CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 178 Begini Sangat Baik


__ADS_3

“Wanita bodoh! Apa yang kamu lakukan? Mau memecahkan telingaku?” Di seberang telepon terdengar suara Reyhan yang kesal.


Hanya dengan beberapa patah kata tersebut, perasaan canggung diantara Kenzie dan Reyhan pun lenyap, dan kesombongan Reyhanpun kembali.


Hello! Im an artic!


Walaupun Reyhan ketus padanya, tapi bagi Kenzie ini membuat hati Kenzie merasa senang, seperti sebuah pelukan hangat dan juga senyum yang paling cerah.


Jadi ternyata ponselnya tidak rusak? Reyhan hanya berpura-pura tidak mendengarnya? Kenzie tertegun, dan dia menjelaskan, “Oh… aku pikir ponselku rusak…Maaf…”


Setelah menjelaskan, Kenzie tiba-tiba tidak tahu harus berkata apa, Reyhan hanya diam dan tidak berbicara.


Rasa canggung kembali melanda. Walau mereka sedang berbicara di telepon, tapi mereka berdua serasa seperti di pisahkan oleh gunung yang besar.


Hello! Im an artic!


Tak satupun dari mereka berbicara ataupun menutup telepon.


Apa maksud Reyhan melakukan ini?


Wajah Kenzie memanas karena frustasi, ia mengambil nafas dalam-dalam dan berkata dengan ragu, “Terima kasih telah menyelamatkanku. Selamat Malam.”


Sesaat sebelum Kenzie hendak menutup telepon, tiba-tiba terdengar suara Reyhan dari telepon berkata, “Tunggu sebentar.”


“Kenapa?” Kenzie tiba-tiba menahan napas.


“Ken selalu merengek, ingin bermain denganmu. Besok jika ada waktu, apa kamu bisa membawa Ken jalan-jalan?” Suara Reyhan terdengar sangat pelan dan rau.


Eh? Membawa Ken jalan-jalan?


Kenzie ragu sejenak, ia diam tak bersuara.


Reyhan kembali bersuara, “Tenang saja, Aku tidak akan pergi dengan kalian.”


“Oh, begitu. Kalau begitu…oke.” Kenzie menjawab dengan cepat. Dia tidak tahu apakah karena ingin menutupi rasa kecewa karena Reyhan tidak ikut, atau karena senang Reyhan tidak ikut.


Perasaannya benar-benar rumit.


“Kalau begitu sampai jumpa, Selamat Malam.” Keheningan yang terus-menerus terjadi di telepon itu membuat Kenzie tidak nyaman, dia ingin segera mengakhiri panggilan tersebut.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, ia menunggu Reyhan membalas kata-katanya.


Setelah lama hening, terdengar nada panggilan terputus.


Reyhan akhirnya menutup teleponnya.


Setelah ia mengenal Reyhan selama bertahun-tahun, ini pertamanya kalinya Reyhan menutup telepon dahulu.


Kenzie menatap layar teleponnya yang gelap. Rasa sakit di hatinya mulai menyebar sampai ke ujung jari-jarinya.


Ia tidak bisa tidur semalaman, ketika bangun dipagi hari, dia memiliki dua lingkar hitam di matanya.


Kenzie berusaha menutupi lingkaran hitam itu dengan make up , tapi bagaimanapun, ia tidak bisa menutupinya, Kenzie pun akhirnya menyerah. Karena dirinya tidak sabar untuk bertemu Ken, dia bahkan tidak menata rambutnya, ia keluar dengan menggunakan t-shirt dan sepatu kanvas.


Sepanjang perjalanan, Kenzie berdebat dengan dirinya sendiri.


“Jangan dipikirkan, bukankah selama ini kamu ingin Reyhan melepaskanmu? Sekarang Reyhan akhirnya melepaskanmu, Untuk apa kamu berasa sakit hati?”


“Kenzie, jangan murahan!”


Di dalam hatinya, Kenzie terus mengingatkan dirinya berkali-kali, ini membuatnya merasa lebih baik sekitar…10%.


Ken ditemani oleh Bibi Dewi, tidak ada orang lain selain mereka.


“Ken! ”


Akhirnya Kenzie dapat bertemu dengan Ken,rasa sedih dan sakit, tiba-tiba hilang, Kenzie tertawa dan lari menuju Ken, memeluknya, dan mengangkatnya dan menggosok-gosok kepalanya.


Ken tertawa, matanya yang besar dan bagaikan kristal, dan dua lesung pipitnya terlihat sangat menggemaskan. Dia menatap Kenzie dan tiba-tiba meregangkan lehernya, mencium wajah Kenzie sambil berkata, “Tante, aku merindukanmu.”


Harum susu manis yang tercium oleh hidung Kenzie, rasanya seperti memeluk malaikat.


Kenzie terus memeluknya, matanya ceria dan ia mencium hidung Ken sambil berkata, “sayang,tante juga rindu padamu!”


Bibi Dewi tersenyum dan menyerahkan ransel Ken kepada Kenzie, “Nona Kenzie, ada sebotol air dan sekotak buah, lalu ada tisu basah dan beberapa mainan, Anda akan membutuhkan ini semua.”


Kenzie tersenyum dan mengambilnya, “Bibi Dewi, kamu benar-benar perhatian!”


Bibi Dewi menoleh dan melihat kearah rumah besar. Dia tersenyum dan berkata kepada Kenzie, “Ini semua dipersiapkan oleh Nona Tania.”

__ADS_1


Tania? Dia juga datang hari ini? Apakah sekarang ia sedang bersama Reyhan?


Hati Kenzie tiba-tiba gugup, dan dia tidak ingin tinggal lebih lama lagi.


Kenzie menarik tangan Ken dan berpamitan dengan Bibi Dewi, Ken tiba-tiba tersenyum sedih dan berbisik pada Kenzie, “Tante , bisakah tante mengatakan kepada ayah untuk tidak bersama Tante Tania? Aku tidak menyukai Tante Tania!”


Kenzie melihat kearah Ken, dan menggaruk hidungnya yang kecil sambil berkata, “Sayangki yang pintar, tante tidak bisa membantumu dalam masalah ini! Kalau Ken punya pendapat, Ken harus bicara sendiri dengan ayahmu,bagaimana?”


Ken berpikir sejenak dan berkata, “Lupakan saja, ayahku tidak akan setuju, ayo pergi!”


Kenzie menganggukkan kepala, sambil menarik tangan kecil Ken, Bibi Dewi tiba-tiba berteriak, “Nona Kenzie, Tuan muda dan Nona datang apakah nona mau menyapa mereka?”


Kenzie menoleh dan melihatnya, Reyhan dan Tania berjalan kearah mereka, Tania menggandeng lengan Reyhan dan tersenyum riang.


Saat Kenzie menolak tawaran Bibi Dewi, dan Tania berteriak kepada mereka dan mengatakan, “Kenzie! Kamu datang! Mengapa kamu tidak masuk dan duduk? Tadi Ken bersikeras menunggumu di depan pintu, sekarang kamu sudah di sini, dia pasti senang.”


Saat ia selesai bicara, mereka sudah sampai di hadapan Kenzie dan Ken.


Tania berbalik ke arah Ken, membungkuk dan mencubit wajahnya, “Anak kecil ini, benar-benar pemilih, datang tante yang baru, aku dan ayahmu sendiri di lupakan!”


Ken kecil mundur selangkah, dan bersembunyi dibalik Kenzie sambil berkata, “Sakit sekali, tante!”


Kenzie menunduk dan melihat pipi Ken yang merah padam, dan cubitan Tania sepertinya cukup keras.


Kenzie kesal, tapi ia tidak mengatakan apapun, ia juga tidak menghiraukan sapaan hangat Tania, ia hanya membungkuk sebentar untuk memberi salam, tanpa melirik Reyhan sama sekali.


Tania berdiri lebih dekat ke Reyhan, seakan-akan tubuhnya menempel pada Reyhan dan berkata “Reyhan, ada tamu yang datang, kenapa kamu tidak menyapanya?”


Gerak tubuhnya, cara bicaranya dan kepercayaan dirinya seperti seorang ratu, ini membuat Kenzie berpikir menyadari, wanita yang pantas berada di sisi Reyhan, adalah wanita semacam Tania.


Reyhan melirik ke arah Tania, dan matanya memberikan tatapan yang sangat tajam.


“Nona Kenzie, menjaga anak memang bukanlah hal yang mudah, tapi sangat menyenangkan, aku titipkan Ken padamu.” Kata Reyhan sembari pergi meninggalkan Kenzie.


Nona… Reyhan memanggilnya nona.


Kenzie tiba-tiba ingin tertawa kecil. Apakah Reyhan sedang membalas dendam padanya, karena setelah 5 tahun mereka tidak bertemu, waktu itu Kenzie memanggilnya dengan sebutan Presdir Reyhan?


Ini bagus sekali, bagus sekali. Kenzie tersenyum dan melihat kearah Reyhan, “Tidak masalah, Presdir Reyhan.”

__ADS_1


__ADS_2