CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 238 Meminta Maaf Kepadanya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Reyhan terkejut melihat putra nya yang memberikan ibunya keadilan, ia marah, tapi sekaligus bahagia, “Anak kecil, berani-beraninya kamu memukul ayahmu!”


Ken menjilat bibirnya, “Aku seorang pria, aku harus melindungi ibuku!”


Hello! Im an artic!


Kenzie menunjuk Reyhan, tertawa di atas tempat tidur, “Reyhan! Apa kamu sudah melihatnya? Sekarang ada seseorang yang akan melindungiku! Kalau ingin menggertakku lagi, kamu harus mempertimbangannya matang-matang terlebih dahulu!”


Ketika dia mendengar Kenzie tertawa, Ken juga tertawa.


Reyhan memandang isteri dan putranya yang tertawa bersama, memukul pantat mereka berdua, “Kalian berdua jahat!”


Ketiga orang itu bercengkrama sebentar. Tak lama Bibi Dewi mengetuk pintu, “Tuan, nyonya, tuan muda , sarapan sudah siap.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Kenzie meringis pada Reyhan dan berbisik, “Nyonya? Kenapa kata itu terdengar begitu aneh?”


Reyhan meliriknya, “Tidak tau terima kasih!Banyak wanita yang ingin mendapatkan sebutan ini, tapi tidak bisa mendapatkannya!”


“Sstttt !!!” Kenzie terlalu malas untuk menggubris pria sombong ini dan membawa Ken pergi untuk menggosok gigi.


Ketika ketiga orang itu tiba di ruang makan, Kenzie tiba-tiba melihat bahwa Nayra sedang duduk di meja makan sambil bermain ponsel.


Mendengar suara langkah kaki, Nayra berteriak, “Ken!”


Setelah mendengar suara Nayra, Ken melepaskan diri dari tangan Reyhan dan Kenzie dan berjalan ke arah meja makan, “Tante, tante, kamu sudah kembali!”


Kenzie buru-buru menahannya, “Ken, pelan-pelan, hati-hati jangan sampai jatuh. Apa kamu mau ibu membawamu menghampiri tante?”


Ketika mendengar Kenzie menyebut dirinya ‘ibu’, wajah Nayra berubah masam, “Kenzie, apa yang kamu bicarakan?”


Kenzie terlalu malas untuk menggubrisnya, ia dengan hati-hati memegang Ken ke meja makan tanpa bicara sepatah katapun.

__ADS_1


Ken berhenti dan langsung masuk ke pelukan Kenzie, “Ibu , tante galak padamu, aku tidak ingin menghampirinya.”


Kata-kata Ken membuat wajah Nayra semakin masam, dan dia bangkit berteriak dari meja, “Ken, bagaimana bisa kamu menyebut wanita ini ibu? Ibu dari mana?!”


“Cukup!” Reyhan bicara dengan nada marah, “Nayra, kedepannya kamu harus lebih sopan pada kakak iparmu. Kenzie adalah ibu kandung Ken dan kami telah melakukan tes DNA!”


“Apa?!” Nayra tertegun dengan wajah pucat, “Kak, apakah kamu mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana mungkin wanita ini ibu kandung Ken?”


Reyhan mengangguk, “Laporan hasil tes DNA sudah keluar, kamu tidak perlu mempertanyakannya lagi.” Nada suaranya naik, “Kenapa kamu pulang hari ini? Apa kamu bertengkar dengan Sebastian?”


Sebastian adalah kekasih Nayra. Mereka telah berhubungan selama lebih dari setahun, Nayra telah tinggal di rumah Sebastian selama setengah tahun.


Nayra sedikit takut dengan kakaknya ini, melihat mimik wajah Reyhan tidak baik, dia tidak berani menyalahkan Kenzie lagi. Matanya dengan samar menjawab, “Memangnya jika aku tidak bertengkar dengan Sebastian, aku tidak boleh pulang ke rumah?”


Reyhan tidak ingin terlalu keras pada adik perempuan satu-satunya ini, dna ia mengatakan, “Tentu saja boleh. Aku akan lebih senang jika kamu tinggal di rumah setiap hari. Kalian belum menikah, tapi kamu sudah bergantung pada keluarga Sebastian.”


Baru saja hendak menjawab perkataan kakaknya, Reyhan melanjutkan perkataannya, “Perkataan kamu pada Kenzie tadi terlalu buruk, minta maaf lah padanya!”

__ADS_1


__ADS_2