CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
43.


__ADS_3

Bilqis sudah berada di sebuah Restoran dimana dia akan bertemu Rey, dengan sudah sangat terlihat cantik bahkan hingga memakai pakaian yang bisa di bilang hampir kurang bahan.


Bilqis sengaja merubah dirinya untuk bisa menarik perhatian Rey.


Seharian dia berada di salon sengaja dia siapkan hanya untuk Rey laki laki yang sangat dia inginkan.


Dengan terus menatap dirinya di cermin kecil, Bilqis mulai merasa percaya diri, hingga matanya menatap dimana Rey berjalan masuk, dia pun menyimpan cermin nya dan mengubah wajahnya dengan seulas senyuman.


" Hai Rey " Ucapan saat Rey sampai di hadapannya.


Rey sendiri mengernyit saat melihat perubahan pada Bilqis, bukan menarik namun malah terkesan aneh.


" Oya, Aku sudah memesankan minum juga makanan,, Latte Machiato juga Cake kesukaan Kamu "


Reyhan menatap meja yang sudah penuh dengan minum juga makanan, bahkan juga terlihat desert Bilqis terlihat sudah menyiapkan Semuanya.


" Duduk Dong Rey,, sudah lama kita tidak bertemu dan aku seneng banget kamu meminta kita bertemu apa ini karena ,-


" Langsung saja,, Sebenarnya Saya kemarin ingin tau apa maksud juga tujuan Anda menemui istri Saya dan menceritakan hal yang sama sekali tidak benar."


Deg..!!


Bilqis kaget, dari mana Reyhan tau semuanya bahkan Dia sendiri melihat jika Rey pagi tadi pergi ke Kantor dan dia bahkan tau jika Rey akan sibuk dengan berbagai Meeting nya.


" Apa sih maksud kamu,, Siapa yang bertemu Imelda dan Cerita mana yang kamu maksud Rey."


Reyhan menggeleng,,


" Reyhan,, Semua itu tidak benar dan mungkin saja Istri kamu hanya mengarang, Aku jadi teringat saat Kamu membatalkan kerjasama kita itu juga karena Istri kamu ."


" Jadi maksud Kamu Istri Saya yang mengarang"


" Bisa saja Bukan,, Imelda masih sangat muda dan rasa cemburunya masih besar,, Aneh Saja sih dia bisa mengarang hal macam ini."


Brak..!!


Bilqis kaget,,


Bahkan beberapa pengunjung pun terlihat menoleh dan menatap ke meja mereka.


" Dengar Nona Bilqis,, Jangan pernah Anda menjelekkan Istri Saya dan Jika Anda kembali menganggu nya jangan pernah salahkan Saya jika Terjadi sesuatu dengan Anda."


Reyhan beranjak ,,


Dia pun berjalan meninggalkan Bilqis yang masih terdiam kaget,,


Bahkan Reyhan terlihat begitu emosi dengan tatapan tajamnya seakan ingin membunuhnya,, ucapannya pun tidak terlihat main main.


Sial,,


Ternyata Imelda mengatakan semua terhadap Rey,,


Aku harus hati hati dengan nya,,


Bilqis menatap sekeliling, mereka masih menatap nya dan terlihat saling berbisik.


" Kenapa kalian, Apa ada yang salah " Bilqis berucap membuat semua langsung kembali diam.


Bilqis beranjak keluar,,


usahanya sia sia karena Bukan Rey terpesona dengannya.

__ADS_1


********


Mel masih berada di rumah Mertuanya,,


Dia sedang asik belajar memasak di dapur,, Untung tidak ada suaminya di sana hingga tidak ada yang melarang nya.


" Jadi Rey melarang kamu memasak Sayang,, "


" Iya Ma, Cuma karena Mel kecipratan Minyak Mas Rey melarang nya dan juga malah memarahi Pak Rotman "


" Reyhan,, Reyhan,, dia masih sama sifatnya sangat Protektif,, Tapi Mama bangga itu berarti Rey sangat mencintai kamu dia tidak mau terjadi sesuatu dengan Kamu Sayang "


Mel mengangguk,,


semua yang Mama Mertuanya ucapakan sangat benar, selama mereka menikah Rey memang sangat peduli dengannya.


" Dulu Papa juga sama seperti itu, melarang Mama melakukan sesuatu tapi Mama berpikiran sama seperti kamu, Mama sangat ingin bisa memasak hingga akhirnya Papa mengalah dan membiarkan Mama melakukan apa yang Mama suka."


Mel tersenyum dan kembali melanjutkan memasaknya,,


Mereka terlihat begitu Kompak, walau Pernikahan yang di jodohkan namun keduanya terlihat langsung dekat apalagi Mel yang memang sangat sopan dan ramah.


" Jadi Nanti Rey jemput kamu ke sini ?"


" Tadi Mas Rey bilang kalau masih bertemu seseorang Ma, terus baru jemput Mel kemari."


Ting,,


Ponsel Mel kembali bunyi,,


" Sebentar Ma "


" Iya Sayang "


Nomor siapa ini.. gumam Mel membukanya namun matanya membulat saat melihat sebuah pesan juga foto di sana.


" Siapa Sayang,, Rey mau datang ?"


Mel langsung kembali menyimpan Ponselnya,,


" Bukan Ma "


Mel kembali menghampiri Mama Mertuanya, namun dia masih memikirkan foto tadi.


_____


Di tempat lain,,


Setelah bertemu Bilqis,, Reyhan Masih harus bertemu satu Investor.


Andre sudah menunggu nya dengan membawa berkas yang sudah mereka siapkan.


" Apa mereka sudah datang.?" Ucap Rey duduk


" Belum Tuan, baru saja mereka mengabarkan jika akan terlambat karena terkena macet."


Reyhan mengangguk dan membuka Laptop serta berkas yang Andre bawa.


Dia akan menyelesaikan semuanya dan menjemput Mel di rumahnya,,


Hari semakin Sore,,

__ADS_1


Namun Rey masih bersama Kliennya, mereka masih terlihat serius dengan Pembicaraan Kerja Sama mereka.


Sesekali Rey menatap Jam di tangannya, namun dia pun harus profesional dengan Pekerjaannya setidaknya Mel masih berada di rumahnya dan juga Abas masih menemani nya di sana.


 


Mel berada di dalam kamar Rey,,


setelah selesai memasak dia masuk ke dalam untuk membersihkan tubuhnya.


Dia duduk di tepi ranjang dan kembali membuka ponselnya.


Sebuah foto yang dikirimkan pada diri nya membuat nya galau.


Imelda,,


Come On,, Semua itu tidak benar .


Mel menarik napasnya panjang dan berusaha melupakan nya.


Dia beranjak dan menatap Ruang Kamar suaminya, langkahnya berjalan menghampiri sebuah Foto dimana terpajang di sudut kamar.


Foto dimana suaminya berdiri menatap senja sore dengan sebuah topi yang terpasang semakin membuat nya tampan, walau wajahnya tidak begitu terlihat namun tetap saja ketampanan nya terukir jelas.


Mel kembali menatap Foto lainnya, foto dimana suaminya bersama Mamanya,,


Rey memang begitu menyayangi kedua orang tuanya terlihat jelas bagaimana sikapnya yang selalu tunduk dengan mereka.


Ceklek,,


Pintu terbuka namun tidak membuat Mel menoleh, dia masih asik dengan menatap foto foto di sana hingga dia menyadari kedatangan seseorang yang langsung memeluknya dari belakang, menghirup tengkuk lehernya.


" Mas Rey " Ucap Mel saat merasakan bau maskulin yang yang dia kenali .


" Biarkan Mas seperti ini Bee,, Mas sangat lelah hari ini."


Mel mengangguk dan membiarkan suaminya memeluk dirinya,,


Dia mengusap wajah Rey yang bertumpu di bahunya.


" Maaf Mas pulang Terlambat,, "


Mel tersenyum dan memutar tubuhnya menghadap Rey yang masih setia memeluk pinggangnya.


Mel menangkup wajah Rey,,


Terlihat wajahnya yang sangat lelah, rasanya tidak tepat untuk dia menanyakan foto itu.


" Gapapa Mas,, Aku tau Kok " Ucap Mel tersenyum.


Rey tersenyum dan memeluk Mel,,


Rasa lelahnya seakan hilang begitu saja melihat istri Cantiknya, memeluk nya.


Walau seharian dia harus bertumpu dengan banyak Pekerjaan namun Mel lah yang akan menjadi Obatnya.


" Aku buatkan teh hangat ya " Lirih Mel namun Rey menggeleng dan masih dengan memeluknya.


" Tidak Bee,, Kamu temani Mas di sini."


Mel kembali mengangguk,,

__ADS_1


Tidak biasanya Suaminya seperti ini, mungkin dia sangat lelah dengan semua pekerjaannya seharian hingga membuat nya begitu lelah.


__ADS_2