
3 minggu kemudian, Reza dan riyani sudah bersiap siap untuk berangkat ke kampus dan ke kantor. Riyani sudah siap dengan baju santainya.
Sedangkan reza memakai pakaian yang lebih membuat dirinya terlihat gagah.
Reza dan riyani sedang menyantap makanan yang dihidangkan tapi saat ia sedang mengambil lauk untuk reza, riyani yang tidak sengaja mencium kemeja riyani langsung lari ke dalam kamar mandi. Ia mengeluarkan suara muntah muntah tapi tidak ada makanan yang keluar melainkan air.
" Kamu kenapa sayang? gak enak badan? perlu kedokter?" Reza panik.
" Gak usah mas ini masuk angin aja" Ucap riyani.
" Bener kamu ga papa?" tanya reza khawatir. Hanya dibalas anggukan saja oleh riyani.
Merekapun melanjutkan makan pagi mereka. Saat enak makan, tiba tiba hp riyani berbunyi.
Drrrrrrt.... drrrrt....drrrt....
" Halo,Siapa ya?"
" Lupa sama aku nih?" Tanya seorang pria dari telepon.
" Beneran aku gak tau, siapa ya? kalau gak mau jawab saya matiin ya..." Ucap riyani.
" Ehh... gitu aja ngambek, ini aku Ryan sahabat kamu!! Masa lupa sih" Ucap Pria itu.
" AAAAAAA!!! Ryan!!! Kamu udah balik dari itali?!!! Seriuuuuus ini kamu?!" Ucap riyani sambil berteriak.
Reza yang mendengar nama laki laki itu langsung mengepal tangan. Ia paling tidak suka saat mendengar nama laki laki dari mulut riyani.
" Iya lah siapa lagi... Eh kita ketemuan yuuk hari ini"
" Boleh boleh.... abis gua kuliah aja ya" Ucap riyani.
" Jam berapa?" Tanya pria itu.
" Sekitar jam makan siang..." Jawab riyani.
" Oke nanti aku luangin waktu buat sahabatku tercinta ini.."
" So sibuk loe" Ledek riyani.
" Yaudah, daahh... Kasih kiss dong buat aku"
" Dih.. Nih... Muaaach💋" Cium riyani lewat hp.
" Bye..."
*' Ryan adalah sahabat riyani dari SMA. Dia memang gagah dan juga tampan tapi... dia juga lelaki setengah wanita. Jadi mana mungkin riyani akan menyukainya. Ryan yang tadinya Kuliah di itali sekarang sudah selesai menempuh pendidikannya itu. Sekarang ia sudah menjadi disainer papan ataaaas!!! Saat berjalan ia sangat gagah tapi saat mengobrol sifat wanitanya keluar dan tidak bisa dihentikan. Itulah sosok ryan gaees'*
__ADS_1
" Dari siapa?!" Tanya reza sedikit menaikan nada suaranya.
" Sahabat aku mas" Ucap riyani sambil senyum senyum menatap ponselnya. Reza mengambil hp riyani dan membantingnya.
PRANG!!!
" Mas kenapa dibanting?" Tanya riyani langsung berjongkok memungut ponselnya.
" BANGUN!!!" Teriak reza sambil menarik lengan riyani, agar riyani berdiri.
" Siapa cowok tadi?" Tanya reza dengan wajah dingin.
" Tadi itu sahabat aku dari SMA mas... namanya ryan, aku sama dia cuman sahabatan doang kok mas gak lebih" Ucap riyani dengan suara getar.
" Ayo berangkat" Ucap reza melepas lengan riyani dan berlalu pergi ke arah mobil yang sudah terparkir di depan pintu rumah. Riyani pun mengikuti reza, ia berlari kecil karna langkah reza terlalu cepat untuknya.
Saat di mobil tidak ada satupun yang berbicara. Reza hanya memandang lurus dan riyani memandangi jendela di sebelahnya. Riyani pun memecahkan keheningan itu.
" Mas, aku abis jam kuliah mau main yah sama temen aku" Ucap riyani.
" Terserah"
" Maaaaaas jangan gitu dong... aku main sama intan juga kok" Ucap riyani sambil memeluk lengan reza.
"...." Reza tidak bicara apapun.
" Yaudah yaudah.... Gak usah!" Ucap kesal riyani.
" Boleh" Jawab reza.
" Bener mas?!"
" Hmm"
" Yeeeeeey makasih maaaas" Riyani sambil memeluk tubuh reza dari samping. Reza hanya diam tidak membalas pelukan riyani.
Sesampainya dikampus riyani mengambil tangan reza dan menciumnya, ia langsung berlari kedalam kampus tanpa menunggu mobil reza pergi. Reza kesal karna riyani seperti tidak memperdulikannya.
***
Kampus
Selesai kelas riyani dan intan mengobrol sambil berjalan kearah pintu utama.
" Intaaaaaaaan" Teriak riyani dari jauh dan langsung memeluk intan.
" lepaaas yaaa gak bisa napas" Ronta intan.
" Eh iya iya"
" Emang ada apa si lo sampe seneng gini" tanya intan.
" Iniiiiii lu inget gak ryan?" Tanya balik riyani.
__ADS_1
" Inget, dia sekolah di itali kan" Jawab intan.
" Iya, sekarang dia udah baliiiiiiik!!" Teriak riyani.
" Oh"
" Kok oh doang sih tan"
" Emang gua harus ngomong apa?"
" Seneng kek apake kalau gak teriak kek gua juga boleh"
" Oh itu sih lo aja"
" Hyuu ikut yah.. gua gak boleh berduaan doang sama mas reza" Pinta riyani dengan mata berbinar binar.
" Iya iya"
***
Sesampainya di restoran yang dituju riyani dan intan menyari keberadaan ryan. Saat mereka sedang menyari ada sesosok laki laki yang melambaikan tangannya.
" Riaa sini!!" Ucap laki laki itu.
" Eh itu ryan" Ucap riyani berjalan menuju meja yang terpojok.
" Riaaaaa aku kangen banget deh sama kamu" Ucap ryan yang layuuuu. sambil memeluk riyani
" Aku jugaaaa" balas riyani.
Saat mereka sedang berpelukan, ada sesosok laki laki suruhan reza untuk mengikuti riyani. Memfoto mereka saat berpelukan. Ia langsung mengirim foto itu ke reza.
POV Reza
Drrrrt...drrrrrt... (Pesan masuk)
Saat mendengar ponselnya berbunyi reza langsung membuka ponselnya. Ia melihat pesan itu dan mengepalkan tangannya.
" Kurang ajar!" Marah reza membanting ponselnya ke lantai.
" Berani beraninya kamu berpelukan dengan pria lain!!" Marah reza.
" Ada apa bos?" Tanya kevin.
" Jangan banyak bicara kamu!" Teriak reza.
" Kan cuman nanya" Ucap kevin membela dirinya.
" Saya bilang berisik ya berisik" Ucap reza jengkel dengan asistennya. Kevin langsung menutup mulutnya dengan tangan.
***
VOTE!! Penting LIKE and KOMEN Sebanyak banyaknya! Jadikan FAVORIT+❤! Ayo ayo! Sekarang jangan nanti nanti! Ayo buruan aku Hitung 1,2,3! Makasih♥
__ADS_1