
Happy Reading ..
.
.
( semoga suka ))
Tangisan memenuhi sebuah ruangan salah satu rumah sakit . Meratapi seseorang yang masih enggan untuk membuka matanya .
" hikkss .. Kinara bangun sayang ."
Sayup sayup dalam tidurnya seseorang mendengar isakan isakan di telinganya seraya menyebut namanya . Perlahan ia membuka matanya . Melihat kedua orang tuanya yang sedang menangis disamping nya . Juga Monika yang tampak khawatir seraya memeluk tubuh mamanya .
" Mah .. pah .. sssttt ." Ringisnya .
" sayang kamu suda sadar ?" Kinara mengangguk .
Seketika dia mengingat kejadian sebelum ia dilarikan dirumah sakit .
Flashback dulu ya sedikit wkwk :
" KINARA AWASSSSS "
BRAAAAKKKKK !!!
" awwhhh ." Ringis Kinara kala kepalanya terasa sakit akibat membentur trotoar .
Tangannya menyentuh kening yang mengeluarkan darah . Matanya mencari sosok yang tadi mendorongnya hingga terpental kesisi jalanan .
" KAK RANDI " pekiknya saat melihat tubuh pria itu sudah tergeletak lemas tak berdaya.
Perlahan dia berjalan kearah Randi lalu terkulai lemas disamping pria itu . Kaki nya lemas melihat darah yang begitu banyak keluar dari kepala Randi . Rupanya Mobil yang harusnya menabrak dirinya justru malah menabrak Randi yang mendorongnya hingga ke sisi jalan itu . Kinara menepuk nepuk pipi Randi perlahan agar pria itu tersadar .
" kak Randi ... hikksss . Maafin Kinara .. kinara mohon .. Hikksss ."
" TOLONGGG !!! "
" kin .. " panggil Randi dengan suara lemah .
" kakak sa.. yang kam..mu Kin . Kakak juga cin.. ta sama kamu . Ssstt . . Kakak juga Min .. ta maaf .. tol .. ong jangan benci kak.. kak ." Lanjut Randi di barengi ringisan sebelum akhirnya kembali pingsan .
" nggaakk ... kak Randi bangun hikksss ... kak Randi ga boleh matii kinara sayang kak Randi kinara ga benci sama kakak .. ayo kita lanjutin pertunangan kita kak ayooo . Hikkssss .. kak Randi ."
Kinara juga ikut pingsan setelah itu disamping tubuh Randi barulah warga mulai berdatangan .
Flashbackoff :
" Kak Randi mah .. kak Randi mana ? " ucap Kinara menanyakan Randi .
" Randi masih di ruang Icu nak ."
" aku mau liat kak Randi mah , pah ."
" kamu masih belum pulih nak "
Kekeh ingin melihat Randi . Kinara langsung turun dari ranjangnya . Karena sifat keras kepalanya mau tidak mau orang tuanya pun membawa nya keruangan Randi .
Disana ada Kedua orang tua Randi , Alvaro juga Iqbal tentunya . Mama Randi masih menangis karena belum ada kepastian dari dokter yang memeriksanya .
Kinara langsung bersujud dipangkuan mama Randi yang masih menangis . Dia merasa bersalah karena semuanya terjadi karena dirinya .
" Hikksss ... Tante maafin Kinara , kalo bukan karena nolongin kinara kak Randi ga bakal celaka .. hikksss maafin Kinara "
Kinara meraung raung meminta maaf kepada kedua orang tua Randi .
" tidak sayang . Ini sudah takdirnya semua bukan sepenuhnya salah kamu kok ." Jawab Mama Randi . Kinara menggeleng .
" nggak tante . Harusnya kinara yang ada di dalam ruangan itu bukan kak Randi hiksssss "
" sudah sudah kita berdoa saja buat kesembuhannya nak ."
Seminggu berlalu , Randi masih dalam keadaan koma . Setiap hari Kinara akan datang menjenguk Randi menemani pria itu lalu menceritakan keluh kesahnya tanpa kehadiran Randi yang mengganggunya .
__ADS_1
" tante .."
" kamu udah dateng Kinara ? "
" iya tan . Maaf ya terlambat tante pasti capek banget dari semalem jagain kak Randi ."
" nggak sayang . Yaudah tante pulang dulu yaa tolong jagain Randi dulu yaa ."
" iya tan ."
Setelah kepergian mama Randi . Kinara berjalan mendekat kearah ranjang tidur Randi . Lalu duduk di kursi samping ranjangnya .
" pagi kak Randi . Happy weekend ."
" kakak ga kangen Kinara apa ? Kok ga bangun bangun sih , udah seminggu lo kakak tidur kayak gini . Kinara kangen banget tau ." Ucap Kinara mengajak Randi ngobrol .
" oh iya . Kinara udah pakek lagi loh cincin pertunangan kita ." Ucapnya seraya menunjukkan cincin di jarinya pada randi yang masih terpejam .
" bangun dong kak . Kinara kangen , Kinara sayang , cinta juga sama kakak . Emang kakak ga mau nikahin Kinara ? Entar Kinara keburu di lamar orang lain tau . Ayo doong bangun kak Randi, Kita Nikah."
" hikkssss .. maafin Kinara kak ." Kirana mulai terisak di lengan Randi .
" Ayok kita Nikah ."
Kinara mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang tak asing itu . Matanya langsung melihat mata Randi yang sudah lebar menatap dirinya .
" kak .. Randi udah sadar ? " Randi mengangguk .
" Kinara panggilin dokter dulu yaa ."
Randi menahan tangan Kinara kemudian menggeleng. Karena sebenarnya dia memang sudah sadar sejak semalam saat mama nya yang menunggu dirinya . Namun sengaja berpura pura masih koma hanya untuk mendengar Kinara yang mengutarakan perasaanya . Karena mama nya bilang setiap datang Kinara akan mengutarakan perasaannya pada Randi . Makanya Randi ingin mendengarnya secara langsung .
" kenapa ?"
Tak menjawab Randi justru mengubah posisinya menjadi duduk . Tentu hal itu membuat Kianara panik setengah mati.
" kak .. jangan banyak gerak dulu kakak baru sadar "
Raut wajah panik dari Kianara jelas terlihat membuat Randi tersenyum penuh arti .
" apaan sih kak ." Ucap Kianara malu setengah mati .
" ihh kok malu malu sih . Kan tadi kamu sendiri yang ajak kakak nikah ."
" hah ? Kakak denger semuanya ? " tanya Kinara . Randi mengangguk .
" sejak kapan kak ? "
" sejak kamu baru dateng tadi kakak udah denger semuanya . Sampe akhirnya kamu nangis minta kakak cepet bangun supaya kakak nikahin ."
Blusshh !!
Wajah kinara benar benar memerah kali ini . Malu sekali dirinya rasanya ingin menghilang sekarang juga . Bagaimana bisa pria itu mendengar semua pernyataan cinta yang dia lontarkan untuk pria itu tapi dia sama sekali tak bereaksi apapun dan malah berpura pura belum sadarkan diri .
" kamu malu yaa ketahuan abis ngelamar kakak ." Goda pria itu .
" is kakak ." Kesal Kinara , tangannya berniat memukul lengan pria dihadapannya namun malah didekap olehnya .
" maaf kin . Maaf sudah membuatmu menunggu ." Ucap Randi begitu tulus seraya memeluk tubuh yang kini sudah bergetar karena terisak .
sejak kedatangan kinara sebenarnya Randisudah tak kuat menahan rindu untuk merengkuh dan menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya . Tapi dia urungkan karena ingin mendengar pengakuan tulus dari Kinara . Sebenarnya Randi sejak tadi kesulitan menahan senyumannya agar tak terukir karena mendengar celotehan dari wanitanya itu . Tapi sebisa mungkin dia menahan diri .
" jujur sama Kinara , sejak kapan kakak sadar ?" Ujar Kinara menodong pertanyaan .
" semalam " Randi menjawab santai .
" semalam ? Terus kenapa pagi ini pura pura masih belum sadar ?"
" ya kalo ga gitu , mana bisa kakak denger kamu ngelamar kakak ."
" iiiihhh kak Randi nyebelin ."
" tapi cinta kan ." Goda Randi .
__ADS_1
Kinara mengerucutkan bibirnya kesal . Memalingkan wajahnya yang sudah memerah itu . Randi meraih dagu gadis itu pelan agar menghadap kearahnya .
" lihat kakak deh ." Kinara menoleh masih dengan bibir yang mengerucut.
" utututu gemesnya calon istri aku " ucap Randi gemas seraya mencubit gemas kedua pipi Kinara .
" awwhh sakit kak ."
" maaf sayang hehee soalnya gemes sih ." Jawab Randi dengan cengiran.
Setelah itu keduanya bungkam . Sibuka dengan pikiran mereka masing masing . Hingga akhirnya suara Randi membuyarkan .
" sayang ."
Mendengar panggilan itu , Kinara menatap kearah Randi tanpa menjawab . Perlahan Randi mendekatkan wajahnya kearah wajah Kinara . Tak mendapat penolakan dari Wanitanya Randi semakin mengikis jarak mereka hingga bibir mereka menyatu .
CUPP !!
Awalnya Randi hanya berniat mengecup bibir itu singkat . Tapi karena tak mendapat penolakan . Ia langsung ******* dan ia gigit bibir itu perlahan . Hingga akhirnya tangannya menyentuh tengkuk Kinara agar semakin memperdalam ciumannya . Kinara yang sejak tadi hanya diam pun kini mulai membalas ciuman Randi .
" Astaga mata gue "
Mendengar pekikan itu membuat kinara dan Randi harus melepaskan pagutannya . Rupanya sudah ada dua pasang suami istri disana yang menatap mereka dengan senyuman yang entah bagaimana dijelaskan .
Sialan ganggu aja , gumam Randi kesal .
" ****** lo Bal , sok sokan kaget liat orang ciuman ." Ucap Randi dengan kesal namun langsung mendapat keplakan manis di lengannya .
" awwh sakit sayang ."
" mulutnya loh kak , blak blakan amat ."
" tau loh , baru sadar dari jurang kematian geh ketus aja bawaannya ." Protes Iqbal.
" kalian sejak kapan dateng ?" Tanya Kinara .
"Sejak kalian memulai pergulatan bibir kalian . Tadinya mau tunggu sampe selesai tapi kalian lama mana tangan Randi udah mulai merambat rambat jadi ya dengan amat terpaksa kami ganggu saja , iya kan bro ?" Ucap Iqbal seraya menyenggol lengan Alvaro .
" iyups betul bangett . Untuk anak gue masih bayi kalo enggak waduh gawaat ." Jawab Alvaro membenarkan perkataan Iqbal .
Sementara Kinara yang merasa malu setengah mati justru berbanding terbalik dengan Randi yang merasa terganggu .
" ckk .. harusnya biarin dululah orang lagi enak enaknya juga ."
" woo . Dasar mesum , udahlah Kinara batalin aja nikah sama cowok mesum begini mah ." Ucap Iqbal mengompori .
" jangan sayaaaang " rengek Randi bergelanyut di lengan Kinara .
" hmm .. bener kata pak Iqbal . Batalin aja kak ." Ucap Kinara yang ikut mempermainkan Randi .
" SAYANG " ucap Randi sedikit memekik. Membuat semua orang tergelak menahan tawa sedari tadi .
" anjirr . Kenapa lo jadi manja begini sih Randi ."
" bacot Iqbal " sahut Randi yang kesal dengan Iqbal itu .
" anjir baperan dia sekarang , Ro "
" wkwk , iya bal " jawab Alvaro .
Melihat kekesalan Randi . Para isteri langsung mencubit lengan suami masing masing .
" awwhhhh .. sakit ." Pekik Alvaro dan Iqbal bersamaan .
" makanya jangan godain Randi terus kasian ." Ucap Monika .
" tau nih , kayak yang sendirinya ga manja aja ." Lanjut Almira .
Randi terkekeh melihat kedua sahabatnya itu tengah di marahi oleh istri mereka masing masing . Randi meledek menjulurkan lidahnya kearah kedua insan yang tengah meringis mengusap lengan mereka .
" kamu juga mau kak dicubit?"
Randi berhenti tertawa . Lalu menggeleng seraya memeluk lengan Kinara .
__ADS_1
" kalo dicium baru mau , hehee ." Jawabnya dengan cengiran.
----