
Hari-hari ia lewati dengan tanpa semangat, Kenzie bahkan tidak bersemangat mencari pekerjaan sama sekali.
Kenzie pergi melamar dan interview di beberapa tempat, tapi hasilnya tidak begitu memuaskan.
Hello! Im an artic!
Untungnya, saat ia mengundurkan diri dari Cavern Co., mereka memberikannya sedikit uang, yang cukup untuk kebutuhan hidupnya selama beberapa waktu.
Kenzie penasaran, jika tidak ada Reyhan di belakangnya, apakah Cavern Co. masih akan memberikannya uang sebanyak itu setelah mengundurkan diri?
Kenzie tidak memiliki perasaan terhadap Reyhan, dan dia tidak mau terikat dengannya, tapi dirinya selalu hidup dibayang-bayang Reyhan.
Hanya saja sekarang, bayang-bayangan itu terasa mulai pudar, dan Kenzie tidak terbiasa dengan itu…
Hello! Im an artic!
Ia menyumpah sambil duduk menonton TV sampai larut malam, Kenzie bahkan tidak menyadari bahwa sekarang sudah larut malam.
Saat Kenzie akan menyalakan lampu, tiba-tiba Kenzie mendengar suara gerakan kabel dari luar pintu.
Kenzie melompat karena terkejut.
Itu…Apakah itu Reyhan?
Tubuhnya terhenti di dekat pintu, Kenzie tidak tahu apa dia akan tetap membuka pintu atau kembali ke tempat tidur.
Kenzie melihat sebuah jarum silver panjang dan kecil menyelip di sela-sela pintu. Jarum itu begitu panjang, hampir menyentuh ujung kaki Kenzie.
Berbekal cahaya dari televisi, Kenzie terus menatap jarum itu, karena begitu ketakutan Kenzie pun menahan nafasnya.
Bukan Reyhan! Orang diluar bukan Reyhan!
Apa maksud dari jarum silver ini? Siapa orang diluar? Apa yang mereka inginkan? Ketakutan benar-benar menyelimutinya, Kenzie hendak kembali untuk mengambil ponselnya.
Sesaat sebelum berbalik, tiba-tiba asap keluar dari jarum itu, asap itu mengebul,memenuhi ruangan.
__ADS_1
Kenzie berteriak histeris, dan dengan cepat mundur satu langkah, menutupi mulut dan hidungnya dengan rapat, melihat ke arah asap yang memenuhi ruangan.
Matanya mulai berair, dan tenggorokkannya mulai sakit. Sampai detik ini, Kenzie akhirnya menyadari bahwa ini adalah obat bius.
Orang di luar pintu, pasti ingin membiusnya dulu, baru masuk untuk mencuri atau memperkosa…
Lari! Kabur ! Dia dengan susah payah berlari ke kamar tidur, menutup dan mengunci pintunya, ia membuka jendela dengan lebar, membiarkan udara segar masuk ke dalam kamar.
Dengan tangannya yang gemetar, ia berusaha mengambil ponsel yang berada di tempat tidur, pikirannya berputar cepat, ia berusaha menelepon 110, tapi ia malah menelepon Reyhan.
“Hallo?” Di ujung telepon, ada suara khas orang mabuk yang terdengar kebingungan.
Kenzie hanyabisa berkata, “Cepat datang ke rumahku…” tangannya bergetar hebat hingga ponsel di genggamannya jatuh.Ponsel itu terguling ke bawah tempat tidur, dan Kenzie mendengar suara Reyhan yang bicara dengan nada marah “Tidak. Bukankah hubungan kita sudah berakhir?Kenzie apakah kamu tidak tahan kesepian…”
Kenzie pun akhirnya pingsan, sebelum pingsan Kenzie menunjukkan senyum lirih di wajahnya.
Kenzie sangat naif, ia berpikir bahwa Reyhan akan datang untuk menyelamatkannya.
Ia bersyukur karena Reyhan memutuskan hubunga mereka, ia bersyukur karena sifat Reyhan yang dingin dan kejam, ia akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.
Atap kamar berwarna biru, tirai berwarna putih, kamar yang rapi, peralatan rumah sakit yang mahal, ini pasti kamar VIP.
Kenapa Kenzie bisa sampai disini? Kenzie menyentuh tubuhnya sendiri, untungnya semuanya dalam keadaan baik-baik saja, tangan dan kakinya semua masih bisa bergerak, hanya kepalanya saja yang sedikit sakit, yang lainnya baik-baik saja.
Terlebih lagi, sepertinya tidak ada bekas kekerasan seksual.
Kenzei bernafas lega, ketika akan membunyikan bel untuk bertanya siapa yang mengirimkan dirinya kerumah sakit, suster dengan pakaian warna merah muda masuk sambil membawa thermometer untuk mengecek suhu tubuhnya.
“Suster, bolehkah aku bertanya siapa yang mengantar aku kerumah sakit? Aku pingsan kemarin malam, dan aku tidak bisa mengingat apa-apa.”
Pasti Nindi. Pasti Nindi memiliki firasat buruk dan langsung pergi ke rumah Kenzie untuk menyelamatkannya.
Suster menggelengkan kepalanya dan berkata, “aku tidak tahu. Aku tidak bertugas tadi malam. Tapi aku akan membantumu untuk bertanya pada suster yang berjaga.”
Beberapa saat kemudian suster masuk sambil tersenyum. “Nona Kenzie, kamu diantar oleh seorang pria kemarin, tapi kami tidak tahu namanya siapa.”
__ADS_1
Seorang pria? Hati Kenzie langsung terkejut seperti tertimpa batu, dan dia langsung bertanya, “pria seperti apa?”
Wajah suster itu mulai memerah, “aku tidak melihatnya. Tapi aku mendengar bahwa wajahnya sangat tampan. Seperti kombinasi dari Wanglihong dan Luhan. Tidak, bahkan lebih tampan dari itu! Oh iya, Amanda mengambil foto pria itu, aku akan menyuruhnya kemari untuk memperlihatkannya kepadamu!”
Perawat itu juga sebenarnya ingin melihat fotonya dengan mata kepalanya sendiri. Kenzie masih kebingungan, menurutnya seharusnya bukan Reyhan, mengingat kemarin Reyhan berbicara dengan penuh amarah saat Kenzie meneleponnya.
Tapi kalau bukan Reyhan, diantara teman-teman prianya tidak ada lagi yang tampan.
Perawat yang lain masuk sambil menyerahkan ponselnya untuk memperlihatkan foto kepadanya
“Hei, pria ini,sangat tampan!”
Foto tersebut memperlihatkan wajah Reyhan mengenakan pakaian tidur, rambutnya berantakan,wajahnya cemas, dan mulutnya melengkung tajam, yang merupakan eskpresi ketika dia gugup. Apa dia, sedang mengkhawatirkan Kenzie?
Melihat rambutnya yang berantakkan seperti ayam,dan juga bajunya yang tidak layak, bahkan untuk dipakai untuk tidur, Kenzie ingin tertawa, tetapi air matanya tiba-tiba menetes.
Suster tidak menganggap itu aneh, dan masih mengagumi wajah Reyhan, “Hei, Pria yang tampan, bagaimanapun tetap saja tampan, walau hanya mengenakan piyama dan sepasang sandal!”
Kenzie memperhatikan kaki Reyhan yang mengenakan sepasang sandal rumah.
Jelas, dia keluar rumah dengan terburu-buru dan bahkan tidak sempat mengganti pakaiannya.Reyhan selalu tampil rapih dan berwibawa, dan dia harus mengatur rambutnya dahulu sebelum pergi keluar rumah. Sekarang, dia datang kerumah sakit mengenakan piyama dan sandal. Tapi tetap saja semua orang memandangnya dengan takjub, bahkan yang mengambil fotonya.
Air matanya mengalir kembali.
Perawat itu akhirnya tertegun melihat wajah Kenzie lalu tersenyum dan berkata, “Kamu pasti terharu ya? Kamu sangat beruntung memiliki kekasih seperti itu!”
Kenzie menggigit bibirnya dan menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Tidak. Dia bukan kekasihku.”
“Bukan kekasihku?” perawat itu sedikit terkejut. Ketika dia memikirkannya, dia merasa lega, “Tidak heran, ketika dia mendengar bahwa kamu baik-baik saja, ia langsung pergi. Jika dia itu kekasihmu, dia pasti tinggal untuk menemanimu sampai kamu bangun. “Awalnya ia biasa-biasa saja, tapi setelah mendengar kata-kata perawat itu, Kenzie merasa sedih.
Apakah dia terlalu percaya diri? Reyhan memang menyelamatkannya, tetapi karena rasa kemanusiaan, Reyhan sadar jika dia tidak pergi menyelamatkannya, berarti ia tidak berperikemanusiaannya. Ini tidak ada hubungannya dengan perasaan.
Kalau ini ada hubungannya dengan perasaan, kenapa dia pergi terburu-buru?
Ini pasti karena Reyhan tidak ingin melihatnya siuman, tidak ingin melihatnya lagi.
__ADS_1