
“Wanita seperti kamu benar-benar tak tahu diuntung !” Reyhan menatapnya.
Tatapan matanya menatap lurus ke wajah Kenzie, ia terlihat sangat agresif, membuat Kenzie menjadi takut, Reyhan yang sedang marah, benar-benar membuat siapapun takut.
Akhirnya Kenzie tidak berbicara apapun.
Lift sedang mengarah naik ke atas, pada empat dinding lift yang terbuat dari baja stainless, Kenzie dapat melihat jelas bayangan Reyhan. Ia mengenakan kemeja silver tanpa dasi, dua kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka begitu saja, dan kerahnya terbuka.
Sosoknya tinggi dan tegap, gayanya terlihat seperti pangeran yang arogan, ditambah ketampanannya, terpancar pesona pria dewasa yang menawan.
Sial, Kenzie tiba-tiba menyadari kesalahannya.
Ia tiba-tiba merasa nyaman dengan apa yang dilihatnya. Diam-diam Kenzie menatapnya, tetapi mata Reyhan tetap mengarah ke tombol lift, tidak melihat tatapan Kenzie.
Kenzie menghela nafasnya, dengan sedikit kaku ia berkata: “Presdir, kamu tidak perlu mengantarkanku, aku bisa kesana sendiri.”
Kenzie merasa bahwa dirinya mengatakan itu dengan sangat lembut. Tetapi Reyhan tidak menghiraukannya dan langsung berkata: “Diam!”
Kenzie menggigit bibirnya, tak berani berbicara lagi. Dia tidak ingin dimarahi Reyhan lagi.
Hatinya tidak tenang, apakah Reyhan benar-benar peduli kepadanya? Tetapi kenapa kepeduliannya ini malah membuat orang menjadi tidak nyaman?
Bukannya membuat hati orang lain terasa hangat, perhatiannya malah membuat orang tidak nyaman.
Ia peduli pada orang lain, tapi sifatnya selalu egois, hati Kenzie bimbang, Reyhan pada dasarnya adalah pria yang sangat sombong.
Tanpa ia sadari, kepala Kenzie menggeleng, dan ia menghela nafas, menandai Reyhan dengan label “orang sombong”, mungkin karena ekspresinya sangat jelas, Reyhan tiba-tiba menghadapnya: “Kenzie, apa yang baru saja kamu bisikkan?”
“Hah? Tidak ada!” Kenzie tidak mungkin mengakui bahwa dalam hatinya ia sedang mengumpat Reyhan.
“Benar-benar tidak ada?” Reyhan pelan-pelan menengok dan menatapnya, suaranya berubah jadi lemah dan lembut, membuat Kenzie seketika terkesima.
Kenzie membuang mukanya dan menganggukkan kepalanya yang berarti ia mengiyakan.
Reyhan tiba-tiba menjulurkan tangannya dan menyentuh kepalanya: “wanita bodoh, kita sudah tiba di lantai 19!”
Kenzie menaikkan kepala dan melihat bahwa lift benar sudah tiba sampai di lantai ruang pengobatan, lantai 19.
Dua orang itu berjalan ke ruang pengobatan.
Reyhan menarik tangan Kenzie dan berkata: “Apakah kamu ada masalah dengan sekretaris Vera?”
Kenzie segera menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin Reyhan memarahi orang lain: “Tidak ada, kamu jangan berpikir terlal jauh, sekretaris Vera pasti tidak sengaja.”
“Tak peduli ia sengaja atau tidak, ia sudah melukai wanitaku, ia harus membayar ganti rugi.” Reyhan menjawabnya. Matanya terlihat sangat tajam.
__ADS_1
“Cih!” Kenzie mencibir kata-kata Reyhan: “Presdir, apa kamu tidak salah? Bukankah Vera wanitamu juga? Dengar-dengar kalian pernah menjalin asmara.”
Pria itu tidak mengubah ekspresinya, juga tidak mengakui wanita itu pernah tidur dengannya.
“Kenzie, apa kamu cemburu?” Reyhan menundukkan kepala dan melihatnya, udara panas melewati telinga Kenzie, parfum beraroma segar di bajunya, membuat udara disekitar Kenzie terasa sejuk.
Kenzie buru-buru mundur selangkah, mengambil jarak di antara dirinya dengan Reyhan: “Tentunya saja tidak, aku hanya memperingatkanmu, jangan menyakiti perasaan orang lain.”
Kenzie mewakili Vera, siapa tak tahu kalau Reyhan tak memiliki hati terhadap wanita.
“Serius?” kata Reyhan dengan suara rendah, menghiraukan komentar Kenzie, dan ia terus maju selangkah demi selangkah, membuat Kenzie terperangkap di pojok.
“Hei, hei, Reyhan kamu jangan kebiasaan ya! Ini di kantor! Kamu tidak takut bawahanmu melihat kamu menggoda karyawati?” Kenzie tidak bisa kabur!
Ia menggunakan kedua tangannya untuk mendorong dada Reyhan yang bidang, Kenzie bisa merasakan otot Reyhan yang kuat, tangannya yang tegas. Wajah Kenzie tiba-tiba memerah. Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?!
Reyhan melihat wajah Kenzie yang memerah, perasaannya menjadi lebih baik. Ia menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Kenzie, berkata: “Kenzie, wajahmu memerah. Apa yang sedang kamu pikirkan?”
Aduh! Kenzie marah. Pria ini benar-benar membuat orang tidak bisa berkata-kata!
“Kamu benar-benar menyebalkan!” ucap Kenzie, lalu berlari meninggalkan Reyhan untuk pergi ke ruang pengobatan.
Melihat Presdir tiba, beberapa dokter di ruang pengobatan berdiri dan menyambutnya: “Presdir.”
Reyhan menganggukkan kepalanya, membawa Kenzie duduk di sofa, mengangkat lengan Kenzie yang terluka dan memberi perintah: “Tangannya melepuh, cepat bantu dia.”
Reyhan adalah orang yang dingin, di Group Realtech ia terkenal sebagai presdir dari gunung es, jarang sekali ia perhatian dan hangat seperti ini.
Mereka terus melirik Kenzie. Wanita ini biasa saja, cantik, tapi bukan wanita yang luar biasa.
Apakah selera Presdir sudah berubah? Dulu bukannya ia hanya suka pada gadis-gadis yang seksi? Mungkin ia ingin mencoba rasa yang lain. Bubur ini rasanya tak akan lama.
Semua mata yang memandangnya itu, membuat Kenzie merasa tidak nyaman, ia yakin, ia tidak mungkin bisa bertahan lebih dari seminggu di kantor ini.
“Kenapa kalian terus menatapnya? Tidak mau mengobati lukanya?” Reyhan bersuara. Dokter-dokter itu kaget dan buru-buru mengobati luka Kenzie.
Ketika salep itu dioleskan pada lengannya, Kenzie merasa kesakitan sampai mengerutkan alisnya.
“Sudah, sudah, sebentar saja akan baikan.” Reyhan menunduk melihat Kenzie, menggunakan nada bicara seperti seorang ayah berbicara pada putri kecilnya
Para dokter benar-benar terkejut!
Presdir ternyata bisa selembut ini, kelembutan Presdir seperti bisa menyembuhkan semua luka di dunia ini! Para perawat yang masih lajang menatapnya dengan romantis, pria ini benar-benar sempurna!
Penampilannya saja yang terlihat sombong, tetapi dalam menghadapi wanita justru begitu lembut…Para perawat wanita itu terpana…
__ADS_1
Melihat tatapan para dokter di sekelilingnya, Kenzie merasa sangat tidak nyawan. Ia mencoba melepaskan tangannya dari Reyhan dan menatapnya sambil mengerutkan alis.
Benar-benar menyebalkan, ini hari pertamanya bekerja, ia tidak ingin orang-orang melihatnya sebagai makhluk aneh. Ini semua gara-gara Reyhan, bukannya awalnya ia yang menyuruh Kenzie untuk bekerja disini? Dan Reyhan juga mengatakan akan memperlakukannya seperti karyawan biasa, tetapi ia malah tidak menepatinya janjinya.
Kenzie melihat Reyhan dan berusaha menjauhkan dirinya dari Reyhan.
Ketidaksukaan Kenzie terhadap Reyhan nampak sangat jelas, dokter di sekelilingnya bukan hanya terkejut, bahkan bola mata mereka seperti ingin jatuh!
Wanita ini benar-benar berani! Bahkan ia bisa-bisanya tidak suka dengan Presdir! Hati para penonton di ruangan itu memuji Kenzie, Kenzie seketika menjadi idola nomor satu mereka.
Saat Reyhan membawa Kenzie ke ruang pengobatan, Kenzie sudah menjadi pusat perhatian satu perusahaan.
Satu perusahaan seperti meledak, semua orang sibuk mendiskusikan hubungan Reyhan dan Kenzie.
Ketika Kenzie dan Reyhan meninggalkan ruangan itu, para dokter disana langsung menyebarkan kejadian yang barusan terjadi antara Kenzie dan Reyhan!
Termasuk saat presdir yang ingin menarik tangan wanita itu, tetapi wanita itu malah menolak dan menatapnya tajam, termasuk saat dimana presdir mengingatkan wanita itu kalau setelah diobati lukanya akan membaik, sikap Reyhan terhadap Kenzie sudah dilihat oleh ribuan mata, Kenzie mencatat sejarah terbaru di kantor!
Setelah lepas dari jeratan Reyhan, Kenzie pun kembali ke kantornya.
Kenzie memohon kepada Reyhan: “Tolong Reyhan, jangan ikuti aku, ya? Tadi sudah banyak sekali orang yang melihatku bersamamu, sekarang kalau kamu mengantarku kembali ke ruanganku, apa yang akan dipikirkan orang-orang tentangku?!”
Reyhan mengerutkan keningnya: “Kenzie, jangan berpikir yang tidak-tidak! Aku hanya sekalian lewat, untuk kembali ke kantorku, aku juga harus lewat sini.”
Kenzie menganggukkan kepalanya: “Oh iya! Kalau begitu aku turun tangga saja ya?”
Reyhan menjulurkan tangannya dan menarik baju Kenzie: “turun dengan lift bersamaku!”
Kenzie pun kembali ke ruangannya dengan lirikkan dari mata semua orang sepanjang jalannya, perutnya sampai mual.
“Kenzie, kamu sudah kembali? Lenganmu bagaimana?” Melihat Kenzie sudah kembali, Nindi buru-buru menghampirinya.
“Oh tidak apa-apa, setelah diolesi salep lukanya sudah lebih baik. Tidak perlu khawatir.” Kenzie tersenyum ke Nindi.
Melihat Reyhan yang juga sudah kembali, di waja Vera tersirat senyum yang cerah, ia berjalan ke sebelah Kenzie, berpura-pura perhatian kepadanya: “Kenzie, aku benar-benar minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja! Kamu tidak apa-apa kan?”
Kenzie melirik Reyhan yang sedang menatap serius lengan Kenzie, lalu melirik Vera yang sedang bersandiwara, Kenzie menghela nafasnya dan menjelaskan: “tidak apa-apa, sudah tidak begitu sakit.”
“Kenzie, kamu benar-benar baik, aku benar-benar terharu…” Vera berpura-pura, kedua matanya tidak mengarah ke Kenzie, melainkan ke Reyhan.
Mata Reyhan yang tajam dan ekspresi wajahnya yang dingin seperti pangeran dingin yang tak terkalahkan, ia seakan membawa aura dingin.
“Sekretaris Vera, kamu dipecat!” ucapnnya dingin, tatapan tajamnya menusuk Vera.
“Presdir!” Vera terkejut karena ucapan Reyhan, sepasang matanya Menunjukkan ketidak percayaannya.
__ADS_1
Ia tidak mengerti dan tidak senang, kenapa Reyhan memecatnya hanya demi seorang sekretaris biasa saja seperti Kenzie ini?”
“Presdir, sekretaris Vera tidak sengaja, kenapa kamu menghukumnya sampai seperti itu?!” Kenzie membela Vera.