
🦋LIKE, VOTE, KOMEN, AND JADIKAN FAVORIT 🦋
Reza yang kini sedang duduk di tepi kasur langsung memeluk Riyani, ia sangat merindukan Riyani sejak lama. Karna waktu Reza marah pada Riyani karena Riyani tidak ingin berhenti dengan kuliahnya.
" Sayang aku-" Ucapan Reza terhenti saat teriakkan Rafa memasuki kamar.
" Mama..." Panggil Rafa sambil menangis histeris.
" Rafa kamu kenapa sayang" Riyani mengangkat tubuh Rafa dan membawanya ketepi kasur.
" Lafa mau tidul sama mama, tapi kata papa gak boleh" Rafa menangis dengan sekencang kencangnya.
" Nggak boleh?" Tanya Riyani pada anaknya.
" Iya!! kata papa kalau Lafa nggak tidul sama mama Lafa bakal punya adik... Lafa nggak mau adik maaah!!!" Teriak Rafa.
" Rafa... maksud papa itu..." Ucapan Reza terhenti saat tangan Riyani menyambar bibirnya.
" Rafa mau tidur sini kan? ayo tidur sama mama disini yah sayang, jangan nangis lagi" Riyani menidurkan tubuh Rafa di ranjang.
" Tapi kan-"
__ADS_1
" Sabar..." Riyani menepuk tepuk paha kecil Rafa.
Reza membaringkan tubuhnya membelakangi Riyani dan Rafa yang tidur di tengah tengah mereka. Riyani sudah biasa melihat suaminya ngambek padanya karna Rafa kecil.
" Sayang sekali saja" Ucap Reza masih memunggungi Riyani dan Rafa.
Hening, tidak ada jawaban sama sekali dari Riyani. Reza yang tidak mendapat balasan dari Riyani ia pun langsung menengok kearah belakangnya dan terlihatlah Riyani yang tertidur sambil menepuk paha Rafa.
" Sudahlah lupakan..." Reza kembali menidurkan tubuhnya menghadap kedua orang yang sangat ia cintai.
•••
Pukul 01:46 WIB
KREEEK
Riyani membuka pintu rumah dan terlihat seorang anak laki laki sekitar 4 tahun sedang menangis sambil menggendong tas yang besar.
" Ya ampun sayang kamu ke sini sama siapa? mana orang tua kamu?" Riyani berjongkok sambil mengambil tas yang sangat besar itu.
Anak itu tidak membalas ia hanya menangis sangat kencang sambil memberikan selembar kertas yang sudah sangat kusam.
__ADS_1
Isi Surat
*Maaf aku menyuruh anakku untuk pergi ke rumah mu, aku tidak tahu lagi harus menyuruhnya pergi kemana lagi hanya kamu dan Reza yang bisa menolong ku. Maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat lima tahun lalu, aku sangat mencintai Brian sampai aku rela menghancurkan rumah tangga kamu dan Reza.
Mungkin saat kamu membaca ini aku sudah tiada, aku hanya meminta permintaan satu saja untuk hadiah terakhir hayatku.Tolong jaga Alexer seperti kamu menjaga anakmu, karna jika aku memberikannya pada ayahnya mungkin ia akan di bunuh sepertiku...
Sebaiknya kamu dan Reza bersiap siap karna Brian sudah gila dia akan membunuh semua orang yang bersangkutan denganmu! berhati hatilah...
Aku mohon... tolong... kali ini saja*...
Salam, Siska~
Seketika air mata Riyani terjatuh melihat isi surat tersebut, anak yang masih sangat kecil itu di tinggalkan oleh ibunya.
" Alexer... ikut tante yah ke dalam" Riyani mengulurkan tangannya tapi dibalas anggukan oleh Alexer.
" Di luar dingin sayang... ikut tante kedalam yah?" Tanya Riyani sambil mengelus kepala anak kecil itu.
" Mama..." Ucap lirih Alexer masih dengan posisinya.
" Ee... Alexer sayang... mama kamu lagi pergi, kamu sama tante yah?" Riyani menggenggam tangan kecil Alexer.
__ADS_1
" Hiks... hiks...Mamaa!!" Sekarang terdengar kembali suara tangisan anak kecil tetapi bukan berasal dari Alexer melainkan berasal dari dalam rumah.
Fby...