
Hello! Im an artic!
Setelah keluar dari dalam bioskop, mereka menyadari bahwa diluar sedang hujan, meskipun hujan nya tidak deras, tetapi angin bertiup dengan sangat kencang.
“Tunggu aku di lounge, aku akan membawa mobil kemari.” Reyhan melihat Kenzie yang memakai gaun tipis, menunjuk pintu dengan gambar kipas berwarna emas yang ada disebelah kiri dan berkata kepada Kenzie, “Didalam ada pelayanan, kamu bisa masuk dengan menyebutkan namaku saja.”
Hello! Im an artic!
Tubuh besar Reyhan menghilang dibalik hujan, Kenzie menatap punggung Reyhan, perasaan hangat mengalir di hatinya.
Ia berjalan kedepan longue, petugas disana menahannya, “nona, ini adalah tempat beristirahat para pelanggan VIP, silahkan nona menunjukkan kartu VIP nona.”
Kenzie tersenyum kepada petugas itu, “kekasihku adalah pelanggan VIP disini, apakah aku bisa masuk setelah menyebut namanya?”
__ADS_1
Petugas tersebut menatapnya sebentar, dan menganggukan kepala, “kalau boleh aku tahu, siapa nama kekasih anda?”
Hello! Im an artic!
“Reyhan.” Kenzie dengan cepat menyebut nama Reyhan.
Petugas tersebut terdiam sejenak, “mohon maaf, nona, disini kami mendaftar menggunakan nama Bahasa inggris. Siapa nama Bahasa inggris dari kekasih anda?”
Nama Bahasa inggris? Kini giliran Kenzie termenung. Reyhan dulu pernah menyebutkan nama Bahasa inggrisnya kepada Kenzie, tetapi Kenzie tidak pernah mengingatnya, sekarang dia benar-benar tidak bisa mengingat nama Bahasa inggris Reyhan.
Kenzie menganggukkan kepalanya, dan berdiri didepan pintu dan menunggu Reyhan.
Angin kencang menerpa dirinya, membuat Kenzie merasa kedinginan.
__ADS_1
Reyhan membawa mobilnya untuk menjemput Kenzie, melihat Kenzie berdiri di luar, Reyhan menyuruhnya untuk segera masuk kedalam mobil, wajahnya berubah kesal, “kenapa kamu tidak masuk ke dalam longue?”
“Petugas menyuruhku memberi tahu nama bahasa Inggrismu, aku tidak bisa menyebutkannya, makanya itu aku tidak bisa masuk.” Kenzie memeluk bahunya, dan menjawab dengan patuh .
“Cit!!!” terdengar suara mobil yang di rem secara mendadak, membuat ban bergesekan keras dengan tanah, mengeluarkan bunyi yang menyakitkan telinga, matanya yang seperti elang, menatap Kenzie tajam, nada suaranya terdengar seakan tidak percaya, “Kenzie, kamu tidak bisa mengingat namaku?”
“Em…” melihat Reyhan yang begitu menyeramkan, Kenzie sadar bahwa dirinya sudah melakukan kesalahan yang membuat Reyhan marah, ia berkata dengan ragu-ragu, “hanyalah nama Bahasa inggris, aku tidak terlalu peduli…”
“Kamu tidak peduli?” Reyhan menekan perkataannya satu demi satu kata, mengigit keras bibirnya, “Kamu bahkan tidak mengingat namaku…karena tidak peduli?”
Kenzie menundukkan kepalanya, berusaha terlihat menyesal, didalam hati terus berpikir, bagaimana cara mengubah topik pembicaraannya.
Amarah Reyhan belum padam, ia menatap Kenzie dengan lekat, “Kamu bernama Kenzie, perempuan tua berumur 27 tahun, golongan darahmu adalah B, perempuan bodoh berzodiak gemini, wanita pendek yang mempunyai tinggi badan 161cm. Kamu takut petir dan takut gelap, nyalimu kecil seperti tikus, kamu suka menangis dan mempermainkan orang, tidak memiliki intergitas sama sekali. Setiap kali kamu menundukkan kepalamu, mengeluarkan ekspresi merasa bersalah, sebenarnya kamu sedang mempermainkan perhatian orang lain! Bagaimana? Kenzie, aku mengingat semua hal tentangmu! Dan kamu…Bahkan nama Bahasa inggrisku saja kamu tidak mengingatnya!”
__ADS_1
Bab selanjutnya Bab 198 Hal Mendadak Yang Mengagetkan
Bukankah kata-kata Reyhan Ini sangatlah merendahkannya? Golongan darah, hobi, tinggi badan yang dijabarkan Reyhan memang benar, tetapi setiap katanya mengunsur kata hinaan! Kenzie menatap marah Reyhan, “Reyhan, jangan terus-terusan menghina orang lain!”