
Ketika Kenzie yangsudahkelelahan itu selesai mandi dan mengenakan baju, pria itu sudah berpakaian rapi dan duduk di sofa ruang tamu.
Ujung jarinya menjepit rokok, asap mengumpal, membuat matanya menatap Kenzie seperti orangjahat.
“Kamu mau apa?” Emosi Reyhan muncul lagi. Kenapa wanita ini susah sekali dijinakkan? Ia bahkan sama sekali tidak mau melihat wajahnya!
Kenzie dengan datar berkata, “Karena kamu tidak ingin pergi dari rumahku, jadi aku saja yang pergi.”
Dia menekankan kata “Rumahku.”
Reyhan mematikan puntung rokoknya, membuangnya ke tong sampah, melangkah kearah Kenzie, lalu dengan kasar mendorongnya ke arah pintu, “Kenzie, kamu wanita yang suka melanggar janji! Kamu sudah berjanji bahwa hari Sabtu kita akan menghabiskan waktu bersama Ken! Sekarang kamu berani melanggar janjimu!”
Kenzie menatapnya dia, matanya yang besar pelan-pelan dipenuhi air mata “5 tahun lalu, kamu juga pernah berjanji bahwa kamu tidak akan memaksaku untuk melakukan apapun! Ya, aku melanggar janjiku, tapi apa kamu sendiri menetapi janjimu? Dibandingkan dengan diriku, kamu lebih tidak tahu malu!”
Rehyan tersentak, seketika dia terdiam.
Kata-kata 5 tahun lalu, kembali berputar di telinganya, yang dikatakan Kenzie tidak salah.
Dadanya terasa sesak.
Setelah terdiam cukup lama, Reyhan pelan-pelan berbicara, suaranya sedikit sedih. “Apa kamu benar-benar menyukai Gunadi?”
__ADS_1
Orang ini sebenarnya bicara apa? Kenzie merasa otaknya tidak beres, “Aku tidak menyukai Gunadi, tapi ini bukan berarti aku rela diatur oleh kamu! Di seluruh dunia ini, apakah ada orang yang lebih egois dari kamu? Apa aku mengundangmu ke rumahku? Apakah aku mengizinkanmu untuk menyentuhku? Hak apa yang kamu miliki yang memperbolehkanmu mengatur kehidupan pribadiku?!”
Reyhan tidak menghiraukan kalimat setelah “Aku tidak menyukai Gunadi” yang diucapkan oleh Kenzie. Dia merasa lega, dan bertanya sekali lagi, “Kamu benar-benar tidak menyukai Gunadi? Kamu dan Gunadi tidak memiliki hubungan apapun?”
Kenzie yang kesal memejamkan matanya, dia benar-benar tidak ini membahas masalah ini lagi. Jika Reyhan cemburu karena Gunadi, berarti dia sangat bodoh, dia sangat tidak mengerti Kenzie!
Reyhan menurunkan suaranya lagi, dengan suara sedikit sedih ia berkata, “Aku pikir kamu akan menyukainya, dia… sangat mirip dengan Steven…”
Steven. Ternyata Reyhan juga bisa merasakan bahwa Gunadi dan Steven sangat mirip.
Hati Kenzie seketika merasa sakit. Steven… adalah mimpi yang tak mungkin kembali, dalam kehidupan ini, Kenzie hanya bisa mengenang memori manisnya.
Suaranya sedikit serak dan manja, seperti anak kecil yang egois.
Kenzie tidak mendorongnya, tapi hatinya canggung. Mungkin Reyhan benar-benar mencintainya, tapi cara Reyhan mencintainya, membuatnya terasa sangat tertekan, sangat susah untuk bernapas…
Melihat Kenzie juga tidak menolak dan hanya membiarkan Reyhan memeluknya, suasana hati Reyhan pelan-pelan membaik.
Dia melihat ke dalam matanya, dan dengan le,but berkata, “Kenzie, kamu tidak rindu pada Ken? Aku sudah berjanji padanya, bahwa hari ini aku dan kamu akan membawanya ke tama bermain. Dia sangat senang, kemarin malam dia bahkan menelponku dan memastikan bahwa hari ini kita akan pergi bersama…”
Reyhan bisa merasakan bahwa Kenzie sedikit ragu.
__ADS_1
Reyhan pun mengeluar ponselnya, dan segera mencari foto Ken yang terbaru, “Kamu lihat, Ini Ken sedang bermain biola, hebat kan?”
Di dalam foto itu ada seorang anak kecil yang sedang berdiri di atas panggung, cahayanya menyorotinya, ia tersenyum malu-malu, dia tidak sedang memainkan biolanya, sebaliknya, ia sedang berdiri dengan takut dan teggang.
Tiba-tiba mata Kenzie basah, sepertinya anak ini memiliki takdir yang besar dengan dirinya. Saat melihat Ken, hatinya menjadi sedih, kasihan, tapi juga terasa penuh.
Melihat wajah Kenzie, Reyhan merasa bahwa triknya berhasil, dia menambahkannya lagi. “Ken sepertinya masih mengingatmu! Aku menunjukkan fotomu kepadanya, dia melihatnya begitu lama. Setelah itu aku menaruh ponsel di sofa untuk pergi ke rak buku dan mengambil barang. Ketika aku kembali, aku melihatnya mengambil ponselku untuk melihat fotomu. Sepertinya dia sangat menyukaimu!”
Reyhan tidak berbohong. Ketika Ken melihat foto Kenzie, dia melihatnya dengan sangat lama.
Reyhan bertanya kepada Ken, “Ken, apa kamu menyukai tante yang seperti ini?”
Tapi dia menggelengkan kepalanya, lalu lari.
Kadang Reyhan juga merasa dia tidak mengerti anaknya sendiri, bagaimanapun dia berusaha , ia tetap juga tidak bisa masuk ke dalam hati Ken.
Hati Kenzie benar-benar melemah, Kenzie menggunakan ponsel Reyhan untuk kirim beberapa foto Ken ke ponselnya, baru menganggukan kepalanya. “Kita kapan berangkat?”
“Yeah!” Reyhan langsung menggendongnya sambil berputar-putar.
Awalnya Kenzie marah, tapi tidak bisa menahan tawanya. “Reyhan! Kamu ini seperti anak kecil, cepat turukan aku!”
__ADS_1