CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 101 Lebih Tidak Tahu Diri Darinya


__ADS_3

“Apa yang kamu lakukan?! Jangan kemari! Kalau tidak aku tidak akan segan-segan denganmu!” Kenzie mundur hingga ke sudut ranjang. Melihat Reyhan dengan ekspresi wajah seperti iblis, Kenzie tahu apa yang ingin dia lakukan!


“Kenzie, sudah lama tidak berjumpa, memangnya kamu tidak rindu padaku?” Reyhan berbicara dengan suara rendah, perlahan berjalan ke tepi ranjang.


“Aku merindukan kamu? Aku pasti sudah gila kalau aku merindukan kamu!” Kenzie mengatakannya blak-blakan, dia tidak takut Reyhan marah! Karena dia bebas!


“Nona kecil, biar aku lihat isi hati kamu yang sebenarnya!” Reyhan dibuat kesal oleh kata-kata Kenzie.


Sambil berkata, satu tangannya merangkul Kenzie, kemudian mendekapnya…


Dia menciumnya, semakin lama semakin mesra, ciuman Reyhan biasanya dicampur kekesalan, tapi ciumannya hari ini sungguh lembut.


Kenzie merasakan tubuhnyanya bergetar, daridulu dia tidak takut jika seseorang jahat terhadapnya, dia hanya takut jika ada orang yang baik terhadapnya


Dia sudah sangat terbiasa jika seseorang jahat padanya. Semenjak bisnis Ayahnya bangkrut, dia telah merasakan banyak sakit hati dan hinaan. Dia sama sekali tidak takut jika orang jahat terhadapnya.


Tetapi, dia sungguh tidak tahan jika ada orang baik kepadanya. Jika mendapat perlakuan baik dari seseorang, dia pasti akan berusaha untuk membalas kebaikan itu, bahkan melakukan lebih dari yang orang itu lakukan kepadanya.


Saat ini, dalam ciuman Reyhan tidak lagi terkandung amarah dan ketamakan seperti dulu, melainkan ada sesuatu yang tidak biasa. Ciuman Reyhan lebih banyak mengandung rasa bersalah, belas kasih, dan kerinduan yang mendalam.


Kenzie bukan orang yang bodoh, bagaimana mungkin dia tidak merasakan perasaan yang ada dalam ciuman Reyhan?


Mungkin, Reyhan memang tidak sejahat yang ia kira…


Tetapi, bagaimana dengan kematian Ayah? Jika Reyhan memang memiliki perasaan terhadapnya, lalu mengapa ia membiarkan Ayahnya mati di rumah sakit?


Reyhan tiba-tiba melepaskannya, berkata dengan galak dan nada peringatan, “Kenzie, tolong lebih fokus!”


“Hei?” Kenzie membuka matanya, tatapan matanya tepat berhadapan dengan mata Reyhan yang hitam pekat. Dalam matanya seakan tertulis tulisan “Milikku”, dia menunduk mendekati wajahnya, “Kenzie, tolong lebih fokus, saat berciuman denganku, dalam hati kamu hanya boleh ada aku!”

__ADS_1


Kalimat terakhir diucapkannya seperti anak kecil yang keras kepala. Kenzie terkejut dan mata terbelalak. Inilah Reyhan yang selama ini terkenal dengan keangkuhan dan sifat cueknya?


Melihat Kenzie kaget, Reyhan juga merasa binggung, kenapa dirinya mengucapkan kalimat-kalimat itu? Apa yang terjadi dengan dirinya? Sialan!


Demi memenuhi hasratnya, lagi-lagi Reyhan menempelkan bibirnya ke bibir Kenzie.


Seiring ciuman itu, keduanya pun mulai lelah.


Kenzie pun hanya bisa menutup mata. Dia lelah, seujur tubuhnya terasa tidak bertenaga.


Tiba-tiba matanya terbuka lebar. Apa yang sedang dia lakukan? Ayahnya mati karena kekejaman Reyhan, tapi dia malah membiarkan Reyhan bermesraan dengannya seperti ini! Kenzie, apakah kamu masih punya hati?


Dia merasa bersalah, dia merasa malu dengan dirinya sendiri, air mata pun akhirnya jatuh. Tidak! Dia tidak boleh ditahan Reyhan seperti ini! Dia harus kabur dan menyelamatkan diri!


Kenzie mencoba memanggil: “Reyhan?” Reyhan tidak menjawab, yang terdengar hanyalah suara nafasnya yang pelan.


Kenzie mulai tenang, dia mencoba menggeser tubuhnya dan melepaskan diri dari Reyhan, tetapi pelukan Reyhan sangat erat, Kenzie tidak bisa bergeser sedikitpun. Dia tidak berani mengeluarkan terlalu banyak tenaga karena takut Reyhan terbangun.


Reyhan yang matanya sedang tertutup kemudian berbalik, pahanya malah menimpa perut Kenzie, membuatnya semakin tidak bisa bergerak!


Kenzie membalikkan kepala dan diam-diam melirik Reyhan. Mata Reyhan masih tertutup, bulu mata yang lentik menutupi matanya. Hidung yang mancung, dan bibir yang tipis. Kenzie termenung melihatnya, Reyhan yang sedang tertidur, sama sekali tidak terlihat kejam, ia terlihat sangat berwibawa dan membuat orang tidak berhenti menatapnya.


“Hey, sudah puas menatapku?” Reyhan yang matanya sedang tertutup tiba-tiba bertanya. Kenzie seketika kaget setengah mati.


Reyhan memeluk Kenzie semakin erat, memperingatinya dengan suara rendah: “Ingin kabur? Kenzie, jangan bermimpi!”


Lengan sekuat bajanya melingkar dan menahan tubuh Kenzie, menunjukkan kekuasaannya.


Kenzie mulai membantah, dia mulai meronta-ronta ingin melepaskan diri: “Cepat lepaskan aku! Kamu sudah mendapatkan apa yang ingin kamu lakukan! Sekarang cepat lepaskan aku! Aku sudah bebas, kamu tidak punya hak untuk mengontrolku!”

__ADS_1


Reyhan tetap menutup matanya, berkata dengan suara pelan dan lemas: “Aku tidak mempunyai hak? Kenzie, kamu coba lihat kamera di samping ranjang itu.”


Kenzie membalikkan kepala dan melihat ke arah samping ranjang, dan disana ada kamera berbentuk daun!


“Kamu, apa yang kamu lakukan!” Kenzie mulai panik! Ada kamera tersembunyi di ranjang, pasti ada yang tidak beres!


Reyhan masih menutup mata, tertawa dengan bangga: “Tentunya merekam permainan kita tadi!” Selesai berkata, dia membuka mata danmenatap Kenzie tajam sambil tertawa.


Kenzie merasa kepalanya seketika pusing, dirinya seolah-olah hancur! Laki-laki ini sungguh tidak tahu malu!


“Kapan kamu melakukan ini!” Dia mengambil kamera dan melemparnya dengan kuat ke lantai!


“Dilempar pun tidak ada gunanya, video itu sudah otomatis dikirim ke komputerku!” Reyhan malas membuka matanya, dan ia berkata dengan malas-malasan.


Kenzie menjulukan tangan mengambil laptop di meja, tangannya baru saja mulai menjangkau, Reyhan memberitahunya dengan nada datar: “Laptop ini dan komputerku yang lain saling tersambung loh, kamu hancurkan laptop itu pun tidak akan ada gunanya, karena masih tersimpan di komputer lain!”


Kenzie marah hingga wajahnya memerah! Sungguh sial, ternyata Reyhan sudah memikirkan semua rencana ini!


“Kenzie, kamu menyerah saja! Kepintaranmu ini tidak dapat mengalahkan kepintarakanku! Kamu selesaikan saja dulu kontrak kita, mungkin setelah ini aku akan muak, dan melepaskan kamu.” Kata-kata tidak berperasaan itu diucapkan oleh Reyhan dengan sangat santai!


“Kamu….” Kenzie marah hingga tak mampu berkata-kata!


Dalam menghadapi orang yang tidak tahu malu, satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah bersikap lebih tidak tahu malu dibandingnya!


Kenzie menggigit giginya, dengan berani, meniru nada bicara Reyhan dan berkata: “Baiklah, kalau begitu kamu sebarkan saja video tadi! Lagipula aku hanya orang biasa dan tidak dikenal banyak orang, berbeda dengan kamu yang seorang presdir, semua orang mengenalmu. Aku rasa, semua orang pasti lebih tertarik dengan laki-laki di dalam video ini!”


Reyhan tiba-tiba membuka mata, menatap Kenzie dengan dalam: “Kepintaran kamu sepertinya semakin meningkat ….”


Kenzie kesal dan tertawa: “Kalau aku bodoh, mungkin saat ini aku sudah mati!”

__ADS_1


Reyhan kembali menutup matanya, dalam wajahnya terpampang senyum bahagia: “Kenzie, bagaimana dengan narkoba? Heroin? Apakah kamu takut dengan heroin?”


__ADS_2