
Di kamar sudut lantai 2 suara terdengar ” Siapa yang lebih hebat, aku dan istrimu?” Reyhan berkata.
Ekspresi pria itu terdengar gembira, “Tentu saja kamu! Istriku saat berada diranjang seperti ikan yang sudah mati !”
Hello! Im an artic!
Reyhan tersenyum dan bangga, “Itu sudah pasti! sayangnya kamu cuma supir, kalau tidak, mulutmu sangatlah manis, lumayan kalau kamu menjadi kekasihku!”
Kenzie tidak tahu bagaimana ia bisa sampai di rumah, bahkan ia tidak memiliki nafsu makan. Tubuhnya masih basah sehabis mandi dan ia langsung meebahkan diri di tempat tidur.
Di dalam kepalanya masih penuh dengan kejadian sebelumnya, membuatnya sakit dan mual.
Hello! Im an artic!
“Kenzie, kamu benar-benar bodoh! Kenapa kamu pergi kerumah Reyhan? Apakah benar-benar hanya karena ingin bertemu dengan Ken? Apakah benar-benar hanya karena satu alasan itu?
Orang yang berbuat dosa, tidak bisa hidup dengan tenang. Kalau kamu meneruskan ini, itu hanya akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyakiti dirimu. Dan sekarang kamu malah sedih? Orang itu juga tidak peduli kepadamu! Tidak ada gunanya kamu menderita terus seperti ini!”
Di dalam kegelapan, rasanya Kenzie ingin mengambil pisau dan menusuk dirinya sendiri dengan pisau tersebut. Rasanya lebih baik mati daripada seperti ini. Mati lebih menyenangkan, daripada hidup menderita seperti ini.
Ke esokan paginya, saat Kenzie sedang bedandan , dia menemukan kartu nama sebuah perusahaan yang sebelumnya ia letakkan begitu saja dipinggiran meja, ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi nomor tersebut.
“Kenzie! Semangat! Ayo mulai lagi! Tidak ada yang bisa menghalangimu!Kamu bisa mendapatkan pekerjaan lain! Kamu juga pasti bisa mendapatkan pria lain!
Kenzie menyemangati dirinya sendiri sambil memakan sarapan bergizi untuk mengembalikan kesehatannya.
Setelah makan, keadaanya mulai membaik.
__ADS_1
Saat ia hendak keluar dari rumahnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Ketika menatap ponselnya, ”Kayden”. Kenzie berusaha mengingat nama ini untuk waktu yang lama, setelah sesaat ia baru ingat, bukankah ini petugas kereta bawah tanah waktu itu?
Dia tidak menyangka bahwa pemuda itu akan benar-benar menghubunginya.
“Hei, halo, apakah ini Nona Kenzie?” suara Kayden terdengar kesal dan menyalahkan.
“Ya, benar.” Kenzie tidak tahu harus menjawab apa.
Setelah Kayden tahu itu adalah Kenzie, nada suara Kayden bahkan lebih kasar, “Nona Kenzie, aku tidak melakukan apapun kepadamu, mengapa anda malah menyakiti aku?”
“Apa?” Kenzie terkejut dengan mata terbelalak. Apa yang orang ini bicarakan? Kenzie tidak mengerti maksudnya sama sekali.
“Nona Kenzie! Terima kasih, aku telah kehilangan pekerjaan!” Kemarahan Kayden keluar, “Aku mengakui aku memang bermaksud untuk mendekatimu di stasiun kereta bawah tanah waktu itu! Tapi aku hanya meminta nomor teleponmu, selain itu, aku tidak melakkan apapun kan?”
Apa yang sebenarnya ingin dia katakanya? Kehilangan pekerjaan? Apa hubungannya dengan Kenzie?
Kenzie bahkan sudah tidak ingat padanya.
“Kalau begitu, mengapa kamu memberitahu kekasihmu bahwa aku melecehkanmu di stasiun kereta bawah tanah?! Aku tahu bahwa kekasihmu adalah orang kaya yang bahkan bisa menghancurkanku dalam sekejap! Kamu sejahat ini, sampai membuatku kehilangan pekerjaanku, apakah kamu tidak takut balasan karma?”
Semakin Kayden bicara semakin terdengar kekecewaan dan kemarahannya, “Aku pasti buta saat itu, bisa-bisanya aku tertarik padamu saat itu! Anggap saja kali ini aku sial, bisa-bisanya bertemu dengan wanita sejahat dirimu!”
Kayden pasti gila, Kenzie juga menjadi marah, tertekan serta bingung, “Hei, apa yang kamu maksud?! Siapa yang melaporkannya? Kekasih siapa? Apa yang kamu bicarakan?”
Belum selesai ia bicara, tapi Kayden sudah menutup teleponnya.
__ADS_1
Kenzie binggung setengah mati karena ucapan Kayden.
Baru saja keadaannya membaik, tapi sekarang semuanya menjadi buruk bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Kenzie menghela nafas, “Tahun ini benar-benar sangat buruk.”
Baru selesai menghela nafas, ponselnya berdering lagi, Kenzie meraih telepon dan langsung berteriak, “Kayden! Apakah kamu tidak salah menelepon orang? Banyak sekali wanita yang lewat di stasiun bawah tanah, jangan membuatku bingung!”
“Tante Kenzie, ini aku…” diujung telepon, suara khas anak-anak milik Ken yang terdengar lembut, dan terdengar sedikit takut karena suara keras dan kasar Kenzie barusan.
Kenzie terkejut dan cepat-cepat menenangkannya, “Maafkan aku, Ken, tante kira orang lain, maaf telah mengagetkan dirimu, maaf ya, Ken tidak perlu takut, tante yang salah…”
Setelah selesai mendengar penjelasan Kenzie, Ken kembali senang , “Tante Kenzie, Sekolah ingin memajang foto kami di dinding, bolehkah tante mengirimkan foto waktu di kebun binatang itu? Aku ingin memajang fotoku dengan monyet waktu itu!”
Ternyata masalah ini, Kenzie mengangguk kepala, “Baik, nanti akan tante berikan kepadamu.”
Begitu selesai berkata, Kenzie langsung menyadari satu masalah. Bagaimana caranya memberikan foto tersebut? Apakah ia harus mengirimkannya ke Reyhan?
“Tante Kenzie, bisakah kamu mengirimkannya kepada ayahku lewat internet? Ayahku ada disebelahku!”
Ken berkata dengan riang. Entah mengapa, ia langsung berbisik, “Hari ini Tante Tania tidak di rumah.”
Mendengar nama Tania , Kenzie tiba-tiba mengerutkan kening.
Setelah menunggu beberapa lama, Kenzie berkata, “Oke, nanti aku akan segera mengirimkannya kepada ayahmu.”
Ia menunggu untuk beberapa saat, tapi Ken tidak mengatakan apapun, saat Kenzie dengan mengucapkan selamat tinggal kepada Ken, suara Reyhan terdengar di ujung telepon, “Kamu kirimkan kepada aku melalui e-mail saja.”
Setelah itu, tanpa berkata apa-apa lagi, telepon langsung ditutup.
__ADS_1