
Hello! Im an artic!
Ketika Kenzie bangun dari tempat tidur, langit sudah berubah gelap.
Kamar VIP yang dengan bau obat antibiotik yang samar terasa familia. Rasa sakit di pergelangan kaki telah hilang, hanya sedikit menyisakan mati rasa dan tidak nyaman.
Hello! Im an artic!
Siapa yang membawanya kemari? Apakah Reyhan? Dimana yang lainnya?
Hampir tidak ada cahaya di ruangan tersebut, Kenzie berjuang untuk meraih tombol lampu di dinding, tapi betisnya tidak bisa bebas bergerak, Kenzie mencoba meregangkannya lebih lama…
Tiba-tiba, tubuh Kenzie kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tempat tidur!
“Sakit!” Kenzie menyentuh siku kanannya, dan air matanya jatuh karena merasakan sakit yang amat sangat.
Hello! Im an artic!
Nasibnya sangat buruk! Hanya dalam satu bulan, Kenzie sudah berada di rumah sakit sebanyak dua kali.
Semakin Kenzie berjuang untuk bergerak, semakin dia tidak bisa bergerak, dan Kenzie merasa bahwa dunia ini sunyi sepi, dan tidak ada seoranpun yang bisa ia andalkan.
Tiba-tiba pintu kamarnya didorong dari luar, suara langkah kaki terdengar memasuki ruangan itu.
Kenzie sedang duduk bersandar di tembok, sebuah pot besar menutupi dirinya.
Reyhan memasuki ruangan itu, saat ia melihat kasur pasien yang kosong, dirinya panik dan pergi ke toilet untuk mengecek keberadaan Kenzie
“Tuan, siapa yang kamu cari?” Kenzie bertanya sambil melipat tangan.
Reyhan tampak kaget seperti tersambar petir, ia berbalik menatap sumber suara itu.
Diruangan yang gelap, Reyhan hanya bisa melihat bayangan kecil yang sedang meringkuk.
Reyhan langsung menyalakan saklar lampu.
__ADS_1
Cahaya menerangi wajah Kenzie yang sedang tersenyum, dan Kenzie menatap Reyhan sambil tersenyum nakal.
Otot-otot Reyhan yang sebelumnya tegang karena gugup dan takut, sekarang menjadi santai, Reyhan berjalan menghampiri Kenzie. Tanpa mengatakan sepatah kata apapun, ia langsung memeluk Kenzie.
Reyhan memeluk Kenzie begitu erat sampai rasanya tulang-tulang di tubuh Kenzie akan patah.
“Tuan, kenapa kamu tiba-tiba datang dan langsung memeluk? Apakah kamu tidak punya sopan santun?” tanya Kenzie serius sambil mengubur kepalanya dalam pelukan Reyhan dan mencium aroma mint.
Reyhan sama sekali tidak berbicara, tangan besarnya menarik kepala Kenzie, dan mencium Kenzie dengan lembut.
Kenzie sangat terkejut karena ciuman Reyhan, Kenzie hampir tidak bisa bernafas, tepat saat ia kepalanya terasa ringan, Reyhan melepaskan ciuman itu
Kenzie bersandar di lengan Reyhan dan dengan polosnya bertanya, “Reyhan, kamu tadi khawatir sampai akan menangis ya?”
Tadi ketika Reyhan nelihat bahwa di kasur itu kosong, ia panik dan ketakutan, Kenzie sama sekali tidak pernah melihat tatapannya yang ketakutan seperti ini.
Reyhan memegang hidung kecil Kenzie, “Ya, aku pikir kamu dibawa pergi oleh orang jahat dan diperkosa.”
“Hei, mengapa kamu begitu mengkhawatirkan aku?” Kenzie sebenarnya tahu alasannya, matanya menatap Reyhan jahil seperti kucing nakal.
Kenzie mengempiskan bahunya dan cemberut, “Reyhan! kamu jelas-jelas tahu, jawaban yang ingin aku dengar, bukan jawaban seperti ini!”
Kenzie tahu Reyhan adalah kekasih Tania, tapi untuk saat ini ia ingin egois, ingin mengabaikan realita untuk sesaat saja!
Walaupun besoknya mereka harus berpisah, ia ingin malam ini Reyhan menemaninya!
Melihat kekecewaan di wajah Kenzie, Reyhan tidak bisa untuk tidak tertawa dan menepuk jidat Kenzie, “Jawaban seperti apa yang ingin kamu dengar?”
Jelas sekali Reyhan ingin Kenzie yang terlebih dulu mengucapkan kalimat itu! Kenzie tidak sudi!
Kenzie melihat kearah Reyhan dan berkata, “Lupakan saja, jangan di bahas lagi, buang-buang waktu saja berbicara dengan kamu.”
Ia mendorong Reyhan, dan berjalan pelan ke tempat tidur.
Tiba-tiba, pinggang Kenzie dipeluk oleh Reyhan dari belakang, bibir Reyhan menempel di leher Kenzie, terasa nafas hangat Reyhan yang lembut ke telinga Kenzie, “Gadis bodoh, aku mencintaimu…”
__ADS_1
Kenzie terkejut mendengarnya, rasa senang menyebar dari lubuk hati sampai ke seluruh tubuhnya. Kenzie tidak bergerak, tidak juga melihat kebelakang, dan Kenzie menyandarkan tubuhnya pada Reyhan dan tidak bisa menahan senyum, “Baiklah.”
Reyhan menggigit daun telinga Kenzie, “Hanya ‘baiklah’? Kamu harus membalas hadiah dengan hadiah, begitu baru sopan, apa kamu tidak mengerti?”
Haha, apakah Reyhan ingin mendengar Kenzie mengatakan bahwa Kenzie juga mencintainya?
Kenzie merasa bingung, “Hei, aku mengantuk, aku harus segera tidur.”
Kenzie hendak naik ketempat tidur.
Reyhan memeluknya lebih erat, suaranya terdengar manja dan sedikit kesal, “Kenzie…”
Kenzie berbalik ke arah Reyhan, mata Kenzie menatap mata Reyhan, dan mulutnya berkata dengan nada serius, “Apa?”
Reyhan sedikit menggertakkan giginya, “Aku telah mengatakan apa yang perlu aku katakan! Sekarang giliranmu! Kalau tidak mengatakannya, kamu tidak boleh tidur!”
Tangan Reyhan menahan pinggul Kenzie, menahannya agar tidak naik ke atas kasur.
Kenzie bisa merasakan detak jantung Reyhan, Kenzie khawatir Reyhan tidak akan bisa mengontrol dirinya sendiri, dan melakukan sesuatu padanya di kasur rumah sakit ini, jadi ia berkata dengan cepat, “Baiklahaku juga mencintaimu!”
Setelah itu, Kenzie berpikir bahwa Reyhan paling tidak akan tersenyum, tapi anehnya, Reyhan sama sekali tidak bereaksi.
Kenzie berbalik dan menatap Reyhan karena penasaran.
Reyhan yang tadinya hanya terdiam bodoh itu, kini penuh dengan kebahagiaan, ia memandang Kenzie dalam dan berkata, “Kenzie, ini pertama kalinya kamu mengatakan bahwa kamu cinta padaku.”
Kebahagiaan, kepuasan, terlihat jelas pada wajah Reyhan.
Hati Kenzie terkejut, dan Kenzie tidak bisa menahan diri untuk menyentuh wajah Reyhan yang tampan. Suara Kenzie sangat ringan, “Reyhan, aku sangat mencintaimu.”
“Reyhan, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Apakah kamu tau itu?” kata Kenzie dalam hati.
Jari-jari Kenzie membelai wajah Reyhan dan dengan lembut melingkarkan lengannya di leher Reyhan. Kemudian, Kenzie berjinjit dan mencium Reyhan…
Reyhan merasa seperti seorang anak yang diberikan lolipop faksasa, Reyhan sangat senang sampai tubuhnya sedikit gemetar, ia memegang wajah Kenzie dan membalas ciumannya sepenuh hati.
__ADS_1
Ciuman mereka semakin lama semakin dalam, ciuman itu sangat indah, ciuman murni tanpa ada rasa nafsu. Kenzie benar-benar releks, ia telah memberikan semua yang ia miliki untuk Reyhan, ia telah memberikan separuh jiwanya untuk Reyhan…