CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Nasehat Kakak


__ADS_3

Sejak pertemuan pertama itu, Arsen lebih perhatian pada Jasmine. Selalu mengingatkan istrinya untuk makan, mengiriminya makanan dan semua kebutuhan Jasmine.


Sedang Jasmine sendiri, wanita cantik ini juga berusaha menempatkan diri menjadi istri yang baik. Setiap keluar rumah, ia mengenakan hijab agar mengurangi dosa suaminya. Di setiap sujudnya ia juga selalu mendoakan pria itu. Agar pria itu menjadi pria yang lebih baik. Meskipun Jasmine masih takut untuk serumah dengan Arsen.


Seperti siang ini, seperti biasa Arsen selalu mengiriminya makanan. Kalo ini bukan hanya makanan tetapi ada beberapa baju yang sengaja pria itu pesan dari salah satu temannya.


Namun baju agak sedikit kebesaran, membuat Jasmine ingin tertawa dengan keadaannya sekarang.


Melihat sang adik memakai baju baru, tentu saja membuat Ayu bertanya, "Ih, habis beli baju, Dek? Beli di mana?"


"Nggak beli, Kak. Ini Arsen yang kirim. Tu ada beberapa, kakak lihat aja, kalo kakak mau, kakak boleh ambil, pilih aja," jawab Jasmine.


"Oh... dari dia. Alhamdulillah, semoga dia selalu baik sama kamu. Kakak berdoa, semoga dia selalu bisa buat kamu senang," jawab Ayu, sembari tersenyum.


"Aamiin, Kak. Meskipun nggak yakin sih!" Jasmine tersenyum.


"Harus yakin, namanya juga manusia. Tempatnya salah dan dosa. Kalo mau memperbaiki, Insya Allah dia masih ada hati, Dek!"


"Semoga, Kak. Tapi kakak tahu kan? Orang tua Arsen tak suka sama ku!"


"Tak apa, itu sudah biasa. Yang penting Arsen nya ke kamu. Soal orang tuanya, pelan-pelan. Nggak usah terlalu kamu pusingin."


"Iya, Kak. Semoga semua bisa berjalan baik."


"Tentu saja, yang penting kamu baik dulu. Berpikir baik, berbuat baik, Insya Allah yang datang juga baik," ucap Ayu, sembari tersenyum.

__ADS_1


"Insya Allah, Kak. Tolong do'ain Jasmine." Jasmine tersenyum.


Sedangkan Ayu mengambil satu lembar baju, lalu memegangnya. Gadis ini tersenyum.


"Selera suamimu lumayan juga," jawab Ayu sembari menempelkan satu baju ke tubuhnya.


"Ambil aja kalo Kakak mau, ini masih ada kok."


"Nggak lah, Dek. Aku nggak mau. Ini kan rezekimu. Kakak lapar, kamu pengen makan apa? biar kakak pesenin sekalian!" ucap Ayu sembari memencet ponselnya.


"Ehhh, nggak usah Kak. Tu dia juga udah kirim makanan buat kita. Kadang kasihan juga. Tapi aku masih takut sama dia. Entahlah," jawab Jasmine sedih.


"Tapi menurut Pak Agus, dia itu baik loh. Hanya saja, waktu itu, waktu dia mabok, dia sedang kecewa dengan orang tuanya. Karena memanipulasi kematiannya. Sehingga ia kehilangan istrinya," jawab Ayu.


"Iya, kamu benar. Lagian kalian sudah nikah. Wajib buatmu berbakti dan menjaga aibnya. Aku percaya padamu, Dek. Kamu pasti bisa," ucap Ayu menyemangati.


Jasmine tersipu malu. Karena menurutnya, jalan jodohnya sungguh ekstrim. Namun mau gimana? Jasmine juga tidak menyangka jika dirinya bisa terjebak di dalam hubungan rumit seperti ini.


"Aku pengen les masak saja, Kak. Aku nggak mau kuliah lagi. Gimana?" tanya Jasmine.


"Kok tanya sama aku, sekarang hidupmu adalah milik suamimu. Ya tanya sama dia lah. Tanya dia baiknya gimana? Dia ajak tukar pendapat. Kamu harus menghargai dia, karena dia imammu. Paham!" ucap Ayu.


"Bener, Kak. Coba nanti aku ke klinik deh," jawab Jasmine sembari tersenyum malu.


Ayu menyetujui itu, karena menurutnya sang adik harus tetap menunjukkan rasa hormat nya pada pria yang menikahinya. Karena mau bagaimanapun Arsen berhak tahu keputusan apapun yang di ambil oleh Jasmine.

__ADS_1


***


Di lain pihak...


Kebahagiaan sedang menyelimuti pasangan fenomenal Vina dan Yoga. Mereka berdua sedang berbahagia karena Vina di kabarkan hamil.


Kabar gembira ini tentu saja langsung disampaikan pada kedua orang tua Yoga.


Mereka pun meminta Yoga dan Vina untuk mengundang para Teman-teman mereka untuk makan bersama di rumah. Untuk mewujudkan rasa syukur mereka.


"Baik, Bos, kapasitas pertama untuk berapa orang?" tanya Agus.


"Aku nggak punya temen. Vina juga. Ya udah lah kamu, Ayu aja yang datang," jawab Yoga pasrah.


"Tambah Jasmine Arsen boleh tidak?"


"Ya, boleh lah!" jawab Yoga, enggak pusing. Karena beberapa hari ini dia memang kurang enak badan.


"Baiklah, nanti aku bilang sama Ayu."


"Hemm... Oiya, tadi istriku mau pempek, tolong pesenin ya. Aku ngantuk banget. Tolong tunda meeting. Besok aja ya, aku lelah sekali," ucap Yoga sembari beranjak dari kursi kebesarannya dan masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di ruangan itu.


Sedangkan Agus hanya menggeleng-gelengkan kepala, merasa aneh dengan bos tampannya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2