Setelah menggunakan segala cara untuk membuka pintu, akhirnya pintu itu terbuka.
Orang teknisi itu melihat Reyhan, lalu melihat kearah Kenzie, ia merasa ruangan itu menjadi hangat dan sedikit aneh, seolah mengetahui segala yang sudah terjadi, teknisi itu pun menurunkan pandangannya kebawah.
Kenzie dengan cepat pergi dari sana!
Setelah kembali ke Cavern Co., di ruang kerja Kenzie melamun lama, ia menenangkan hatinya dan bersiap untuk mulai kerja, tapi dia baru sadar berkas proyek perencanaan Realtech tertinggal di kantor Reyhan!
Berkasnya! Lupa! Di kantor! Reyhan!
__ADS_1
Ini berarti dia harus pergi ke kantor Reyhan lagi!
Kenzie merasa ingin mati saja.