
Nindi menggelengkan kepala. “Jangan mengundurkan diri dulu! Cavern Co. dalam bidangnya adalah perusahaan yang bagus, jika kamu meninggalkan Cavern Co., akan sulit mencari pekerjaan yang bagus seperti ini lagi.”
Kenzie resah dan menggaruk rambutnya sendiri. “Jadi aku harus bagaiamana?! Aku benar-benar tidak mengerti, Reyhan sekarang sudah punya Tania, kenapa masih mau mengikatku!”
“Sepertinya dia masih mempunyai perasaan kepadamu! Sedangkan Tania orang yang mempunyai latar belakang, dia tentu tidak rela untuk melepaskannya. Dia ini serakah” Nindi sambil mengigit tangan sambil berpikir., “Kenzie, sepertinya saat ini hanya ada satu cara yang bisa kamu lakukan.”
“Apa itu?” Kenzie langsung berbinar dan menggenggam tangan Nindi tidak sabar.
“Kamu balikan dengannya saja.” Kata Nindi dengan serius.
Kenzie memalingkan wajah. “Kalau aku mau balikan dengannya, dari 5 tahun lalu sudah aku balikan! Waktu itu dia masih belum mempunyai pacar! Nindi, kamu sendiri tahu dengan jelas, dengan karakterku dan karakternya, kita benar-benar tidak bisa bersama!”
Nindi tertawa tebahak-bahak. “Wanita bodoh, aku sedang bercanda aja! Kamu mengira aku serius? Tapi serius, satu-satunya cara adalah kamu harus mencari pacar dan menikah, sekasar-kasarnya Reyhan, ia juga tidak mungkin merebut istri orang lain kan?”
Kenzie berpikir lama, dengan pasrah menghela napas. “Sepertinya tidak ada cara yang lebih baik lagi…”
Nindi langsung menatapnya. “Kalau begitu bagaimana jika aku mengatur pertemuanmu dengan Mario? Dia beberapa kali bertanya tentang dirimu.”
“Mario?” Kenzie dengan cepat menggeleng kepala. “Terakhir kali, dia melihat aku dan Reyhan bersama di pemandian air panas. Ini sepertinya tidak baik kan?”
Nindi melotot melihat Kenzie. “Kenzie, kamu itu sudah tinggal di luar negeri selama 5 tahun, tapi kenapa pikiranmu masih saja kolot? Berpacaran di umur 27 28 tahun, bukankah hal yang wajar? Kamu tenang saja, Mario tidak akan mempermasalahkan hal ini!”
Kenzie menutup wajahnya dan menghela napas. “Baiklah, kalau aku terus-terusan memikirkan ini, Aku benar-benar akan tersiksa sampai gila!”
Setelah mereka selesai makan, mereka pun keluar dari restoran, angin berhembus lembut, terasa sangat nyaman.
Saat Kenzie baru saja hendak berpamitan dengan Nindi, ia menyadari Nindi sedang memperhatikan lehernya.
Gawat! Jangan-jangan… Kenzie langsung memindahkan rambutnya ke depan, menutupi lehernya.
Nindi menatapnya penuh rasa penasaran, “Kenzie! Kenapa ada tanda merah di lehermu? Terlihat seperti bekas ciuman?”
Wajah Kenzie memerah. “Wei… tidak, ini digigit nyamuk, lalu aku garuk sampai jadi seperti ini…”
Nindi menatap matanya dengan kuat. “Kenzie, kamu tidak pandai berbohong, kamu lihat, mukamu memerah!”
Nindi menyerbunya dengan pertanyaan terus menerus seperti detektif, Kenzie akhirnya menyerah dan memberitahu apa yang terjadi semalam.
Nindi dengan heboh terus menerus bertanya, “Apa! 7 kali? kamu tidak salah ingat? Benar-benar 7 kali?”
Suaranya terlalu lantang, orang sekitar menatap mereka dengan kebingungan.
Kenzie langsung mencari tempat sepi, dia menutup mulut Nindi. “Nindi! Kecilkan suaramu!”
Wajah Nindi langsung berubah. “Ah! 7 kali! Tujuh kali semalam! Reyhan yang sudah umur tiga puluhan tahun, ternyata mempunya stamina yang luar biasa!”
Kenzie malas meresponnya, ia memalinkan wajahnya dan pergi.
Temannya ini, benar-benar memalukan!
Nindi mengikutinya dari belakang dengan ekspresi genit “Hei hei! Kenzie! Sebenarnya… Aku merasa kamu boleh mempertimbangkan Reyhan! Setelah kupikir-pikir, dia kaya, tampan, staminanya di atas ranjang juga luar biasa! Wow! Benar-benar suami idaman nomor satu!”
Kenzie berjalan semakin cepat, tanpa mempedulikannya, langsung meninggalkan temannya itu di belakang.
Sampai di Realtech, ia memberikan kotak kepada bagian resepsionis, dan memintanya untuk memastikan kota itu sampai ke tangan Reyhan. Seketika Kenzie terlepas dari beban yang begitu berat, dan menarik napas panjang.
__ADS_1
Kenzie kembali ke kantor dan bekerja dengan giat.
Dua hari kemudian, hari jumat pada sore hari, berkas proyek perencanaan fase kedua sudah selesai dikerjakan, Kenzie memberikan hasil kerjanya ke Gunadi, dari mata Gunadi terpancar rasa salut kepada Kenzie, “Kenzie, kamu benar-benar hebat!”
Kenzie dengan rendah hati tersenyum. “Ini hasil kerja keras karyawan yang lembur bersama, bukan hanya aku saja.”
Wajahnya yang putih dihiasi dengan senyuman, kedua matanya berbinar, seolah-olah dapat melihat isi hati seseorang.
Gunadi benar-benar menyukainya, ia bertanya, “Kenzie, hari sabtu ini, apa kamu sibuk?”
Sabtu? Kenzie tiba-tiba teringat kencan dengan Reyhan.
Tapi, dia sedang dinas ke luar kota, dan sudah memesan tiket pesawat hari minggu untuk pulang ke kota C kan?
Kenzie menggelengkan kepala. “Sabtu tidak ada urusan, Direktur Gunadi ingin meminta karyawan untuk lembur?”
Gunadi tersenyum. “Bukan. Aku punya 2 buah tiket konser musik, rencananya aku akan pergi dengan temanku, tapi ternyata dia ada urusan mendadak, jadi tidak jadi ikut. Sayang jika tiketnya dibuang, jadi aku bertanya apakah kamu kosong Sabtu ini, sekalian memintamu untuk menemaniku.”
Kenzie mengigit bibirnya dan terdiam.
Dibandingkan dengan Reyhan yang semena-mena, Gunadi lebih baik dan lebih lembut, setiap kali dia mengajak Kenzie pergi, ia selalu menggunakan kata-kata yang lembut dan sopan, sehingga membuat Kenzie sulit untuk menolaknya.
Ini benar-benar membuatnya resah.
Melihat Kenzie sedikit tidak nyaman, Gunadi langsung menunjukan tatapan sedih, ia dengan melanjutkan pembicaraannya dan berpura-pura seolah-olah dia baik saja. “Tidak apa-apa, jika kamu tidak bisa, aku pergi sendiri saja.”
Melihat Gunadi yang seperti itu, Kenzie sedikit tidak tega, ia hanya bisa tersenyum dan menjelaskan, “Bukan begitu, hanya saja aku kurang tertarik dengan konser musik…”
Niatnya adalah ingin menolak Gunadi secara harus, tapi Gunadi malah salah sangka, dengan cepat langsung berkata, “Jika makan malam tertarik kan? Rumahmu sejalur dengan jalan pulangku dari konser musik itu, jadi setelah selesai menonton konser, aku akan menjemputmu dan kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”
Ia harus pelan-pelan mencari cara untuk menolak Gunadi. Kenzie sungguh tidak enak hati menolaknya dua kali berturut-turut.
Jam pulang kerja pada hari jumat adalah waktu menyenangkan, teringat dirinya sudah lama tidak memasak, dalam perjalanan pulang, Kenzie membeli bahan masak di pasar, lalu bersiap pulang ke rumah untuk memasak makanan yang enak.
Kenzie membawa beberapa kantong belanja besar, saat akan masuk ke lift, matanya langsung membelalak, dunia serasa akan runtuh.
Di pintu lift, seorang laki-laki dengan kaki yang panjang sedang berdiri dengan santai. Jika bukan Reyhan, siapa lagi?
Bukannya ia hari minggu baru pulang? Kenapa… hari jumat sudah pulang?!
Lift masih belum naik, Kenzie dengan panik berlari ke arah tangga sambil membawa kantung belanjaannya yang besar.
Lelaki kurang ajar itu berhasil menahannya di tangga yang remang, “Kenzie! Kenapa lari?! Kenapa setiap bertemu denganku, kamu langsung lari?!”
Kenzie kesal, menoleh kearahnya dengan suara keras berkata, “Kenapa kamu terus menerus menggangguku? Kamu sangat kasar, sangat menyebalkan!”
Reyhan juga emosi. “Aku berusaha lembur, demi pulang lebih cepat, agar dapat bertemu dengamu, kamu malah bersikap seperti ini padaku?”
Tangannya yang begitu kuat, menjepit Kenzie hingga kesakitan. Dibawah cahaya koridor yang remang, dapat terlihat matanya penuh amarah.
Kenzie menyesal, kenapa dia lupa lagi, untuk menghadapi pria seperti Reyhan ini, ia hanya bisa melakukannya dengan cara lembut,ia tidak bisa membalas api dengan api.
Dia menelan kalimat berikutnya yang sebenarnya ingin ia ucapkan, yakitu ” Apa aku meminta kamu untuk lembur? Apa aku memintamu untuk pulang dan menemuiku?”, sebagai gantinya, ia berkata dengan lembut “Aku hanya tidak suka diganggu orang lain, membuatku merasa aku tidak memiliki privasi, rasanya setiap saat aku diawasi terus.”
Melihat nada bicara Kenzie yang lebih halus, Reyhan mengurangi tenaga di tangannya. “Kamu masih berani bicara seperti ini! Kenapa ponsel yang aku berikan padamu, kamu tolak?”
__ADS_1
Kenzie menjawab dengan sangat tegas. “Ponsel itu terlalu mahal, kalau menggunakannya, aku akan terus menerus terasa tertekan, aku akan takut ponsel itu tersiram ketika aku minum, takut ponsel itu dicuri ketika duduk di MRT, dan lainnya. Ponsel itu tidak cocok digunakan oleh orang ceroboh yang seperti aku.
“Jadi kamu sudah beli ponsel yang baru?” Reyhan langsung bertanya.
Kenzie mengangguk. “Sudah.”
“Lalu kenapa kamu tidak beritahuku nomormu yang baru?!” Nada bicara Reyhan kasar lagi.
Kenzie dekat cepat memperhatikan sekitarnya, di koridor yang remang, hanya ada anak tangga, jika ingin lari juga tidak bisa.
Ia hanya bisa menggunakan cara yang bijak untuk menghadapi Reyhan, tidak boleh keras!
“Eh… Aku juga tidak tahu nomormu, bagaimana aku bisa memberitahu kamu?” Kenzie mengeluarkan ekspresi seolah-olah tidak bersalah.
Reyhan mengelus kepalanya. “Baiklah, aku anggap kamu tidak menyadari kesalahamu, aku maafkan kali ini.”
Kenzie mundur selangkah, hatinya merasa sedikit terhina. Mengelus kepala bukankah perlakuan kepada anjing, kucing dan anak kecil?
“Kenapa kamu membawa begitu banyak barang?” Reyhan baru menyadari Kenzie membawa kantong belanjaan yang besar, ia mengerutkan alisnya, dia langsung mengambil semua belanjaan dari tangannya.
Isi kantong belanja semuanya bahan masak. Reyhan semakin mengkerutkan keningnya. “Kenapa berat sekali? Isinya apa saja?”
“Semuanya bahan masak, sayur-sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu masakan.” Kenzie dengan menurut menjawabnya, dibenaknya langsung berpikir dengan cepat, bagaimana caranya supaya Kenzie bisa pergi?
Entah bagaimana caranya Reyhan menemukan tempat tinggalnya, ini benar-benar menyebalkan!
Kenzie baru saja selesai bicara, perut Rehyan langsung berbunyi beberapa kali.
Kenzie tidak dapat menahan tawa, ia berkata “Hahaha,ini tidak mungkin, Presdir Realtech, ternyata bisa kelaparan? Apakah Realtech sudah hampir bangkrut? Bahkan kamu sampai tidak mampu membeli makanan?”
“Perempuan ini!” Reyhan menepuk kepalanya sekali.
Perbedaan tinggi mereka 14 cm, sangat mudah bagi Reyhan untuk menepuk kepalanya.
“Heihei! Jangan memukul kepalaku! Jika terus-terusan dipukul olehmu, aku yang awalnya pintar, bisa jadi bodoh!” Kenzie mundur selangkah sambil melototnya.
Dia tidak sadar sama sekali, dirinya sedang bercanda dengan Reyhan.
Kenzie tidak menyadarinya, tapi Reyhan menyadarinya. Ujung bibirnya tersenyum, “Jika Realtech bangkrut, itu juga karena kamu!”
Sambil berbicara, dengan alami Reyhan menggenggam tangan Kenzie, “Karena kamu sudah membeli bahan masakan, cepat masak makan malam yang enak untuk Presdir Realtech ini sebagai permintaan maaf!”
Jika Realtech bangkrut, itu juga karena Kenzie? Memasak makan malam untuk permintaan maaf?
Apa hubungannya semua ini dengannya ? Walau memikirkannya sampai kepalanya putus sekalipun, Kenie tidak akan mengerti.
Reyhan sudah sangat mengenal apartemen Kenzie, dia ambil tas Kenzie dan mencari kunci, seakan pulang ke rumah sendiri. Ia langsung masuk ke dalam apartemen tanpa rasa sungkan sama sekali! Gerakannya sangat alami dan santai, Kenzie ymelihatnya sampai terbelangah!
Reyhan menariknya masuk ke dalam rumah, “Ayo masuk, jangan sungkan!”
Reyhan tersenyum penuh maksud.
“Weh! Kamu… tidak merasa salah?” Kenzie bersumpah, dia hidupnya selama 27 tahun, Reyhan adalah orang yang paling tidak tahu malu yang ia temui!
“Lapar sekali, cepat masakan sesuatu untukku ! Aku seharian ini belum makan sama sekali!” Reyhan memintanya tanpa rasa malu, dan dengan nada manja.
__ADS_1