CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 135 Mengoleskan Salep Sendiri


__ADS_3

“Menurutlah, lain kali kamu harus hati-hati!” Reyhan dengan perlahan melepaskan Kenzie dan memberikan ciuman peringatan di bibirnya.


Kenzie bodoh, kalau saja dia bermanja-manja dengan Reyhan, semua permintaannya pasti akan dikabulkan oleh Reyhan.


Setelah dilihat-lihat sepertinya Reyhan juga tidak sejahat itu. Dulu Kenzie sendiri yang terlalu bodoh, selalu saja melawannya.


Dikoridor menuju kamar Nindi ada tempat olahraga pribadi, Kenzie mendorong Reyhan ke dalam sana, “Untuk apa kamu ikut? Aku ingin berduaan dengan Nindi.”


Sejak peristiwa percobaan bunuh diri itu, Nindi membenci Reyhan sampai kedalam tulang-tulangnya, Kenzie takut Nindi akan mengatakan kata-kata yang menyakitkan didepan Reyhan dan membuat suasana menjadi canggung.


“Kenapa? Apa membawaku bertemu teman dekatmu membuatmu merasa malu?” Melihat Kenzie terus mengusirnya, warna wajah Reyhan mulai tidak bagus.


Kalau dulu, Kenzie pasti sudah bertengkar dengannya.


Sekarang dia sudah menjadi penurut. Dengan lembut ia menarik tangan Reyhan dan bermanja-manja, “Reyhan, aku tidak bermaksud begitu, hanya saja ini terlalu tiba-tiba, aku hanya takut mengagetkan Nindi. Kamu galak seperti ini!”


Sepasang bola matanya yang besar itu berkedip-kedip.


Reyhan bisa menerima trik ini. Mencubit-cubit wajah Kenzie dan menjawab, “Yasudah, cepat masuk. Aku tunggu kamu disana.”


Kenzie mengetuk pintu, Nindi membuka pintu dan melihat Kenzie, hatinya sekarang sangat lega, “Kenzie, kamu kemarin malam pergi kemana? Aku mencarimu kemana-mana!”


Mata Nindi terlihat memerah, sekali lihat sudah bisa tahu kalau dia baru saja nangis.


Kenzie tidak bisa menahan rasa bersalahnyanya, ia langsung menarik tangan Nindi, “Nindi, maafkan aku! Kemarin malam…,ehm, aku…”


Kenzie benar-benar tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya kepada Nindi.

__ADS_1


“Kemarin malam kamu menghabiskan malam dengan Reyhan ya?” Kenzie langsung bertanya.


“Iya.” Kenzie sedikit takut Nindi kalau Nindi akan marah, ia mengangkat kepalanya dan menatap Nindi, lalu berkata, “Nindi, itu, aku sudah berbaikan dengan Reyhan, dan kami kembali bersama.”


Tidak disangka, Nindi tidak marah. Nindi hanya melihatnya dengan serius, “Kenzie, kamu yakin ingin kembali menjadi kekasih Reyhan? Aku rasa dia tidak cocok untukmu.”


“Iya,aku sudah berjanji untuk mencoba menjadi kekasihnya selama sebulan. Nindi, kamu tidak perlu khawatir, aku bisa mengurus masalah ini sendiri.” Kenzie tidak ingin berdebat banyak tentang masalah ini dengan Nindi, dia segera mengganti topik, “Matamu kenapa? Kamu menangis?”


Sebelum Kenzie datang, Nindi diam-diam menangis sendirian di kamarnya.


Dia merasa dirinya sudah dibohongi. Ethan sama sekali tidak serius dengannya, hanya ingin mempermainkannya, dan bodohnya, Nindi malah masuk ke dalam perangkapnya!


Nindi merasa sangat malu, ia masih ragu harus memberitahu Kenzie mengenai masalahnya dengan Ethan atau tidak .


Melihat Nindi terdiam, Kenzie mengira Nindi menangis karena dirinya, Kenzie sangat terharu, “Nindi, kamu pasti menangis karena tidak dapat menemukanku ya? Aku benar-benar minta maaf…lain kali aku pasti memberithumu kemana aku pergi. Nindi, maaf…”


Mendengar Kenzie berkata seperti itu, Nindi merasa sepertinya lebih baik ia tidak menceritakan masalahnya dengan Ethan kepada Kenzie.


Nindi memberikan sebuah senyuman, “Kenzie, yang penting kamu baik-baik saja.”


Saat sedang berbicara, ponsel Nindi tiba-tiba berbunyi. Ia terkejut, jangan-jangan telepon dari Ethan? Cepat-cepat ia mengangkatnya, “Hallo?”


“Saya dari bagian resepsionis, ada seorang laki-laki menyuruhku untuk mengantarkan sebuah kalung untukmu.” wanita itu berbicara dengan nada yang sopan.


“Ah?” Nindi meraba-raba lehernya, benar, kalung yang dikenakannya tidak ada. Pasti kemarin ketinggalan di kamar Ethan.


Tapi dia kenapa tidak mengantarkannya sendiri? Kenapa harus menyuruh pelayan yang mengantarkannya?

__ADS_1


Apa Ethan sebegitu tidak ingin melihatnya? Seperti sebuah pisau kecil menusuk jantungnya, hatinya sakit sampai warna wajahnya berubah menjadi putih.


“Nindi, kamu kenapa?” melihat warna wajahnya yang pucat, Kenzie sedikit cemas.


“Oh..aku sedikit tidak enak badan, tidak apa-apa, berbaring sebentar juga sudah baikan.” Nindi tidak ingin berbincang banyak dengan Kenzie.


Melihat wajah pucatnya Nindi, ia teringat dengan Reyhan yang sedang menunggunya, Kenzie lalu berkata, “Nindi kamu istirahat dulu, aku keluar dulu. Nanti aku traktir kamu makan siang.”


“Iya.” Nindi menganggukkan kepalanya. Air matanya mengancam untuk turun. Dia mengigit bibirnya, dan menahan dirinya untuk tidak nangis didepan Kenzie.


Kenzie tidak menyadari ekspresi Nindi, ia pun berjalan keluar, berusaha untuk membuat dirinya tidak terlihat pincang, tapi ini membuat rasa sakit dikakinya semakin parah, membuat ia tidak bisa menahan sakit dan mengerutkan alisnya.


Reyhan berlari sebentar di tempat olahraga itu, baru saja tubuhnya mulai panas, dari kejauhan ia melihat Kenzie yang berjalan dengan penuh kesakitan.


Ia langsung berlari kearah Kenzie dan memeluknya, “Sudah bicara dengan Nindi?”


“Iya.” Kenzie berusaha melepaskan pelukannya, ia takut ada orang yang melihatnya.


“Ayo, aku akan membantumu mengoleskan obat.” melihat Kenzie begitu kesakitan, hati Reyhan juga ikut sakit. Kemarin ia tidak seharusnya begitu agresif, tapi Kenzie begitu menggoda, membuat ia tidak bisa menahan diri dan ketagihan.


Sesampai dikamar Reyhan, Kenzie melihat ke arah Reyhan sambil menjulurkan tangannya, “Obatnya dimana? aku oles sendiri saja di toilet.”


Reyhan tersenyum licik, “Untuk apa pergi ke toilet? Bukankah akan lebih mudah jika mengoleskannya sambil berbaring di kasur?”


Kenzie yang polos masih tidak mengerti maksud kata-katanya, dengan polos dia berkata “Kalau begitu kamu ketoilet dulu. Setelah selesai mengoleskan obatnya, aku akan memanggilmu, barulah kamu keluar.”


Reyhan melihat tatapan Kenzie yang polos, hatinya merasa sangat bahagia, ia justru suka dengan Kenzie yang luguseperti ini, dia langsung mencium bibir Kenzie, memainkan lidahnya didalam mulut Kenzie, menikmati aroma dan manisnya kekasihnya itu.

__ADS_1


Kenzie merasa ada sesuatu yang keras dibawahnya, dia terkejut dan langsung mendorong Reyhan, “Hei! Aku masih lelah! Jangan berharap!”


Reyhan tersenyum licik, sedikit pun tidak mempengaruhi ketampanannya, “Kepalamu sedang mikir apa! Aku cuman mau menciummu dan membantu mengoleskan obat saja!”


__ADS_2