CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 156 Jangan Begitu Dingin


__ADS_3

Membolak-balikkan badan, tidak tidur dengan diam.


Hari sudah mau terang, Kenzie bangun kehausan, Kenzie melihat alarm di samping kasur, hampir jam 5 pagi, mengusap mata, tiba-tiba teringat pria yang tertidur di ruang tamunya!


Kenzie mengendap-endap menuju arah pintu, diam-diam memeriksa pintu kunci


Pintu terkunci dengan baik, Kenzie lega menghela napas. Kembali ke kasur bersiap melanjutkan tidur.


Tapi rasa hausnya semakin terasa, jika tidak minum, jangan harap dapat tidur lagi!


Kenzie menuju arah samping pintu, mencoba mendengar melalui pintu, ruang tamu sangat sunyi, tidak ada gerakan apapun. Dia langsung senang, jangan-jangan Reyhan sudah pergi?


Pelan-pelan membuka pintu, dia melihat ruang tamu dari engsel pintu.


Sofa kosong sama sekali, kemana Reyhan?


Kenzie kegirangan! Ternyata sudah pergi! Untung bisa menempatkan waktu!


Dia dengan tenang membuka pintu, langsung menuju kamar mandi, pergi ke kamar mandi dulu lalu pergi minum!


Baru sampai di depan pintu, dia seperti menabrak dada yang sangat keras, dia melihat ke atas, dia berteriak terkejut. “Reyha! Kenapa kau di sini!”

__ADS_1


Reyhan menundukan kepala melihat dia, ujung bibirnya tersenyum licik. “Justru aku tanya kamu! Kau ngapain di sini? Jangan-jangan mau mengintip aku?”


Benar-benar tidak tahu mau! Tidak menanggapinya langsung cepat balik ke kamar, dia merasakan hawa yang bahaya.


Lengannya di tahan oleh Reyhan, senyum pria ini penuh dengan maksud. “Kau mengintip aku, jadi kau harus bertanggung jawab!”


Benak Kenzie langsung gelap, hatinya muncul alarm gawat, dia berusaha lepas dari Reyhan, lalu pergi ke kamar.


Sampai di kamar, lalu kunci pintu, dia akan aman.


“Kamu mau ke mana? Aku antar kamu!” Reyhan bersemangat menariknya, tangannya merangkul pinggangnya yang ramping, bersama-sama menuju arah kamar.


“Wei, gak perlu. Kau balik ke sofa, tidur lagi. Dinas keluar kota pasti sangat capek!” Kenzie sekarang sudah tidak berpikir untuk mengusir Reyhan, masalah sekarang adalah, bagaimana cara melindungi diri.


Kenzie sangat kesal. Dia menggunakan rok tidur yang melewati lutut, bahkan bukan yang bergaris! Apa yang centil!


Ini benar-benar mencari kesalahan orang lain, yang benar pun menjadi salah.


“Wangi sekali…” Wanita yang lemah lembut dipelukannya, Reyhan sudah tidak tahan membungkuk, mengendus rambutnya yang berantakan.


“Reyhan! Lepaskan aku!” Kenzie bersuara bentak dengan suara kecil, merasa dirinya tidak ada tenaga!

__ADS_1


Jika Reyhan melepaskan dia, maka hari itu akan hujan darah!


Reyhan dapat mendengar Kenzie tidak dapat berbuat apa-apa, lalu mengendongnya masuk ke kamar, dihempaskan ke atas kasur, lalu mulai melepaskan bajunya.


“Kau sangat kotor! Jangan sentuh aku!” Kenzie mendorongnya.


Reyhan merasa disalahkan sambil mengedip mata. “Kemarin aku sudah mandi. Ei, sofamu kecil sekali, awalanya tidur di kasurmu numpang sebentar, tapi siapa yang tahu kau begitu pelit, kau kunci pintu rapat-rapat.”


Dasar pria ini! Masalah menyalahkan dia karena mengunci pintu!


Kenzie merasa pemikiran dia sebelumnya terlalu bodoh dan polos! Sepertinya kepalanya ditendang oleh keledai, makanya bisa mengira Reyhan bangun tengah malam lalu pergi!


Badan Reyhan yang besar dan kuat, menekan ke arahnya.


“Kau berat banget!” Kenzie risih mendorongnya.


Reyhan bermuka tebal mencium lehernya. “Sebentar lagi kamu tidak akan merasa berat, justru akan meminta aku menekanmu!”


Kenzie kesusahan, rasanya ingin menarik selimut lalu bersembunyi di dalam, paha pria ini membuka kakinya, lalu menekannya sekuat-kuatnya.


Kenzie merasa dirinya seperti ikan asin yang di atas papan, seolah selamanya tidak bisa membalikan badan.

__ADS_1


“Antusias sedikit… jangan begitu dingin pasif…” Reyhan berbisik dengan ditelinga Kenzie, sengaja dengan bergairah meniup telinganya, membangkitkan getarannya.


Reyhan puas melihat Kenzie yang bergetar kecil, melewati tenggorokannya tersenyum penuh makna. “Iya, ini baru benar.”


__ADS_2