
Nayra takut kalau Kenzie akan menjelaskan yang sesungguhnya terjadi, dengan cepat dia balas “Kak, sudah lah, aku tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi, aku juga tidak perlu dia minta maaf padaku, kakak keluarkan dia saja dari rumah ini.”
Kenzie menahan sakit di kepalanya yang di hantam Nayra, yang pasti sudah memar tetapi tidak kelihatan karena tertutup rambut, kalau tadi ia dipukul di bagian muka, tandanya pasti kelihatan jelas.
Dengan lembut Reyhan membelai rambut adiknya: “Nayra, masih sakit ya?
Nayra pura-pura merengek kesakitan: “Sakit sekali. Kalau papa tahu aku di lukai begini, pasti ia sakit hati.”
Merdengar Nayra menyinggung ayahnya, kemarahan Reyhan semakin meninggi, berdiri menghampiri Kenzie: “Kenzie, kamu harus minta maaf pada adikku.”
Kenzie mebelalakan matanya. Apa? Minta maaf? Nayra sendiri yang menyerang lebih dulu, memang dari awal Kenzie tidak ada maksud untuk melukainya!
Dan lagi pula Nayra memukulnya dengan mangkok! Sekarang saja kepalanya masih terasa sakit karena di hantam cukup keras! Kenapa dia yang harus minta maaf?
Kenzie dengan geram menggigit bibirnya, bersikeras untuk tidak meminta maaf.
Reyhan dengan nada tinggi menjerit: “Kenzie, kamu mau minta maaf atau tidak?
Kenzie diam. Diamnya sudah menunjukkan keras kepalanya.
Nayla menambahkan minyak dalam api, sambil menghentak kakinya ua berkata: “Kak, lihat dia ! Masih tidak mau minta maaf, maskkan saja dia ke dalam kamar gelap, coba lihat saja apakah masih berani bertingkah atau tidak!”
Reyhan sudah habis kesabaran menghadapi keras kepala Kenzie.
Matanya memerah dan ia berteriak.” Panggil Agus, lemparkan dia ke dalam kamar gelap!”
Kamar gelap terletak di pojok, jauh dari rumah, hanya pembantu yang berbuat kesalahan fatal yang dibuang kesana. Dalam sana gelap gurita, tidak ada sinar cahaya sama sekali. Tempatnya sangat menyeramkan. Dulu pernah ada 2 orang pembantu di buang kesana, tidak lama kemudin mereka menjadi tidak waras.
Nayra tersenyum dengan puasnya. Mau melawan aku? Kamu terlalu naif.
Aku adik kandung kakakku, siapa Kenzie? Hanya perempuan liar yang tidak tahu diri, hamil anak haram pula, berani melawan aku?
Melihat respon Nayra yang begitu bahagia. Kenzie manjadi cemas dan memikirkan kamar gelap itu pasti tempat yang menakutkan.
erlahan-lahan dia meraba ke kantong celananya, beruntung ponsel masih bersama nya.
__ADS_1
Pintu besi yang berat didorong terbuka, Agus dan beberapa pembantu menarik sambil mendorong Kenzie, melemparkan dia kedalam kamar gelap. Lantai yang basah dan licin terasa sangat dingin, ruangan itu gelap gurita, tidak terlihat apapun. Menyeramkan dan menakutkan, itulah kesan pertama Kenzie setelah berada di kamar gelap itu.
Kenzie duduk meringkuk di pojok dengan kepala yang bersembunyi di pahanya. Ironis sekali! Tadinya dia masih ingin coba untuk menjelaskan kejadian yang sesungguhnya kepada Reyhan. Kiranya Reyhan pasti sudah mengenal kepribadiannya sehingga ia akan cukup yakin dan mempercayainya setelah lama mereka hidup bersama.
Dia terlalu naif, memikir kalau Reyhan akan membelanya. Siapakah dirinya di mata Reyhan?! Dia hanya seorang wanita simpanan. Kalau ada keributan antara adik kandungnya dan orang luar, sampai kapanpun, bersalah atau tidak, pasti adiknya lah yang akan dibela.
“Kreeek”, terdengar suara dorongan pintu.
Bibi Dewi masuk dengan membawa selimut tebal sambil mendekati Kenzie.
“Tuan muda menyuruh aku mengantarkan selimut.” Bibi Dewi melihat keadaan Kenzie yang sangat memprihatinkan, dan seharusnya dia merasa malu dan bersalah, karena dia punya andil dalam hal ini. Tetapi sebagai pembantu, dia juga terpaksa harus berbohong karena tidak berani membantah.
Kenzie masih berdiam dengan pandangan mata yang kosong. Bibi Dewi berusaha untuk menghibur: “Sekarang tuan sedang marah, nanti kalau kemarahannya sudah reda, ia pasti akan segera mengeluarkan kamu dari sini, tuan seharusnya juga tidak tega, maka itu menyuruh aku mengantar selimut tebal.”
Selimut ini adalah selimut yang biasa dipakai tuannya, terbuat dari bulu domba asli yang, harganya juga mahal sekali. Ia memberikannya pada Kenzie sebagai alas.
Kenzie tidak bersuara dan tidak merespon. Dia kecewa kepada Reyhan yang seharusnya mempercayainya.
Bibi Dewi hanya bisa menarik nafas dan meninggalkan Kenzie dalam kegelapan dan kesunyian.
Besok Ayah harus operasi. Semoga Reyhan menepati janjinya untuk menanggung semua biaya rumah sakit. Setelah selesai operasi ia pasti mencari cara untuk kabur dari sini. Sabar! Sabar! satu hari lagi!
Rena yang sedang berada di klub malam,asyik berjogget dengan pria-pria yang tidak jelas, merasa sangat terusik dengan telepon Kenzie. Dengan nada tidak sabar: “Itu ayahmu, bukan ayahmu, kamu tengok saja sendiri ke rumah sakit!”
Kata-katanya membuat Kenzie merasa sakit hati, mengapa kakaknya masih tega bicara seperti ini.
Dia tetap menahan emosi dan memohon: “Kak, besok aku tidak bisa menjenguk ayah, kakak tolong ke rumah sakit, nanti setelah operasi, langsung pindahkan dia dari rumah sakit.”
“Pindah? pindah kemana? kalau Presiden Reyhan tidak mau menanggung lagi biaya pengobatan seterusnya bagaimana? Operasinya jakan menadi sia-sia, aku tidak punya uang untuk biaya perawatannya!”
“Kak, masalah uang kamu tidak perlu khawatir, aku telah menyimpan uang di safe deposit bank, di dalam nya ada ratusan juta, ada juga perhiasan. Nanti kata sandinya aku kuberikan ke kakak. Ambil uangnya cepat bawa ayah dan tante Lindi pergi dari sini!”
Jujur, Reyhan memang Presiden yang royal. Hidup bersamanya beberapa bulan saja, simpananuang dan perhiasaan Kenzie terus,Bertambah.
Begitu mendengar kata-kata Kenzie, mata Rena langsung bersinar, terlihat jelas sifat matrealistisnya.
__ADS_1
“Ok. Beritahu aku sandinya. Aku berjanji pasti segera memindahkan ayah ke rumah sakit yang lebih bagus.”
Setelah mencatat nomor sandinya. Rena basa basi menanyakan keadaan adik tiri nya yang tiba-tiba menjadi kaya ini.
“Kenzie, kamu hamil? Reyhan pasti senang kan? Pasti kamu di beri banyak uang sebagai hadiah kan?” Rena bertanya dengan perasaan iri dan kagum.
Jawab Kenzie dengan suara dingin: “Bagaimana mungkin dia bisa senang? ini juga bukan anak nya. Sekarang aku malah dikurung di kamar gelap!”
Rena malah merasa bahagia mendengarnya. Dengan pura-pura dia bertanya: “Kenapa ? Terus anak siapa yang di kandunganmu?”
Kenzie sambil menarik nafas panjang: “Kak, 4 bulan yang lalu, ada pria yang berpura-pura sebagai temanmu dan menelpon aku, katanya kamu mabuk parah, ia menyuruh aku jemput kakak di hotel. Aku ke hotel, dan setelah masuk ke dalam kamar, aku tidak bertemu kakak, malah akhirnya aku di perkosa seorang pria. Anak ini adalah anak dari pria yang memperkosa aku itu!”
Betapa kagetnya Rena mendengar penjelasan Kenzie! Ternyata Kenzie hamil karena diperkosa malam itu? Dan dia tidak tahu kalau pria itu adalah Reyhan? Apakah Reyhan tahu?
“Terus apakah bos Reyhan tahu anak ini bukan anaknya?”
“Seharusnya dia tahu kalau dia menghitung masa kehamilan ku. Karena aku sudah hamil sebelum bersama dia.”
Bagus! Berarti Reyhan maupun Kenzie sama-sama belum tahu! Kejadian malam itu masih belum terbongkar. Rena sedang memutar otaknya yang licik itu, buat dia ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan banyak uang, membuatnya bisa mendadak menjadi orang kaya! Kebetulan dia juga lagi pusing karena harus membayar hutang judi yang mencapai ratusan juta itu! Sungguh rejeki yang jatuh dari langit!
“Kenzie, kamu dikurung di kamar gelap? Dimana lokasinya? Aku akan berusaha mengeluarkanmu dari sana!” Rena pura-pura berbaik hati.
“Kak…” Kenzie merasa tersentuh mendengar ucapan Rena. Saat ini dia merasakan pada akhirnya, tetap saja hanya keluarganya sendiri yang bisa membela dirinya. Walaupun Rena bukan saudara kandungnya, ia sudah menunjukkan perihatinannya di saat Kenzie susah. Kenzie merasakan betapa beruntungnya memiliki saudara, “Tidak ada gunanya kak, tempat ini dijaga ketat, aku tidak mungkin bisa dikeluarkan dari sini kecuali Reyhan sendiri yang memberi ijin!”
Otak liciknya Rena sedang mencari akal bagaimana caranya supaya bisa mengeluarkan Kenzie dari sana. Karena untuk mewujudkan mimpinya menjadi orang kaya, ia harus terlebih dahulu menyelamatkan Kenzie. Teringatlah Rena dengan supirnya Reyhan, Agus, dia adalah orang kepercayaannya Reyhan.
Kalau menghadapi Agus hanya diperlukan kedipan mata dan berani berkorban badan, semua pasti beres!
“Gus, sedang apa kamu?” Rena meneleponnya dengan suara manja dan genit.
“Rena? Apakah itu kamu? Ada angin apa kamu bisa meneleponku?” suara Agus kedengaran sangat bahagia. Agus sudah lama menyukai Rena dan menganggap Rena sebagai wanita idamannya.
Wanita idamannya menelpon, rasa bahagia dan terharu bercampur aduk di hatinya..
“Aku rindu padamu, malam ini ada waktu untuk kerumahku agar kita bisa bersenang-senang?” Rena menawarkan dengan suara penuh rayuan.
__ADS_1
“Ada, ada waktu. Nanti malam aku pasti kesana.” Saking bahagianya, Agus merasa seperti sedang melayang diatas awan.
Tibalah malam, Agus dengan pakaian rapi yang disemprotkan hampir setengah botol parfum, dan membawa 2 botol wisky, muncul di depan pintu Rena.