
Gila! Mana mungkin Kenzie marah karena hanya karena lelucon rendahnya?
Hati Kenzie merasa tidak senang, tapi wajahnya menunjukan ketulusan. “Tidak, hanya aja aku merasa, Kehidupan ini memang sulit.”
Reyhan tidak menyangka, ternyata dia akan berkata seperti itu, terdiam. Lalu dia membungkuk dan mencium kening Kenzie. “Iya, tapi tidak seburuk itu kok, aku hanya sengaja menggodamu saja.”
Hati Kenzie yang lembut itu, tergerak lagi. Dia segera membereskan meja makan.
Reyhan dengan sangat puas berbaring ke sofa,”Kenzie pelan-pelan saja membereskannya, tidak perlu buru-buru.”
Kenzie menggertakan gigi sambil berberes, hati merasa jengkel. Bagaimana cara mengusir pria ini dengan lembut?
Reyhan menghabisakan semua makanannya, Kenzie membawa semua piring mangkok kotor ke wastafel, ia mengenakan sarung tangan dan mulai mencuci.
Reyhan sepertinya sedang menonton pertandingan bola di ruang tamu, Kenzie malas meladeninya.
Kenzie sudah terpikir caranya mengusir Reyhan, setelah selesai cuci piring, dia akan mengatakan bahwa ia mau keluar untuk membeli barang, sekalian mengantar Reyhan keluar.
Yang pasti tidak akan membiarkan Reyhan tetap tinggal!
__ADS_1
Selesai cuci ia membersihkan kompor hingga sangat bersih, sampah juga sudah dibagi berdasarkan jenis-jenisnya. Kenzie melepas sarung tangannya, dan keluar dari dapur.
Reyhan berbaring di atas sofa, tangganya masih memegang remot control, tapi matanya terpejam.
Habislah, jangan-jangan dia tertidur?
Kenzie segera memeriksanya. Reyhan terpejam, bulu matanya yang panjang, napasnya sangat stabil, sepertinya tidurnya benar-benar terlelap.
Kenzie menjulurkan tangganya mencubit wajahnya. “Hei! Bangun… Bukannya kamu masih harus ke kantor lagi?”
Tidak ada respon.
Pria ini berdecak, lalu membalikan tubuhnya. Alisnya mengkerut.
Kenzie jongkok di samping sofa dan menatap wajahnya. Wajahnya yang tampan, akhirnya tenang setelah masuk ke dalam mimpi. Wajahnya terlihat sangat kelelah, di ujung bibirnya ada beberapa garis, setelah terlelap, ia terlihat seperti anak kecil tak berdaya.
Sebenarnya seberapa banyak masalah yang harus dihadapi pria ini?
Kenzie dengan tidak sadar mengulurkan jarinya menelusuri garis wajah Reyhan. Alis tebal dan panjang, Hidung mancung dan lurus, bulu mata yang panjang dan lembut. Dan bibirnya. Jari-jari Kenzie bergetar saat menyentuh bibirnya.
__ADS_1
Bibir ini, berkali-kali mengucapkan kata-kata yang menyakiti hatinya, dan berkali-kali juga dengan manis dan gila menciumnya…
Jantungnya berdetak, Kenzie langsung menarik tangannya kembali. Apa yang sedang ia lakukan?
Apa ia sudah melupakan luka 5 tahun yang lalu? Apa ia sudah melupakan semuanya yang terjadi?
Banyak terjadi 5 tahun lalu, memangnya itu tidak cukup untuk membuktikan dia dan Reyhan tidak cocok?
Setelah membulatkan tekad, Kenzie sekuat tenaga mendorong Reyhan. “Hei! Bangun, pulang sana, tidur di rumahmu sendiri!”
Pria itu bergumam, lengannya panjang direntangkan, lalu Reyhan memeluknya, jenggot tipis di dagunya menggosok ke lehernya beberapa kali.
Kenzie mulai takut, mumpung Reyhan tidak bergerak, dia pelan-pelan keluar dari pelukannya.
Kenzie terkejut sampai tidak berani membangunkannya lagi. Kenzie melihat warna langit, masih jam 9 lewat, lalu ia kembali melihat Reyhan, tubuhnya yang besar menyempil di dalam sofa, terlihat kasihan. Hati Kenzie melembut dan ia menghela napas… Biarkan saja, biarkan dia tidur sebentar. Berdinas keluar kota beberapa hari pasti membuatnya lelah, bukan?
Sudah jam 11, Lelaki ini masih tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun.
Jika Kenzie mendorongnya lagi, dia akan memeluk Kezie lagi, memeluknya secara alami tanpa dibuat-buat.
__ADS_1
Selesai Kenzie mandi, Kenzie menatap pria yang tertidur sofa, mengambil selimut dan meyelimutinya, Lalu Kenzie masuk ke kamarnya dan menutup kamar rapat-rapat, tak lupa memutar kunci pintunya sebanyak dua kali.