CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 79 Cinta Terdalam


__ADS_3

Mobil sport putih dengan harga selanggit melaju dijalan yang sepi. Reyhan meletakkan satu tangannya diatas kemudi dan tangan satunya lagi diatas jendela mobil, angin kencang yang meniup rambutnya, membuatnya terlihat begitu tampan.


Wajah yang tampan sempurna, serta bibir tipisnya yang sangat menawan sedikit terangkat.


Kenzie wanita yang menjaga dirinya sendiri, akan pulang dengan sendirinya, Reyhan ingin memanjakan dirinya dengan beberapa wanita. Tapi walau begitu, dia merasa ada sesuatu yang salah.


Hatinya merasa tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang menyangkut, jantungnyapun terasa berat..


Lupakan, memang lebih baik pulang kerumah saja, lalu bermain bersama beberapa wanita, seperti sebelumnya.


Kenzie tidak mencintainya, ya tidak masalah, dia bisa memikirkan cara agar Kenzie mencintainya! Suatu hari nanti, dia pasti bisa mendapatkan Kenzie sepenuhnya! Yang dia mau bukan hanya tubuhnya saja, tetapi juga hatinya. Dia lebih menginginkan hati Kenzie.


Matanya menyipit melihat sebuah kantong yang dikemas indah yang ada di kursi penumpang, bibir Reyhan perlahan menampilkan senyuman.


Dua hari sebelumnya Kenzie berkata ingin membeli beberapa set pakaian anak, tetapi selalu tidak ada waktu untuk membelinya. Baru saja Reyhan pergi kekota C yang memiliki pakaian bayi dengan kualitas terbaik, dan membeli beberapa set pakaian terbaik untuk bayi.


Berpikir bahwa Kenzie akan merasa sangat bahagia ketika melihat pakaian bayi itu, senyum Reyhan pun semakin menggembang.


Telepon didalam mobil berbunyi.


“Presiden Reyhan, nona Sulia sudah mencari anda beberapa kali, dia menyuruh saya memberi tahu kepada anda, dia sangat merindukan anda, dulu memang dia tidak pengertian sekarang dia tahu kalau dia salah, dia meminta presiden Reyhan memberinya satu kesempatan lagi.” asisten Reyhan memberi tahunya dengan sangat jelas dan detail. Berhenti sesaat, nada bicaranya sedikit berubah: “Nona Sulia juga berkata kalau ia akan mempelajari teknik baru, dia berkata bahwa anda pasti akan menyukainya. ”


Bibir Reyhan membentuk sudut ironis.


Saat itu dipikirannya hanya ada Kenzie, Reyhan mengakui jika dia sudah kecanduan oleh Kennzie.


“Suruh dia pergi!” Reyhan berkata dengan dingin, dan langsung memutuskan teleponnya, dan menelepon nomor lainnya.


“Bibi Dewi, apakah Kenzie sudah bangun?”


Mendengar jawaban dari Bibi Dewi, jantungnya terasa berhenti berdetak, tangannya tak berhenti mengeluarkan keringat, Reyhan mengerem dengan keras membuat mobil sport mewahnya menghantam kotak surat dipinggir jalan hingga terbang keudara.


Setelah mematikan teleponnya, ia pun dengan segera menelepon Kenzie.


Reyhan mengerutkan alisnya, Kenzie, cepat angkat teleponnya!


“Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.” Suara operator seperti mengingatkan Reyhan, kalau kali ini Kenzie benar benar menghilang!


Reyhan memukul stir kemudinya! Kenzie! Kamu sebenarnya pergi kemana! Hp mu sebenarnya mati karena kehabisan baterai atau memang kamu sengaja mematikannya?!


Setelah turun dari mobil, Reyhan segera menelepon Agus.


“Kenzie menghilang, segera mencarinya di seluruh kota C!Ssegera temukan dia! Jika kamu tidak dapat menemukannya, maka kamu tidak perlu hidup lagi! ”


Diruangan yang tenang itu, setelah menangis pilu, akhirnya Kenzie pun bisa tenang.


Sedikit merasa tidak enak melihat mantel Steven penuh dengan air mata dan ingusnya, Kenzie membersihkan hidungnya, ” Kak Steven aku ingin pulang, bisakah kakak mengantarkanku keluar?”

__ADS_1


“Tidak.” mata gelap milik Steven menatap lurus kearah Kenzie, suaranya lembut, dan nadanya yang tegas.


Kenzie merasakan sakit dihatinya.


Mengangkat matanya, Kenzie menatap Steven, dengan berat hati berkata: “Kak Steven, saya harus pulang. ”


“Kenzie, apakah kamu mencintai Reyhan? Apakah kamu benar-benar mencintainya?” Steven merasakan sakit dihatinya, dia memandang Kenzie dengan lekat, nada bicaranya menandakan dia sedang serius.


Hatinya, sesaat merasa bimbang.


Kakak Steven, aku harus bagaimana menjawabmu? Jika aku berkata aku tidak mencintainya, apakah semuanya bisa berubah? Jika aku berkata bahwa tidak mencintainya, bisakah kamu melepas Betty? Jika aku bilang aku tidak mencintainya, apakah aku bisa begitu saja meninggalkan reyhan untuk bersama denganmu?


Itu merupakan suatu hal yang tidak akan mungkin, waktu mereka sudah lewat.


Kenzie yang sekarang, bukanlah Kenzie yang polos dan lugu seperti Kenzie tiga tahun yang lalu.Kenzie yang sekarang hanyalah seorang simpanan yang kotor.


Kenzie menggigit bibir bawahnya, mendorong perasaan terdalamnya.


“Iya. Aku mencintainya.” nada bicaranya datar, tetapi dibalik kata katanya dia memiliki rasa sakit yang tidak bisa disembunyikan.


Mata steven terbuka lebar, dengan lembut mengulurkan tangannya mengelus mata Kenzie, dengan suara lembut berkata: “Kenzie, kamu sedang berbohong. Jika kamu benar benar mencintainya, kenapa matamu bisa begitu sedih?”


Hati Kenzie terasa sangat sakit


Mengapa dia selalu bisa melihat perasaan Kenzie yang sengaja dia pendam? Kenzie bahkan sudah berkata bahwa ia mencintai Reyhan, tetapi kenapa Steven masih enggan melepasnya pergi, mengapa Steven begitu keras kepala?


Kenzie sudah tidak sanggup lagi menahan tangisnya, dengan cepat mendorong steven, membuat jarak darinya, dengan berat hati berkata: “Kak Steven, biarkanlah aku pergi. Aku benar benar tidak bisa lagi berada disini. ”


Steven semakin memohon kepada Kenzie: “Kenzie, berikanlah aku waktu satu hari bersamamu, temani aku, aku hanya ingin waktu satu hari bersamamu. ”


Kenzie tidak bisa menolak permintaan Steven. Tidak bisa menolak tatapan mata hangat dan jernihnya yang mengambarkan begitu banyaknya rasa sakit.


Memenjamkan matanya sebentar, Kenzie menjawabnya dengan senyuman: “baiklah, aku setuju.”


Aku menyetujuinya, karena ini juga merupakan terakhir kalinya kita bersama.


Aku menyetujuinya, karena setelah hari ini, aku tidak akan lagi bertemu denganmu.


Aku menyetujuinnya, karena setelah hari ini, aku akan menghapusmu dari ingatanku.


Steven, aku berjanji kepadamu.


Tidak peduli seberapa marahnya Reyhan ketika pulang nanti dan tidak bisa menemukan diriny, Kenzie hanya ingin memanfaatkan kesempatan terakhirnya untuk menerima kehangatan dari jari-jari Steven yang hangat dan lembut.


Melihat akhirnya Kenzie menyetujuinya. Steven pun terlihat sangat bahagia.


“Kamu lapar?” Steven dengan lembut memilin rambut kenzie, “aku akan membuatkan mu bubur, bagaimana?”

__ADS_1


Berusaha menahan emosinya, Kenzie menggelengkan kepalanya, berbicara dengan datar: “tidak perlu. Aku tidak lapar. ”


Melihat nada bicara Kenzie yang begitu datar, Steven mengelus rambut panjang Kenzie, dan berkanta dengan nada menyedihkan: “apa kamu membenciku karena memaksamu untuk tetap disini?”


Kenzie menggigit bibirnya, tersenyum menggelengkan kepalanya pada Steven, matanya sedang menahan air mata yang sudah bersiap turun.


Bagaimana Kenzie bisa membenci Steven? Didalam hatinya, Kenzie selalu menyebut nama Steven, bagaimana bisa Kenzie membenci Steven? Kenzie rela melakukan apapun untuk Steven, bagaimana bisa dia membenci Steven?


Dia hanya…. takut Steven membenci dirinya. Kenzie tidak sebaik yang dipikirkan Steven, dia sudah bukan seorang putri seperti tiga tahun yang lalu, hidupnya saat ini, sudah hancur lebur.


“Kenzie….” Steven tiba-tiba memanggilnya, dengan ringan memeluk bahunya, benar benar hanya memeluknya ringan tanpa ada maksud lainnya.


Seluruh tubuh Kenzie berada dipelukannya, dalam sekejap, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh aroma mint yang sejuk.


Berusaha menahan agar tidak menenggelamkan wajahnya didalam pelukan Steven, Kenzie mengedip-ngedipkan matanya, mencegah air matanya turun, berkata dengan suara seperti tertahan: “Steven, aku, tiba-tiba merasa sedikit lapar….”


“Baiklah, aku akan memasak untukmu, kamu ingin makan apa? Aku ingat kamu dulu suka memakan mie sapi saus tomat, aku akan membuatkanmu itu, bagaimana?” suara Steven seperti matahari, terasa sangat hangat.


“Emm. Baik.” Kenzie memutar badannya, menundukkan kepalanya, membiarkan air matanya jatuh ketanah.


Ini merupakan hari terakhirnya bersama Steven, dia tidak boleh menangis. Dia harus bahagia, seperti tiga tahun yang lalu.


Melihat Steven memakai celemek di dapur dan sedang serius memotong sayur, mata Kenzie perlahan lahan kembali basah. Kakak Steven, Kakak Stevennya, sekarang berdiri didepannya, berjarak begitu dekat dengannya, jika Kenzie menjulurkan tangannya, dia sudah bisa memeluk Steven.


Tetapi, dia tidak bisa menjulurkan tangannya….. dia sudah sejak lama kehilangan hak untuk melakukan itu.


Diam-diam ia membalikkan badannya, Kenzie berusaha membuat suaranya terdengar stabil: “kakak Steven, bolehkah aku berkeliling rumah?”


“Terserah kamu. Kalau kamu lelah kamu bisa istirahat, makanannya akan segera siap.” Steven mewarnai rambutnya dengan warna amber, sesuai dengan warna matanya. Sinar matahari dari jendela mengenai wajahnya, seperti sosok pangeran di cerita anak anak.


Kenzie tidak berani menatapnya lebih lama lagi, menginjakkan kakinya di lantai dua. Rumah ini sangat besar, warna dasarnya adalah warna merah muda. Kenzie merasa sedikit penasaran, kenapa Steven membuat rumahnya menjadi seperti rumah impian anak perempuan, orang yang tidak tahu, mungkin bisa mengira kalau ini merupakan rumah yang ditempati anak perempuan berusia delapan belas tahun.


Kenzie berdiri di tangga menuju lantai 2, melihat apa yang ada di hadapannya, matanya terbuka begitu lebar, sangat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata!


Dihadapannya ada sebuah dinding, di dinding itu tergambar seorang perempuan muda, menggunakan gaun putih, memiliki rambut hitam sepanjang bahu, dibawah sinar matahari, wanita itu tersenyum begitu indah. Wajah yang putih, hidung yang tinggi, bibir merah yang indah, sepasang mata yang jernih yang seperti bisa melihat masuk kedalam hati orang, seperti sedang melihat Kenzie.


Dua pasang mata yang sama persis, satu diatas dinding satu diatas tangga, saling menatap secara langsung, meskipun terpisah jarak tiga tahun, kedua gadis itu, yang berdiri di tangga maupun yang terlukis di dinding, tetaplah Kenzie.


Steven, melukis Kenzie yang berumur delapan belas tahun diatas dinding.


Setiap garis terlihat dibuat sangat teliti, setiap inchinya menggunakan warna yang sangat teliti, orang yang menggambar gambar ini, pastilah merupakan orang yang sangat perhatian, dan menggunakan semua perasaanya untuk menggambarnya. Karena, hanya dengan melihatnya saja pun Kenzie pun sudah merasa sangat terharu, hingga air matanya mengalir.


Setelah terus menerus menahan emosinya, akhirnya Kenzie pun sudah tidak bisa menahannya, Kenzie duduk dipinggiran tangga, diam diam menangis pilu.


Tidak mengeluarkan suara sama sekali, hatinya seperti dihantam oleh gelombang yang dasyat sepuluh kali lebih kuat dibandingkan tsunami, menggetarkan langit dan bumi.


Kakak steven, kalau bukan karena diculik, sepertinya seumur hidup, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk melihat lukisan ini. Jika aku memaksa untuk pergi tadi, seumur hidup pun diriku tidak akan mengetahuinya, ternyata, cinta mu begitu dalam, begitu membara.

__ADS_1


__ADS_2