
Kini usia kandungan riyani sudah memasuki 2 bulan. Di usia kanduangnya ini, riyani menjadi semakin manja dan cemburunya terhadap reza tidak bisa di kontrol lagi. Riyani sering cemburu terhadap rekan kerja reza, terutama rekan kerja wanita. Riyani bukan hanya cemburu terhadap rekan kerja wanita reza saja, ia juga sering cemburu terhadap mamah mertuanya itu. Reza yang melihat sikap cemburu riyani, Ia hanya bisa tertawa dan sabar. Karna mungkin itu akibat dari kehamilannya itu.
***
" Sayang aku berangkat kekantor yah" Ucap reza dari arah tangga dan berjalan kedapur untuk meminta bi ani membuatkan riyani susu bumil.
" Loh kok ke kantor sih maaaaas.... di rumah ajaaaa" Rengek riyani sambil memakan roti selai coklat.
" Gak bisa sayang ada urusan yang harus mas kerjakan di kantor" Ucap reza sambil berjalan ke arah meja makan dan duduk di sebelah riyani.
" Kan bisa diurus sama kevin ajaaa" Rengek riyani lagi, dimulutnya penuh roti.
" Abisin dulu baru ngomong, nanti keselek" Tegas reza. Tangan reza menutup mulut riyani menggunakan tangannya, riyani mengunyah rotinya dengan mulut yang ditutup oleh tangan reza.
" Em!! Lepas!" Riyani menyingkirkan tangan reza dari mulutnya.
" Pekerjaannya harus aku yang ngawasin sayang bukan kevin, kalau kevin bisa yah pasti kevin aja yang urusin" Ucap reza.
" Tapi kan aku bosen kalau mas gak adaaa" Rengek riyani lagi.
" maaf Den... ini susunya" Ucap bi ani
" Oh iya bi makasih" Ucap reza mengambil susu yang di buat bi ani.
" Nih, minum dulu" Titah reza sambil mengodorkan segelas susu rasa vanila.
" Gak mau!" Tolak riyani.
" Kenapa sayang? minum dulu ini susu buat bumilnya" Reza mengenggam tangan riyani.
" Gak mau maaas rasanya gak enak apalagi baunya... Uoek" Riyani menjauhkan gelas susu tadi.
" Minum ini dulu yah... nanti kita beli rasa lain yang bikin kamu gak mual... minum yah ini buat kamu dan anak kita loh" Bujuk reza.
Riyani yang mendengar kata anak, Ia langsung mengambil gelas dan meminum susu itu sambil menutup hidungnya.
" Pinter" Puji reza sambil mengelus rambut riyani.
__ADS_1
" Yaudah mas berangkat yah" Pamit reza sambil berdiri.
" Iyaaa" Ucap riyani sambil berjalan mengikuti reza.
'Teras Rumah'
" Mas berangkat" Pamit reza ke sekian kalinya. Reza mencium kening, pipi, dan bibir riyani. Riyani mengambil tangan reza dan menciumnya. Reza memasuki mobil.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam ati ati mas" Riyani sedih karna reza tidak ada di sisinya. Riyani takut kalau reza akan berpaling darinya karna ia sedang hamil. Secara reza tampan dan kaya pasti banyak wanita yang mengincarnya.
***
Pukul 13:06 WIB Riyani sangat bosan di rumah sendirian. Gak deng berempat sama bi ani, bia siti, pak amrin hehe. Tapi riyani sangat ingin pergi keluar, semenjak reza melarang riyani untuk keluar dan menyuruh riyani untuk kuliah online saja. Riyani jadi jarang bertemu dengan sahabat sahabatnya itu. Jadi, kali ini riyani ingin mengajak sahabat sahabatnya itu ke Starbuk'e. Karna sudah lama riyani tidak nongkrong di Starbuk'e karna sudah menikah.
Grup Cantikđź’‹ (Grup Chat Riyani, Intan, Ryan)
Riyani: "Hey gaeees kita ke Starbuk'e yuuk udah lama nih gak nongkrong di sana"
Intan: " Boleh boleh nih aku baru aja selesai kelas... Aku kesana dulu yah soalnya deket dari kampus hehe"
Intan: "Kesamber geledek kali. haha"
Ryan: "Aposeeeee..."
Riyani: "Eh anaknya dateng... mau ikut gak ke Starbuk'e"
Ryan: "Eh akuh udah disini nih kalian kesini aja deh"
Riyani&Intan: "O T W Zayank"
Ryan: "Muachđź’‹"
Riyani: "Wew"
***
__ADS_1
Riyani bersiap siap untuk pergi dengan Sahabat sahabatnya itu. Ia berpakaian tidak terlalu ketat karna ia sedang hamil.
Riyani langsung menuju Starbuk'e dengan gembira. Tapi ada satu hal yang ia lupakan dan itu sangat penting.
***
Setelah sampai di Starbuk'e riyani mencari cari keberadaan sahabatnya itu. Ada seorang wanita yang melambaikan tanganya ke riyani, ya wanita itu adalah intan yang sedang duduk dengan ryan. Mereka duduk di dekat kaca dekat pintu. Riyani mengobrol dengan kedua sahabatnya itu. Tapi riyani tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedang memandangi dirinya dengan sorotan tajam.
***
Pukul 16:40 WIB
Riyani yang sedang asik mengobrol tiba tiba terkejut saat melihat raut wajah sahabatnya pucat dan memalingkan wajah. Riyani membalikan wajah dan melirik ke belakangnya, Terlihatlah pria berbadan kekar, berwajah tampan, dan itu adalah suaminya. Riyani sangat terkejut melihat suaminya yang ada di belakangnya. Riyani baru teringat satu hal yang ia lupakan itu adalah Minta izin untuk pergi kepada suaminya!!!
Mati akuuuu!! kenapa bisa lupa izin sih.... Batin riyani.
" Eeh, ya kita duluan yah soalnya mau beli sesuatu heh" Ucap ragu intan sambil menarik tangan ryan.
" Kita mau beli apa sih? kasian ria dong kalo ditinggal sendiri!" Polos ryan dengan layu.
" Ada deh udah hayu"
" Iya iya"
" Eh eh eh kok malah pada pergi sih... gue gimanaaa?!" Teriak pelan riyani.
" Aku doain selamat yah sis" Ucap ryan sambil memegang bahu riyani dengan tangan letoynya itu.
" Kenapa gak mau pulang? gak punya jam? gak punya ponsel juga jadi gak bisa ngabarin seseorang?" Tanya reza. Sambil terus berdiri dibelakang riyani sambil memasukan jari jarinya ke sakunya.
" E... e...nggak mas aku lupa beneran"
" Yaudah yuu mas kalau mau marahin aku dirumah aja jangan disini" Riyani menarik tangan reza keluar moll.
__ADS_1
Fby...