CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 207 Firasat Hati Ibu Dan Anak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Menatap wajah Tania, Reyhan mengeluarkan suara datarnya, “masalah kerusakan pada pistol tersebut masih perlu diselidiki. Jika benar Kenzie yang melakukannya, aku tidak akan melepaskannya begitu saja.”


Mendengar perkataan Reyhan, Tania merasa hatinya sudah sedikit lebih nyaman. Hal yang dilakukannya ini sangatlah rahasia, pegawai toko mainan itu sudah mengundurkan diri dan pergi ke kota lain, menyelidiki? Bagaimana caranya dia menyelidiki hal ini?


Hello! Im an artic!


Kenzie pasti akan disalahkan karena kejadian ini.


Tania tidak lagi berbicara, suasana kembali lagi menjadi sunyi.


“Paman Wira, sebaiknya kamu bawah kakek untuk pergi istirahat, cukup aku yang menjaga Ken disini.” Reyhan menatap kepala pelayan. Kakek sudahlah tua, Reyhan khawatir kakek akan kelelahan jika seharian berada di rumah sakit.


Kepala pelayan melihat tatapan Reyhan, menanggukan kepalanya dan berkata, “baiklah, aku akan membawa kakek untuk pergi makan terlebih dahulu. Dan lagi, wanita yang tadi mengaku sebagai ibu dari anak tuan muda, sedang pergi ke toilet.”


Hello! Im an artic!


Ibu kandung tuan muda? Ibu kandung Ken? Kenzie mengedipkan matanya, wanita yang di sebutkan oleh kepala pelayan apakah adalah Rena? Rena adalah ibu Kandung Ken? Bagaimana mungkin?


Reyhan kebetulan menatap Kenzie yang sedang melihat kearah kepala pelayan, “wanita tadi, apakah dia kakakmu?”


“Benar! Pada saat aku di Chicago, dia adalah orang yang merawatku. Kami sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu. Paman Wira berkata jika dia adalah ibu kandung Ken, bagaimana mungkin?” tidak peduli berapa kalipun Kenzie memikirkannya, dia tetap merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres!


“Brak!” semua orang yang berada di koridor mengalihkan kepalanya, semua orang merasa terkejut.


Beberapa menit setelahnya, terdengar teriakan dari lantai bawah. Kepala pelayan menghampiri orang yang berjalan dari arah jendela, sibuk bertanya, “ada apa? Apa yang sedang terjadi?”


“Ada perempuan yang melompat dari toilet! Ia terjatuh dan mengeluarkan banyak darah! Sepertinya sudah tidak bisa lagi diselamatkan!”


Perempuan, dari dalam toilet….kepala pelayan terdiam sejenak, dan dengan segera berlari ke arah jendela.


Gaun hitam, rambut hitam yang bergelombang, bukankah ibu kandung dari anak tuan muda?!

__ADS_1


“Tuan muda! Ibu kandung…anak tuan muda…melompat ke bawah!” kepala pelayan berlari kearah Reyhan, wajahnya sangat pucat.


Sial! mereka belum mengetahui siapa wanita itu dengan jelas, ia sudah melompat dari gedung!


Rena sudah dibawa menuju ruang gawat darurat. Reyhan dan kakeknya berdiri didepan pintu saling memandang, keraguan di dalam hati mereka semakin bertambah besar.


Masalah Ken baru saja diselesaikan, mereka baru bersiap untuk menanyakan berbagai pertanyaan pada wanita itu, dan dia melompat dari gedung. Bagaimana bisa begitu kebetulan? Apa yang sedang ia hindari?


Reyhan menatap dalam Kenzie, “Kenzie kamu tadi bilang bahwa pada saat kamu mengandung di Chicago, kakakmu yang merawatmu?”


Kenzie merasakan di hatinya terdapat keraguan, dan dengan tergesa-gesa menanggukan kepalanya, “Benar, ketika aku sedang mengandung, dia selalu ada di sampingku, tetapi beberapa hari setelah aku melahirkan, dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar.”


Kakek Reyhan membuka suaranya, “sejak kapan ia menghilang? Apakah kamu masih mengingatnya?”


Kenzie tentu saja mengingatnya, “bulan 6 tanggal 12.”


Rena membawa kabur seluruh uangnya, pada hari berikutnya dia harus membayar uang sewa, dia hampir saja diusir oleh pemilik rumah.


Seluruh tubuh kakek Reyhan bergetar, matanya terbuka lebar, “bulan 6 tanggal 13 adalah hari dimana dia membawa Ken kepadaku…”


“Segera lakukan pemeriksaan DNA! Kenzie! Pergi sekarang juga!” Reyhan akhirya mendapatkan kembali jiwanya, dengan penuh kebahagian, ia menarik Kenzie untuk pergi melakukan pemeriksaan.


Melihat kedua orang tersebut yang berlari menjauh, Tania merasakan wajahnya mengeras.


Tania tidak sepenuhnya mengerti percakapan mereka barusan, tapi sepertinya ada kemungkinan besar Kenzie adalah ibu kandung Ken.


Wanita jahat ini, kenapa bisa memiliki nasib yang begitu bagus? Baru saja ia menyakiti Ken, sekarang statusnya akan berubah menjadi ibu kandung dari Ken?!


Semua masalahnya, selalu berhubungan Kenzie, dia adalah kekasih Reyhan yang sesungguhnya, tapi Kenzie membuatnya terlihat seperti orang asing.


Dimata Reyhan hanya ada perempuan jahat ini!


“Tania, kamu pulang beristirahat saja dulu!” kakek Reyhan melihat Tania yang sedang memberikan tatapan penuh amarah, suasana hatinya juga sangatlah berantakan.

__ADS_1


Jika ingin mengatakan hal yang sejujurnya, di dalam hatinya, ia lebih memandang tinggi Tania. Karena Tania memiliki latar belakang bagus, dan memberikan pengaruh baik untuk bisnis Reyhan.


Tetapi melihat Reyhan sekarang, ini membuktikan bahwa dia sangat mencintai Kenzie.


“Terima kasih atas perhatian kakek, anda juga beristirahatlah!” Tania memberikan senyuman dan terlihat sangat sopan, tetapi pandangan matanya sangat dingin.


Hasil DNA baru bisa keluar setelah 2 hari.


Pada saat Kenzie dan Reyhan sudah kembali ke dalam ruang inap, hanya ada dua penjaga yang sedang berjaga didepan ruang inap, semua orang yang lain sudah pulang beristirahat.


Mereka berdua pergiruang inap.


Ken masih tertidur pulas, pergelangan tangannya mengeluarkan butir-butir keringat, wajah putihnya terlihat sangat damai.


Kenzie berjalan kearah depan ranjang Ken, mengangkat tangannya dengan perlahan mengelus wajah Ken, berkata dengan suara rendah, “Ken, sayangku, apakah kamu benar-benar anakku? Apakah ibu sedang bermimpi?”


Rasa terima kasih dan rasa kebahagiaan yang sangat besar, membuat hati Kenzie merasa sangat bersyukur, tanpa terasa membuat air matanya mengalir.


Pada saat perjalanan menuju ruang pemeriksaan, Reyhan sudah menjelaskan kronologis ceritanya kepada Kenzie, permainan yang dilakukan oleh Rena sudah terbongkar semuanya, semua petujuknya mengatakan bahwa , Ken adalah anak kandung Kenzie!


Reyhan dengan ringan memeluk Kenzie dari belakang, “Apakah kamu senang?”


“Senang!” Kenzie mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, “tetapi aku sudah menyakiti kedua mata Ken hingga menjadi seperti ini…huhuhuhu…aku memang pantas mati! Harusnya aku memeriksa baik-baik pistol itu sebelum memberikannya pada Ken!”


“Jangan menyalahkan diri sendiri, ini pasti ulah orang lain. Aku pasti akan menyelidikinya dengan baik.” Reyhan dengan perlahan mengelus kepala Kenzie dan berkata, “Pantas saja kamu begitu menyayangi Ken, dan Ken begitu menyayangi . Ternyata, di antara ibu dan anak benar-benar ada sebuah telepati.”


Kenzie menangis sembari mengangguk-anggukan kepalanya, dengan ringan menciumm dahi Ken.


Mata Reyhan juga sudah menjadi sedikit berkaca-kaca. Keduanya berpelukan dalam diam. Ini merupakan kebahagiaan dan harapan yang sudah ditunggu hatinya selama ini.


Setelah beberapa lama, Kenzie baru tersadar, lalu dengan ringan mendorong Reyhan, “pantasseperti ini, kamu sudah akan menikah dengan Tania, kamu begitu mesra denganku, sangat tidak cocok.”


Pergelangan tangan Reyhan berhenti sejenak diudara, dengan cepat memeluk Kenzie kembalu, “satu bulan lagi, kamu akan mengerti semuanya. Kenzie, jangan menolak pelukanku, dihadapan Ken, janganlah menolakku.”

__ADS_1


Kenzie merasa ragu, tetapi ia menangis sembari mengangguk-anggukan kepalanya. Hari ini, biarkan lah dia merasakan kebahagiaannya! Ken, anaknya, akhirnya benar-benar kembali!


Beberapa hari yang membuat hatinya terasa sangat sakit, ternyata semua untuk hari ini, hari yang penuh dengan kebahagiaan!


__ADS_2