CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Ada Cinta


__ADS_3

Malam yang indah...


Ayu dan Jasmine bersiap pergi ke acara syukuran kehamilan Vina. Mereka terlihat sangat manis dengan balutan gamis dengan hijab senada.


Ya, sejak Jasmine memutuskan berhijab, Ayu pun coba-coba ikutan dan ternyata dia nyaman. Bahkan Ayu berjanji akan istiqomah menutup auratnya mulai malam ini.


Rumah Vina dan Yoga tidak terlalu rame, karena hanya di hadiri beberapa orang kerabat dan beberapa kenalan mereka.Termasuk Ayu dan Jasmine.


Saat kedua wanita cantik itu masuk ke dalam ruangan, terlihat beberapa pasang mata menatap mereka. Termasuk Arsen dan Agus.


Kedua pria itu tampan terpukau dengan kehadiran adik dan kakak yang tampak menawan itu.


"Hay, assalamu'alaikum.. " ucap Arsen ketika istrinya menghampirinya.


"Wa'alaikumussalam.. udah lama?" tanya Jasmine, lembut. Tak lupa wanita ini pun mengulurkan tangan, meminta tangan Arsen dan menciumnya. Membuat Ayu dan Agus tersenyum. Tersenyum bahagia, ikut merasakan kebahagiaan kedua sejoli itu.


"Belum sih, kenapa di telpon nggak diangkat? tau gitu tadi ku jemput!" ucap Arsen.


"Maaf, ponselnya mati dari siang ternyata. Lupa di charge. Habis sibuk di tempat les tadi," jawab Jasmine jujur.


"Oh, ya udah. Tadi naik apa?" tanya Arsen.


"Naik taksi. Habis mau naik motor takut hujan." Jasmine tersenyum tanpa melepaskan tangannya dari gengaman sang suami.


"Ya udah, nanti pulangnya bareng aja. Jangan naik taksi lagi," pinta Arsen sembari menarik pinggang sang istri agar bisa lebih dekat dengannya.


"Baiklah. Tapi apa nggak merepotkan?" tanya Jasmine, takut.


"Tidaklah, masak merepotkan. Kamu adalah istriku. Seharusnya tadi aku jemput, bukan kamu berangkat sendiri begini. Tapi ya sudahlah, besok-besok kalo pergi-pergi and tujuannya sama, kita bareng aja," jawab Arsen.

__ADS_1


"Boleh, asal tidak merepotkan." Jasmine tersenyum bahagia. Begitupun Arsen.


"Tidak lah, mana mungkin repot," Arsen ikut tersenyum. Melihat sang istri lengah, Arsen pun memberikan kecupan di kening. Membuat wajah Jasmine langsung bersemu merah karena malu.


"Kenapa wajahmu memerah?" tanya Arsen.


"Tak apa, aku hanya malu."


"Malu? Masak sama suami malu?"


"Ya kan kita anu!"


"Anu apa?"


"Suami istri anu!"


"Nggak ada suami istri anu, Jas. Suami istri ya suami istri. Nggak ada pura-pura apa gimana? Pokoknyaa aku tidak pernah menganggap pernikahan kita adalah permainan. Pernikahan kita adalah pernikahan sungguhan yang disaksikan oleh langit, bumi dan seisinya. Aku tak berani main-main dengan janjiku, Jas. Maafkan aku," jawab Arsen serius.


"Aku berharap demikian. Kamu mau menerimaku. Menerimaku baik lahir maupun batin. Aku menunggu saat itu, Jas. Aku ingin membangun rumah tangga denganmu. Rumah tangga yang benar-benar rumah tangga," jawab Arsen.


Tanpa menunggu persetujuan dari Jasmine, pria ini langsung menarik tangan sang istri dan mengajak wanita itu ke teras samping rumah Yoga.


"Ada apa? Kenapa kita ke sini? Ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Jasmine, bingung.


"Ya, aku ingin mengatakan sesuatu!" jawab Arsen.


"Ya, katakanlah!" balas Jasmine.


"Janji nggak marah!" pinta Arsen.

__ADS_1


"Nggak, tentu saja. Katakan saja!"


"Aku... aku,"


"Ya, kamu kenapa?"


"Aku jatuh cinta sama kamu, Jas. Kamu marah tidak?" tanya Arsen gugup. Terdengar gemetar. Entahlah, mungkin Arsen takut Jasmine akan menolaknya.


"Aku nggak marah. Kenapa harus marah? kan rasa nggak bisa ditolak, nggak bisa diatur juga." Jasmine tersenyum.


"Apakah itu artinya kamu mengizinkanku mencintaimu, Jas?" tanya Arsen takut.


"Tentu saja, kenapa tidak?" jawab Jasmine.


Arsen tersenyum senang. Lalu memeluk istrinya. Jasmine membalas pelukan itu. Mengelus punggung suaminya.


Arsen yang diperlakukan sedemikian rupa. Tentu saja sangat bahagia. Tanpa meminta izin, Arsen pun kembali mengecup kening istrinya.


"Aku bakalan buktiin ke kamu, kalo aku bisa jadi suami yang baik, Jas. Aku akan buktiin ke kamu kalo aku bisa jadi imam yang baik," ucap Arsen serius.


Jasmin mengangguk percaya. Karena sejatinya ia memang belum pernah mendengar keburukan Arsen. Kecuali saat melakukan sesuatu padanya. itupun dalam keadaan tak sadar alias terpengaruh minuman beralkohol.


Arsen bahagia, Jasmine ternyata sangat welcome dengan niatnya. Untuk membuktikan kesungguhan hatinya, Arsen menempelkan kening mereka. Lalu saling melempar senyum. Entah siapa yang mulai, saat ini bibir mereka saling mengecup. Mengecup penuh cinta.


Di menit berikutnya, Arsen memberanikan diri memcium bibir istrinya lebih dalam. M*mangutnya lembut. Hingga tanpa sadar, Jasmine terlena.


Namun sayang, kedua sejoli itu tidak tahu bahwa ada dua pasang mata yang tak sengaja menangkap aksi mereka.


Siapa lagi kalau bukan Ayu dan Agus. Seketika Ayu langsung membalikkan tubuh dan beristighfar sedangkan Agus malah tertawa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2