
Hello! Im an artic!
Sambil bicara, tubuh Lyra semakin mendekat, kulit yang lembut, hanya ditutupi kain yang tipis, dia menempelkan tubuhnya ke lengan Reyhan, merayu Reyhan
Nafas Reyhan menjadi berat, lengannya perlahan-lahan diangkat, lalu tiba-tiba ia berhenti, “cepat kenakan pakaianmu dan turun dari mobilku! Silahkan kamu pilih sendiri, kamu ingin mendapat uang 10 juta, rumah dan green card, atau mati di jalan besok pagi, setelah kamu menentukan pilihanmu, beritahu aku!”
Hello! Im an artic!
Lyra pun terkejut dan melebarkan matanya melihat Reyhan. Jelas-jelas Reyhan tergoda, tpai mengapa malah menyuruhnya turun dari mobil?
Teman-temannya semua bilang, Reyhan sangat liar, siapapun yang menghampirinya, tidak pernah ia tolak. Tapi hari ini mengapa ia seperti berubah menjadi orang lain? Ada seorang wanita seksi di hadapannya, dan ia tetap tidak tergoda!
Melihat Lyra kebingungan menatapnya Reyhan pun kesal dan memukul setir mobil, “Masih tidak mau turun?!”
Matanya yang tajam itu membuat Lyra kaget.
Hello! Im an artic!
Lyra dengan cepat memakai bajunya dan turun dari mobil.
Sedetik setelah kakinya menginjak tanag, Reyhan langsung mengebut keluar dari gang kecil itu!
__ADS_1
Sial!
Reyhan menginjak pedal gas mobilnya lebih dalam, menerobos beberapa lampu merah, tapi ia tidak tahu kemana tujuannya.
Reyhan kembali ke kantor dengan wajahnya yang kusam, wajahnya yang gelap itu membuat sekretarisnya takut, Reyhan yang berantakan itu menabrak pintu kaca, kepalanya pun benjol.
Reyhan pun membanting pintu itu, lalu langsung masuk ke dalam toilet.
Setelah cairan berwarna putih keluar, tubuhnya yang dari tadi tegang itu, akhirnya kembali rileks.
Setelah mandi, ia bercermin dan menatap dirinya dengan tatapan tak puas, dia pun tersenyum pahit.
Seorang presdir Group Realtech, bisa-bisanya memuaskan dirinya dengan tangannya sendiri di dalam toilet, siapa yang percaya ia bisa melakukan hal seperti ini?
Kenzie baru sampai dirumah dan sedang melamun di depan meja saat teleponnya berbunyi.
Mendengar Reyhan bertanya seperti itu, Kenzie pun kaget, “ada apa?”
Curiga pembicaraannya dengan Kenzie disadap, Reyhan yang awalnya selalu menahan diri untuk tidak menelepon Kenzie.
Akhirnya hari ini meneleponnya, tapi Kenzie malah tidak menghargainya!
__ADS_1
Nada bicaranyaitu, benar-benar dingin!
“Ada apa” dua kata itu benar-benar membuatnya bingung.
“Tidak ada apa-apa, aku hanya merindukanmu saja.” Reyhan sangat ingin mengatakan kalimat ini, tapi bagaimanapun, ia tidak bisa mengatakannya.
“Rabu depan adalah acara tunanganku dengan Tania, kamu harus datang.” seru Reyhan.
Kenzie pun tertawa marah, “Kamu kira kamu siapa? Ksrena kamu menyuruhku datang, jadi aku harus datang jadi aku harus datang, begitu? Maaf, aku tidak tertarik untuk datang ke acara pertunanganmu!”
Bagus jika ia tidak tertarik untuk datang, ini berarti Kenzie cemburu.
Bagus, Reyhan sangat senang karena Kenzie cemburu.
Perasaan Reyhan pun membaik, lalu menekuk mulutnya, “Kenzie, apa kamu ingin mengetahui keberadaan anakmu?
Bab selanjutnya Bab 222 Pasti Akan Bahagia
Hello! Im an artic!
Keberadaan anaknya? Seluruh tubuh Kenzie pun bergetar, dia menutup mulutnya dengan tangan, suaranya pun berubah, “Keberadaan anakku? Reyhan, apa maksudmu? Anakku masih hidup?”
__ADS_1
Mendengar suara Kenzie yang panik itu, hati Reyhan sakit. Kebenaran hampir saja keluar dari mulutnya, tapi ia berhasil menekannya kembali.