CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 98 Bertambah Seorang Cucu Laki-Laki


__ADS_3

Rena menggendong bayi menuju kakek yang sedang duduk di sofa.


Bayinya sedang tertidur pulas, dengan kulit wajah yang masih muda, hidung yang mancung, mulut mungilnya yang merah muda, terlihat sangat lucu.


“Ini adalah Kakek Reyhan.” Bawahannya memperkenalkannya kepada Rena.


“Senang sekali bisa menemui Kakek Reyhan.” Rena merasa terbebani, mengangkat kepalanya sambil melihat Kakek Reyhan yang sedang tersenyum, di dalam hatinya dia merasa aneh, seorang kakek yang sangat ramah, mengapa bisa membuat orang merasa segan dan tertekan.


“Cepat, aku mau lihat bayi itu!” Kakek yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang cucu, begitu melihat anak kecil ini, matanya langsung tidak bisa berpaling.


Bawahannya menggendong bayi dari tangan Rena dan menghampiri Kakek Reyhan.


Terpancar raut muka bahagia di wajah tua Kakek Reyhan, tertawa sampai matanya pun tidak terlihat lagi dan segera menggendong cucu keakungannya.


Saat digendong Kakek Reyhan, mata bayi tiba-tiba terbuka, hitam dan terang sekali, melihat kakeknya tanpa berkedip.


“Waw! Cucu yang baik! Tahu banget lagi digendong kakek ya?” Kakek Reyhan sangat suka sekali dengan bayinya. Pertama kali melihatnya, dia sudah yakin, anak ini adalah milik keluarga Reyhan. Sudah memimpin begitu lama, tentu insting dan cara mengambil keputusannya sudah terlatih dengan baik.


Setelah mendengar perkataan Kakek Reyhan, hatinya baru merasa tenang, seperti sudah terlepas dari batu yang menimpanya. Pertama dia khawatir Kakek Reyhan tidak mau mengakui anak ini, akhirnya sekarang dia sudah bisa lebih tenang! Sepertinya sebentar lagi dia akan menerima uang yang sangat banyak!


Sambil bermain dengan bayi mungil ini, Kakek Reyhan baru menyempatkan diri untuk melihat Rena yang sedang duduk di sofa.


Rena memang cantik, tapi kelihatannya sikapnya kurang baik, perempuan seperti ini bukanlah cucu menantu impian yang diharapkan Kakek Reyhan. Sekilas Kakek Reyhan bisa menilai seseorang dari penampilannya.


Melihat tubuh langsing Rena, sama sekali tidak seperti orang yang baru melahirkan anak. Kakek Reyhan mulai meragukan Rena.


“Siapa namamu? Bagaimana kamu bisa mengenal Reyhan? Apakah ini benar adalah bayi kamu dan Reyhan?” Sekilas Kakek Reyhan terlihat sangat baik, tapi sekali serius, membuat orang mulai menjadi segan.


“Iya, nama aku Rena, anak ini adalah darah daging aku dan Reyhan. Ini sebenarnya ada kesalahpahaman, aku dan Reyhan, setahun lalu di suatu malam, kami mabuk dan …. ” Melihat Kakek Reyhan sedang melotot kepadanya, membuat Rena ketakutan melanjutkan ceritanya.


“Satu malam saja sudah punya anak? Sudah berapa besar anak ini? Apakah Reyhan tahu dengan kejadian ini?” Pandangan mata Kakek Reyhan semakin tajam. Dia merasa telah dibohongi perempuan ini.


Sambil memutar bola matanya, Rena mulai berbohong,”Bayi ini, sudah berumur dua bulan lebih. Dan Reyhan masih belum tahu …. ” Melihat ekspresi wajah Kakek Reyhan yang dingin, Rena semakin ingin meyakinkan Kakek Reyhan,”Tapi anak ini benar adalah keturunan keluarga Reyhan! Kalau tidak percaya, boleh coba tes DNA!”


Dengan menatap Rena dengan pandangannya yang tajam, dia ingin melihat apakah Rena sedang membohongi dirinya.


Rena terus menganggukkan kepalanya, dia mulai takut rencananya akan gagal.Kalau keluarga Reyhan tidak mau mengakui anak ini, rencananya akan berantakan semua!


“Paman Lee, panggil dokter kemari. ” terdengar kakek memerintahkan bawahannya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Kakek Reyhan ini, Rena mulai merasa tenang. Rena sekarang sudah bisa tersenyum bangga.


Sambil melihat Rena, Kakek Reyhan dengan suara tegasnya berkata,”Nona Rena, sementara tinggalkan anaknya di sini dulu, aku akan transfer seratus juta dollar AS ke rekening kamu. Setelah tes DNA keluar, uang ini akan otomatis masuk ke rekening kamu.”


Sesuai perjanjian, memberi kamu uang tidak masalah, tapi jangan harap bisa masuk ke keluarga Reyhan!


Seratus juta dollar AS! Mata Rena melotot serasa sedang bermimpi dan tidak yakin! Senang sampai membungkukkan badan,”Terima kasih Tuan, terima kasih Tuan!”


Rena yang gila uang, dari awal sudah terlihat di mata Kakek Reyhan, hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa.


Perempuan seperti ini, tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Reyhan! Tapi, sambil melihat bayi mungil ini, senyuman manja timbul di wajahnya, bayi ini benar-benar lucu, sangatlah mirip dengan Reyhan!


Bagus sekali! Dia akhirnya memiliki seorang cucu! Kakek Reyhan sangat akung dan tidak mau melepaskan bayi itu dari gendongannya.


Sebuah apartemen yang tidak terlalu populer di Chicago, terbaring Kenzie yang sedang melamuni anaknya.


Air mata sudah hampir kering, sedih dan sudah tidak berdaya lagi, sepasang tangan pucat terus mengelus perutnya….


Akung….akung mengapa harus meninggalkan Ibu? Ibu bahkan masih belum sempat melihatmu, putriku yang baik, bagaimana rupa kamu? Apakah wajahmu mirip Ibu?


Agus pun datang dengan membawa semangkuk sup ayam,”Kenzie, bangun dan minum sup ini! Badan kamu sangat lemah, harus banyak makan makanan bergizi.”


Hatinya merasa benci dengan Rena dan Agus, bayi yang dilahirkan sudah tiada, ini adalah takdir, dia tidak berniat menyalahkan siapapun, tapi mengapa tidak membiarkan dia melihat anaknya walaupun hanya sekejap? Dia dengan susah payah sudah mengandung selama sepuluh bulan, mengapa tidak membiarkan dia melihat bayinya sekejap dan baru diurus pemakamannya?


Rena tidak mau melihatkan anaknya kepada Kenzie, dengan alasan takut Kenzie sedih. Tapi apakah sekarang dia tidak lebih sedih lagi? Biarpun hanya bermimpi, dia ingin melihat anaknya, biarpun hanya sekejap…. ingin melihat bagaimana rupa anaknya, kalau tidak, kelak sudah kembali ke surga, dia bahkan tidak bisa mengenali anaknya sendiri….


Kedengaran putri ini, adalah seorang putri impiannya, anak keakungannya, tapi dia bahkan tidak pernah melihat rupa anaknya sendiri!


Air mata mengalir terus, bantal sudah basah semua oleh air mata, sedih sampai susah untuk bernafas lagi!


Baru beberapa hari saja, Kenzie sudah turun belasan kg, berat badan sudah melampaui batas normal sebelum melahirkan, turun dengan sangat drastis. Dia yang sedang terbaring lemas di tempat tidur, kurus tipis bagaikan kertas, benar-benar membuat orang merasa cemas.


“Tuan muda! Selamat, selamat!” Sesampainya Reyhan di rumah, para pelayan mulai mengucapkan selamat.


“Selamat?” Sambil mengerutkan alis, dan merasa aneh. Hari ini dia baru saja dapat laporan dari kota C, keberadaan Kenzie masih belum diketahui. Termasuk perempuan yang menjual cincinnya kepada Betty, juga sudah menghilang dan belum bisa ditemukan! Sama sekali tidak terlacak. Hatinya sangat sedih dan tertekan.


“Tuan muda, tuan sudah punya putra! Tadi pagi ada seorang perempuan dan membawa bayi itu ke sini, dan mengatakan itu adalah anak tuan muda, kakeknya sudah mengutus orang untuk melakukan tes DNA, apakah bayi itu adalah benar-benar milik tuan muda!” Pelayan mengatakan kabar gembira ini kepada tuan mudanya.


“Putra?” Reyhan kebingungan dan penasaran, mengikuti pelayan menuju ruangan.

__ADS_1


Terlihat kakek dan pengasuhnya sedang bermain dengan bayi. Begitu melihat Reyhan pulang, Kakek Reyhan melambaikan tangan kepada Reyhan dengan senang,”Reyhan, cucu aku sangat lucu, anak kamu, dia benar-benar membuat aku senang dan bahagia sekali!”


Reyhan mendekat, melihat anak yang tiba-tiba muncul di keluarganya.


Sepasang bola mata besar yang hitam dan terang dan sedikit kebiruan, terlihat sangat indah dan jernih, ditutupi bulu mata yang mungil nan indah, hidung yang mancung, bibir merah muda, melihatnya dengan penasaran


Hati Reyhan tiba-tiba melembut, sesekali memainkan bibir mungilnya, bayi ini membuat dia tersenyum bahagia!


Dia akhirnya berhasil menyentuh hati Reyhan, sekejap saja, dia langsung menyukai bayi ini. Ini adalah anak dia, suara hati dan kontak batin mengatakan dan meyakinkan kalau ini benar-benar adalah darah daging dia!


Kakeknya mulai cemburu dan berkata,”Wah anak kecil, setelah melihat Ayah langsung senang dan bahagia! Tadi digendong kakek mengapa tidak senyum sedikitpun?” Dia menggunakan tangan mengelus lembut wajah bayi itu, cara dia memanjakan cucunya semakin membuat orang tidak tahan melihatnya.


Dengan hati-hati Reyhan mulai menggendong anaknya dan melihat lebih teliti lagi. Semakin lihat semakin suka! Sambil tersenyum Kakek Reyhan berkata,”Kelihatannya, mirip sekali saat kamu masih kecil! Benar-benar mirip!”


Reyhan sendiri juga merasa kalau bayi ini tidak asing baginya, tapi semakin lihat semakin merasa bayi ini sedikit mirip dengan Kenzie! Bibir yang bergelombang, mata tersenyum bagaikan rembulan dan sama sipitnya, mirip sekali dengan Kenzie!


Reyhan menertawakan dirinya yang konyol,Reyhan, apakah kamu sudah gila! Kenzie sangat membencimu! Lagipula, bayi yang ada dalam kandungannya bukan anak kamu, itu adalah anak kakak kelas yang bernama…


Dengan penuh kasih akung menggendong bayinya, menempelkan wajah mungil ke wajahnya. Reyhan merasa dirinya sangat menyukai bayi ini. Pandangan pertama saja sudah membuatnya sangat suka.


“Reyhan, beri nama buat anakmu! Kakek Reyhan meminta sambil menciumi pip si kecil.


Reyhan berpikir sejenak,”Ken. Panggil saja dia Ken.”


Ken, sambil berpikir, Kakek Reyhan menggelengkan kepala, nama ini tidak bagus, tidak cukup berwibawa.


Sambil melihat Kakek Reyhan, Reyhan pun berusaha meyakinkan dia,”Panggil saja dia Ken. “Mereka berdebat sebentar, sudahlah, melihat dia yang sangat lucu dan patuh seperti itu, panggil saja dia Ken.


Ken kecil, anak baik, cepat tumbuh besar! Kalau sudah besar, kakek mau bawa kamu keliling dunia!” Sang kakek mulai bermain dengan cucunya. Tiba-tiba muncul perasaan sedih,”Loh, cucu yang pintar, kalau kamu besar, kakek sudah tua, kakek takut tidak bisa melihatmu tumbuh besar!


Suasana tiba-tiba menjadi sedih, Reyhan mendekat dan memandang Kakek Reyhan, dia juga merasa sedikit sedih, kakek benar-benar sudah tua, rambut sudah penuh dengan uban.


“Reyhan, sebenarnya kamu main-main sampai kapan? Kapan baru mau menikah?!” Nada suara Kakek Reyhan membesar, cucu satu ini benar-benar terlalu santai, sudah berumur 27 tahun, tapi masih saja belum mau menikah. Dia masih berharap bisa ikut menghadiri pesta pernikahan Reyhan.


“Kakek, kakek jangan khawatir.” Reyhan berkata dengan santai.


“Jangan khawatir? Jika tidak khawatir apakah kamu seumur hidup ini tidak akan menikah?” Kakek Reyhan terlihat sangat marah,” Paman Lee, bagaimana dengan kabar pencarian istri buat Reyhan? Dalam minggu ini harus kasih laporan hasil ke aku aku!”


Melihat Kakek Reyhan yang terlihat marah dan emosi, Paman Lee cepat menjawab,”Aku sudah kasih seribu lembar foto ke tuan muda, tapi tidak ada satupun yang dia suka! Bahkan bertemu pun tidak mau!”

__ADS_1


“Kalau gitu cari seribu gadis lagi! Cari semua gadis di dunia yang belum pernah menikah, biarkan dia pilih sendiri!” perintah Kakek Reyhan dengan suara tegas.


__ADS_2