CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 96 Urus Saja Sendiri


__ADS_3

Reyhan melihat Betty dengan tatapan matanya yang tajam,”Berani-beraninya kamu membeli cincin ini, sedangkan kamu sendiri tidak tahu asal usul cincin ini? Apakah aku harus benci kebodohanmu, atau memaksamu mengatakan yang sebenarnya?”


Seketika raut muka Betty seperti ketakutan,”Bicara jujur? Baik, aku akan mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi, orang sial seperti Kenzie, semakin aku melihatnya aku semakin benci! Sebenarnya cincin ini adalah milik dia, bahkan sudah lama aku membuangnya di tempat sampah!”


Reyhan segera menghampiri Betty, bahkan dekat sekali,”Nona Betty, sebaiknya kamu cepat kasih tahu aku, dimana Kenzie sekarang! Kalau tidak, resikonya tanggung sendiri!”


Mendengar Reyhan berbicara begitu, Steven merasa agak ragu, apakah Betty benar-benar tahu keberadaan Kenzie? Sedangkan Betty masih dendam dengan Kenzie, seorang gadis apabila sudah cemburu, apapun berani dia lakukan!


Steven menatap Betty dengan penuh berharap,”Betty, kalau kamu benar-benar tahu keberadaan Kenzie, aku mohon cepat kasih tahu aku…. ”


Betty kelihatan sangat marah, dalam keadaan tidak percaya, mengapa Steven harus meragukan diri sendiri demi seorang Kenzie!


Sambil menunjuk ke arah Steven, Betty marah sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saat itu dia merasa sakit sekali di bagian perutnya, dan seketika merasa ada cairan panas mengalir di kakinya….


Betty sangat terkejut dan langsung melihat ke bawah, gaun panjang yang putih bersih, sudah penuh dengan darah!


Dia keguguran! Dia telah kehilangan anaknya bersama Steven! Teriakan histeris memecahkan suasana hening orang-orang di sana, muka Betty terlihat sangat sedih, dengan tangan yang gemetaran sambil menunjuk ke arah Reyhan,”Reyhan, kamu pasti mati mengenaskan! Kamu dan Kenzie pasti akan mendapat balasan yang setimpal!”


“Betty!” Steven dan Walikota Holt berusaha menenangkan Betty dengan lembut. Walikota Holt bahkan menatap Reyhan dengan tatapan penuh dendam.


Reyhan bahkan tidak memperhatikan tatapan itu, sambil menggengam erat cincin itu, bagaikan orang yang memegang erat akar padi terakhir saat tenggelam, semoga masih ada harapan terakhir. Ini adalah cincin Kenzie, sambil menggenggam cincin, berharap bisa menemukan keberadaan Kenzie….


Dan mobil ambulance pun datang, suasana di pesta pernikahan seketika menjadi kacau dan berantakan. Sejumlah wartawan dan media pers masing-masing sibuk mengambil foto dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Pesta perrnikahan putri emas walikota, mengundang perhatian orang ramai, bahkan pesta pernikahan yang sebelumnya sangat sederhana ini, akhirnya menjadi sorotan banyak orang, tak bisa dipungkiri lagi sudah pasti menjadi topik utama di sejumlah media pers besok pagi.


Reyhan yang menjadi pelaku utama dan menyebabkan kekacauan ini bahkan sedikitpun tidak menghiraukan keributan ini, sambil mengernyitkan alisnya yang tebal, pada saat ini yang ada di pikirannya hanya bagaimana caranya menyuruh orang untuk menangkap Kenzie, tanpa dia sadari, sorotan lampu foto sejumlah media pers sedang tertuju padanya!


“Reyhan, cepat pergi!” Merasa diserang oleh para wartawan, Ethan cepat-cepat menarik Reyhan keluar dari ruangan itu.


Akhirnya mereka bisa terbebas dari kejaran para wartawan dan sudah bisa lebih tenang duduk di dalam mobil. Ethan dengan raut mukanya yang agak kecewa dan terkesan maumenyalahkan Reyhan,”Reyhan, apa sebenarnya yang telah terjadi pada kamu hari ini? Biarpun kamu tahu kalau cincin ini adalah milik Kenzie, tidak seharusnya kamu membocorkannya. Bagaimanapun Betty adalah putri dari Walikota Holt dan Steven berada dalam dukungan Group Fortune. Kamu sekaligus telah bercekcok dengan dua orang yang punya pengaruh besar.”


Seketika terlihat Reyhan menegakkan badannya, cincin ini benar-benar sudah menarik perhatian besar Reyhan, apakah Kenzie yang sudah menjual cincin ini? Bagaimana kabar dia sekarang? Mengapa sampai harus menjual cincin ini? Atau dia sedang dalam masalah, cincin bisa sampai di tangan orang lain?


Melihat Reyhan hanya mendengarkan dan tidak menghiraukan sama sekali, Ethan hanya menghela napas panjang.


Di luar ruangan pasien sebuah rumah sakit yang begitu mewah, Steven dan Walikota Holt terpaksa harus menunggu di luar ruangan dan terlihat sangat cemas. Tak lama kemudian, dokter pun keluar dari ruangan, mereka berdua segera menghampiri dokter,”Dokter, bagaimana keadaan Betty?”


Sambil menggelengkan kepala dokter berkata,”Kandungannya tidak bisa dipertahankan. Sebaiknya kalian lebih banyak menghibur dia!”

__ADS_1


Steven dan Walikota Holt saling memandang, dengan hati yang sedih berjalan menuju ke dalam ruangan pasien.


Betty yang sedang berbaring dan melamun di atas ranjang, begitu melihat Steven dan Walikota Holt datang, dia tidak bisa menahan air matanya lagi dan akhirnya menangis.


“Steven, maafkan aku….ini semua salah aku, tidak bisa mempertahankan bayi ini….” Betty menangis pilu. Karena bayi dalam kandungan inilah, hubungan dia dan Steven masih bisa bertahan sampai saat ini, Steven mau menikahi dia, adalah karena dia sedang mengandung anaknya. Sekarang bayi sudah tiada, apakah Steven akan meninggalkan dia?


“Betty, aku yang seharusnya minta maaf….aku yang tidak menjaga kamu dengan baik, tidak menghalangi dan menghentikan Reyhan.”Steven terlihat sangat sedih dan terpukul, bagaimanapun juga bayi yang ada di dalam kandungan Betty adalah darah daging sendiri, meskipun usia kandungannya masih kecil, setidaknya nanti juga adalah seorang manusia juga.


Setelah harus kehilangan anaknya, dia semakin benci dan dendam kepada Reyhan, bagaikan sebuah pohon beracun, telah tertanam akar kebencian di dalam hatinya….


Apakah kamu akan meninggalkan aku? Betty akhirnya menanyakan pertanyaan yang selama ini dia takutkan.


Betty bodoh, bagaimana mungkin aku meninggalkan kamu? Sudah-sudah, jangan mengatakan hal bodoh lagi, dia berusaha menghibur Betty sambil mengelus rambutnya dengan lembut dan pelan.


Kalau gitu, kamu harus janji, selamanya tidak akan pernah meninggalkan aku!” Jawaban Steven membuat Betty lebih tenang dan sudah mulai berani manja dengan Steven.


Melihat muka Betty yang lemah dan pucat, Steven bagaimanapun juga tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang bersifat untuk menolak.Saat ini, hanya Steven yang paling tahu dan mengerti perasaan Betty, sebenarnya Betty sangat mengharapkan kelahiran si buah hati.


Semua perlengkapan bayi termasuk pakaian bayi, ayunan dan mainan sudah dipersiapkan dari awal. Semua itu adalah barang-barang pilihan terbaik. Betty sangat mengharapkan kehadiran si buah hati. Tapi sekarang semuanya malah….


“Aku janji.” ungkap Steven dengan lembut.


Hal yang selama ini dikhawatirkan Betty tiba-tiba hilang! Steven adalah orang yang baik, dia bisa menepati semua janjinya dengan baik. Sekarang dia berjanji tidak akan meninggalkan Betty sendirian untuk selamanya, dan dia pasti akan menepati janjinya.


Seketika mata Betty langsung memerah! Reyhan, jangan harap aku melepaskan dan memaafkan kamu begitu saja!


Melihat Walikota Holt yang sedang berdiri di samping, Betty memanggilnya dengan suara lembut,”Ayah….”


“Betty, Ayah di sini. Bagaimana keadaanmu?”Muka Walikota Holt kelihatan berubah. Di satu sisi sedang mencemaskan kesehatan putri tercinta, di satu sisi sangat marah, Reyhan benar-benar tidak tahu diuntung, berani-beraninya menghancurkan pesta pernikahan putrinya! Berarti Reyhan sangat tidak menghargaidirinya! Meskipun Group Realtech sangat kaya, tapi jatuh bangunnya sebuah bisnis masih di dalam naungan kota C, dia sendiri tidak memberi muka kepada partner sendiri, benar-benar pantas dibenci!


“Ayah, Ayah harus membantu aku membalas dendam ini!” Muka Betty yang begitu pucat dan terlihat sangat kasihan, “Reyhan benar-benar jahat! Tidak takut dengan dewa dewi ataupun Buddha! Dan sekarang aku harus keguguran, Ayah, Ayah harus bantu aku balas dendam ini!”


“Putriku yang baik, Ayah tahu apa yang seharusnya Ayah kerjakan. Kamu jaga kesehatan baik-baik.” Sambil mengerutkan alis, diam-diam dia sudah punya rencana sendiri.


Group Realtech. Kantor tempat Reyhan bekerja.


“Direktur, ini laporan bulan ini.” Bagian keuangan menyerahkan laporan keuangan bulan ini.


Melihat angka yang ada di kolom, Reyhan mengerutkan alisnya,”Direktur Wibawa, perhitungan angka bulan ini sangat tidak bagus….”

__ADS_1


“Direktur, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi di bagian pajak diperiksa dengan ketat. Dari dulu belum pernah ada pemeriksaan seketat ini, aku curiga ada orang yang sengaja mau menjatuhkan dan mempermainkan kita.


Reyhan memandang ke arah Direktur Wibawa dan pandangan matanya membuat dia terkejut dan sangat ketakutan.


“Simpan di sini dulu, tolong suruh direkturproyek menghadap aku.” Melihat Direktur Wibawa seperti tikus yang ketakutan dengan seekor kucing, Reyhan sangat kesal dan marah, melambaikan tangan menyuruh dia cepat keluar.


Direktur bagian proyek masuk dengan membawa laporan pertanggungjawaban menghadap Reyhan dalam keadaan takut dan badan gemetaran.


Dia pun menyerahkan laporan bulan ini kepada Reyhan, menggunakan sudut mata untuk melihat Reyhan diam-diam melihat raut muka Reyhan.


Reyhan semakin mengernyitkan alisnya, warna muka seketika langsung berubah gelap!


Dokumen bulanan dilempar Reyhan ke atas meja!” Coba kamu jelaskan kepada aku, mengapa omset bulan ini menurun drastis!”teriak Reyhan dengan suara lantang dan tidak enak didengar.


“Pimpinan, aku, aku….aku sudah berusaha semaksimal mungkin! Tapi beberapa tanah yang kita incar, digagalkan semua! Aku dengar dari pegawai-pegawai itu, ini semua adalah atas perintah Walikota Holt, dia memerintahkan semua bagian industri memblokir usaha Group Realtech.


“Walikota Holt?” Reyhan memejamkan matanya sebentar.


“Betul, Walikota Holt. Yang aku dengar, karena Bapak sudah mengacaukan pesta pernikahan putrinya, Walikota Holt mau membalas dendam ini!” Dengan hati-hati dan sambil melihat raut muka pimpinan, direktur proyek mengatakan kejadian yang sebenarnya.


“Aha….” Reyhan tertawa dengan suara keras, “Hanya mengandalkan dia? Seorang walikota? Mau memblokir dan menguasai Group Realtech?” Reyhan menyindir dan meremehkan dia.


“Pak Direktur, ada telepon untuk Bapak.” Terdengar suara lembut sekretaris menghubungkan telepon untuk pimpinannya.


Reyhan melambaikan tangannya, artinya meminta direktur proyek keluar dulu. Kemudian baru mengangkat telepon.


Yang terdengar di dalam suara telepon adalah suara penuh wibawa seorang pria tua,”Reyhan, kamu hebat sekali, demi seorang perempuan, bisnis pun sudah tidak mau lagi?!”


Reyhan mengernyitkan alis, dalam keadaan pandangan mata tidak berdaya, “Kakek, isu apalagi yang sudah kakek dengar?”


“Isu? Berita ini bahkan sudah tersebar sampai ke Amerika Serikat! Kalau bukan dengar dari paman kamu, aku masih belum tahu kalau sekarang kamu sangat terkenal, demi seorang perempuan, berani mencari masalah dengan walikota kota C !”


Reyhan terlihat santai sambil memainkan alisnya,”Hanya seorang walikota saja !”Apakah tidak lucu sampai harus memblokir Group Realtech?”


“Seorang walikota, kamu bilang? Kamu tahu tidak ada siapa di belakangnya? Ada XXX! Kalau aku ketemu pun masih harus hormat dan segan tiga kali lipat, beraninya kamu demi seorang perempuan, mengacaukan pesta pernikahan orang lain!” Suara tua terdengar semakin emosi dan marah, nada bicara semakin lama juga semakin tidak segan lagi.


Mendengar nama XXX, Reyhan akhirnya pun merasa ketakutan. Tidak pernah terpikirkan oleh dia, seorang Walikota Holt, ternyata ada orang hebat seperti ini di belakangnya. XXX, adalah orang yang punya pengaruh di ibukota. Kekuatan dan kekuasaan Group Realtech juga tidak bisa dibandingkan dengan negara.


“Reyhan, cepat kamu datang ke Amerika Serikat. Perusahaan di Chicago kamu yang urus saja. Kamu jangan ikut campur bisnis kota C lagi.” Aku akan suruh paman kamu pulang untuk mengurusnya.” ungkap Kakek Reyhan dengan suara tegas.

__ADS_1


Reyhan terdiam. Sekarang kalau dia masih terus bertahan di kota C sangatlah tidak baik. Tapi kalau sampai harus meninggalkan tempat ini dan pindah ke Chicago, peluang untuk menemukan keberadaan Kenzie semakin kecil…. ”


“Reyhan! Tiket kamu sudah aku beli, besok pagisudah harus berangkat ke Chicago. Kamu atur saja sendiri! Ungkap Kakek Reyhan dan langsung menutup telepon.


__ADS_2