
Hello! Im an artic!
Mata semua orang terpaku sesaat sebelum akhirnya bereaksi. Para wanita yang menontonnya, menutupi mata mereka sambil menjerit terkejut di tempat.
Ekspresi para pria tampak berbeda, ada yang dengan sopan menutup wajah mereka, juga ada yang terlihat senang dan pada layar lebar, sambil berbicara dengan teman-temannya, bertukar pendapat, “Ini terlalu keterlaluan, bukan? Kenapa adegan Tuan Rapahel yang sedang bermesraan dengan wanita muda ini bisa sampai disiyarkan disini ? ”
Hello! Im an artic!
“Wow, Walau sudah tua, ternyata selera Tuan Rapahel adalah wanita muda! Itu gadis kecil yang tadi dia dibawanya, ia mengatakan bahwa gadis itu adalah putri partner kerjanya, tidak disangka, ternyata Tuan Rapahel seliar itu!”
Bella yang sedang membawa Tania untuk berbincang dengan sekelompok wanita, terkejut saat melihat tampilan di layar lebar, wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, ia bahkan tidak dapat mengucapkan sepatah katapun dan hanya menunjuk layar lebar itu, ia hampir saja pingsan.
Tania terdiam selama beberapa detik sebelum ahkirnya berteriak, “Petugas keamanan! Dimana petugas keamanan? Apa yang terjadi dengan layar lebar ini?! Cepat matikan!”
__ADS_1
Petugas keamanan berlarian menghampirinya, tetapi mana mungkin dia mengerti mengenai hal seperti ini, ia berusaha semaksimal mungkin, tetap tidak dapat menemukan kabel yang menghubungkan layar itu, masih terlihat sepasang pria dan wanita di layar lebar saling bermesraan, berbicara dengan napas terengah-engah yang dengan jelas terdengar oleh orang-orang.
Hello! Im an artic!
“Raphael, kamu bermesraan denganku di siang bolong seperti ini… Apa kamu tidak takut ketahuan oleh singa betina tua?” Lyra menyambut gerakan dari Raphael sambil mencari sudut yang tepat agar kamera tidak dapat merekan organ intimnya.
“Lalu kenapa kalau dia tahu? Dia sudah tahu, aku memiliki banyak wanita simpanan di luar!”
Raphael mengatakan kata-kata yang tidak enak didengar mengenai istrinya.
Tania bergegas memanggil ambulans, ditengah kesibukan, dia melihat Reyhan yang sedang menuruni tangga dengan santai,dengan tergesa-gesa, Tania menyampirinya, “Reyhan! Cepat! Cepat cari orang untuk mematikan layar LED nya! Ayahku pasti sedang di jebak orang!”
Adegan di layar lebar terlalu vulgar, banyak tamu yang memilih untuk meninggalkan tempat acara, para awak media yang diundang untuk menghadiri acara pertunangan itu, memegang kamera dan bergegas mengambil gambar yang terpampang di layar lebar.
__ADS_1
Berita yang benar-benar menarik! Ini adalah sebuah bom besar dalam dunia politik! Politik dan pornografi bercampur jadi satu, tentu saja ini akan menjadi berita terpanas.
Reyhan memandang Tania, matanya dan senyumannya dingin dan kejam, “Tania, apa kamu tahusiapa yang menjebak ayahmu?”
Tania terkejut, mata terbuka lebar menatap Reyhan, jantungnya berdegup kencang. Tatapan Reyhan sangat tajam, tenggorokan Tania tercekat, ia hampir tak bisa bersuara, “Reyhan, kamu yang melakukan ini…”
Prosesi acara pertunangan ini di atur oleh Reyhan, siapa lagi selain Reyhan yang bisa merencanakan semua ini? Sebelumnya Tania mengira ini cara Reyhan menunjukkan rasa sayangnya pada Tania, sekarang setelah dipikir-pikir, ini tak lebih dari sekedar jebakan!
Reyhan menatap kerumunan yang meninggalkan tempat, tersenyum licik dan berkata dengan tenang, “Benar, tebakanmu benar. Orang yang menjebaknya adalah aku.”
Tatapan mata Tania penuh dengan kebencian, matanya tetap menatap Reyhan dan mengertakkan giginya, “Mengapa kamu melakukan ini?”
Senyum di wajah Reyhan mulai memudar, dengan nada dingin menjawab, “Aku hanya menggantikan Ken dan Kenzie untuk membalas dendam padamu. Kenzie terluka karena di patok ular berbisa, mata Ken hampir buta karena pistol mainan, Kenzie dan Steven difoto secara diam-diam, Tania, apakah kamu berani mengatakan bahwa semua kejadian ini tidak ada hubungannya denganmu?”
__ADS_1
Ternyata Reyhan tau! Ternyata dia sengaja bertunangan dengannya, hanya untuk membuatnya tenang dan lengah! Lyra adalah salah satu dari anak caturnya, Reyhan menyusun acara hari ini hanya untuk membuat semua tamu yang hadir untuk menyaksikan Raphael terjun ke dalam lubang jebakan yang gelap dan memalukan, dan tidak akan pernah bisa bangkit lagi!