
Hello! Im an artic!
Hari ini adalah hari pertunangan Reyhan. Nindi yang mengenakan gaun putih, mengajak Kenzie untuk pergi bersama menaiki Mercedes-Benz keluarganya.
Kenzie yang sedang memilih baju, membuka pintu untuk Nindi, matanya pun bersinar ketika melihat gaunnya, “Nindi, kamu hari ini cantik sekali!”
Hello! Im an artic!
Nindi menarik roknya, “Kamu ini pintar sekali memuji, dengan perut sebesar ini, bagaimana bisa terlihat cantik?”
Sambil bicara, dia pun menatapgaun hitam Kenzie, “Kamu yakin ingin mengenakan gaun ini?”
Kenzie menganggukan kepalanya. Warna hitam adalah warna paling aman, lagipula dia juga hanya sekedar tamu. Ia datang ke acara pertunangan Reyhan juga hanya demi mendapatkan informasi tentang anaknya.
“Tidak bisa! Cepat ganti! Pada cuaca panas seperti ini, tidak boleh memakai pakaian berwarna hitam, melihatnya saja, aku sudah merasa pengap dan panas!” Nindi mendorong Kenzie ke kamarnya, “Cepat ganti pakaianmu dengan gaun warna hijau itu! Kalau kamu mengenakan itu, kamu bisa jauh lebih cantik dari Tania!”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kenzie tertawa melihat teman baiknya itu, “Aku datang bukan untuk mencuri perhatian orang-orang.”
Dia sudah kalah dari Tania, kalau masih berusaha mencuri perhatian, bukankah itu hanya akan mempermalukannya saja?
“Justru kamu harus bisa mencuri perhatian! Buat agar Reyhan tidak rela melepaskan kamu, lebih bagus lagi kalau Reyhan sampai mengumumkan bahwa dia ingin berpisah dengan Tania dan langsung menikah denganmu!” ucap Nindi dengan marah.
Nindi masih percaya bahwa ada rencana tersembunyi dibalik pertunangan ini, pertunangan ini pasti tidak akan berhasil. Tetapi hari ini mereka benar-benar akan mengadakan acara pertuangan mereka, hatinya pun mulai ragu.
“Jangan bodoh! Reyhan mengundang begitu banyak politisi, kalau sampai sesuatu terjadi di pesta ini, bukankah itu akan mempermalukan dirinya sendiri?” Kenzie menggelengkan kepalanya, hatinya mulai terasa sesak.
Nindi juga tidak peduli tentang pendapat Kenzie, dia berjalan ke lemari Kenzie lalu mengambil gaun berwarna hijau itu, “Ini, pakai ini! Apa kamu pernah mendengar pepatah “walaupun kalah tetap harus berusaha”? Mantan pacaamu tunangan, kamu harus berdandan dengan sangat cantik agar bisa menunjukkan semangat kemenangan!”
Kemenangan…mengapa terdengar begitu ironis?
__ADS_1
“Tania pasti akan mempermalukan kamu, nanti kamu harus memanfaatkan kecantikanmu untuk mengalahkannya! Ini baru namanya semangat juang!” Nindi tidak henti-hentinya menghasut Kenzie, dia bersiap-siap untuk membantu Kenzie melepaskan gaunnya.
Kenzie mundur beberapa langkah, “Hei hei hei, jangan, biar aku sendiri saja!”
Nindi tertawa, “Cepat ganti bajumu, aku tunggu di luar!”
Kenzie baru saja mengenakan gaun berwarna hijau itu, Nindi sudah tidak sabar mengetuk pintu, “Sudah belum? Cepat tunjukkan padaku! Aku ingat, terakhir kamu memakai gaun itu, kamu hampir membuatku pingsan karena terpukau.”
Kenzie membuka pintu, berdiri di hadapan Nindi dengan sedikit tidak nyaman, “Bagaimana?”
“Astaga! Benar-benar cantik!” puji Nindi sambil teriak, dia pun berputar mengelilingi Kenzie, “Warna hijau ini benar-benar cocok dengan kulit kamu! Sangat cantik! Kalau aku menjadi penyuka sesama jenis, kamu harus menjadi kekasihku ya!”
Pujian yang berlebihan itu membuat Kenzie tertawa, “Tolong perhatikan bicaramu ya! Mana ada ibu yang bermuka tebal seperti ini, selain dirimu? Benar-benar memalukan!”
Kenzie melihat dirinya di kaca, gaun berwarna hijau itu membuat kulit putihnya terlihat semakin terlihat halus, rambut panjang yang lembut dihiasi dengan jepit rambut yang sederhana tapi elegan. Matanya bersinar, bibirnya yang cantik berwarna pink muda itu benar-benar sangat menarik.
__ADS_1
Ia memang terlihat cantik.
Kalau Reyhan melihat dirinya seperti ini, apakah dirinya akan sedikit rasa menyesal? Kenzie menggigit bibirnya, hatinya…sebenarnya sangat sakit.