
Mata besar yang dilengkapi dengan eyeliner halus Mary terus-terusan memelototi punggung Kenzie, di dalam hatinya, ia yakin, wanita ini memiliki arti khusus bagi Reyhan.
“Reyhan, perempuan itu siapa?” Mary bertanya sambil mengodanya.
“Untuk apa kamu menanyakan itu?” Reyhan memutarkan kepalanya dan menatap wajah Mary.
“Aku rasa ada yang aneh dari perempuan tadi, wajahnya putih seperti hantu, jelek sekali.” Mary masih kecil, ia tidak mengerti apa-apa, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bencinya terhadap Kenzie.
Wajah Reyhan yang tadinya sedikit tersenyum langsung berubah dalam seketika. Ia langsung mencekik leher Mary, “Hei, Apa kamu tidak tahu akibat dari berbicara sembarangan?”
Reyhan mencekiknya dengan sekuat tenaga, wajah Mary yang merah merona pun berubah menjadi hijau keunguan.
Reyhan melihat ekspresi ketakutan di mata Mary, lalu melepaskan tangannya.
Setelah Reyhan melepaskan tangannya, Mary langsung terbatuk.
Ia menarik nafas dalam-dalam, sangat ketakutan.
“Reyhan, lain kali aku tidak akan berani lagi, jangan marah ya?” Mary memohon dengan suaranya yang terpatah-patah, didalam hatinya, ia semakin yakin kalau wanita itu spesial untuk Reyhan.
Ia baru saja berhasil bersaing dengan sekerumun wanita dan menjadi kekasih barunya Reyhan.
Cincin dijarinya, kalung di lehernya, pakaian kulit di tubuhnya,…Kalau Reyhan tidak lagi memanjakannya, semua ini akan hilang! Ia tidak bisa membayangkannya!
Mary teringat dengan botol obat yang ada didalam tasnya. Untung saja tadi pagi ia sudah menyiapkannya. Hari ini adalah hari suburnya. Malam ini ia harus berhasil membuat Reyhan menanamkan benih didalam tubunya.
Kalau tidak…saat Reyhan sudah bosan dengannya dan membuangnya, ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Saat Kenzie masuk ke kamar Nindi, ia sedang mengganti baju.
“Kenzie, kamu akan memakai baju itu?” Nindi melihat Kenzie mengambil kaos oblong dari kopernya, lalu bertanya dengan sedikit terkejut.
Didalam ruangan pemandian panas nanti, mereka akan mengenakan pakaian khusus untuk mandi, pakaian ala Jepang, semacam kimono, dipinggangnya nanti akan diikat pita. Dalamnya tidak memakai apa-apa lagi.
“A…, aku tidak terbiasa. Perjalan menuju tempat pemandian itu masih jauh. Aku akan membuka pakaianku saat kita tiba disana.” Kenzie merasa sedikit tidak nyaman.
“Kenapa ? Bukannya semua orang juga memakai kimono saja?”Nindi berpikir seperti itu, tapi tidak mengatakan apa-apa. Mereka berdua pun berjalan menuju tempat pemandian itu.
Diluar sedang turun salju, jalanan pun dilapisi salju putih yang tebal. Lorong yang panjang itu langsung terhubungan sampai disamping tempat pemandian. Mereka berjalan diatas papan kayu yang hangat sambil menikmati salju putih yang turun dari atas langit, udaranya juga sangat sejuk, suasana ini sangat menyenangkan.
Kenzie menghirup nafasnya dalam-dalam dan mulai menikmati perjalanan menuju pemandian air panas ini.
“Ah, bukankah itu presdir Ethan? Aneh, kok dia ikut? Biasanya Presdir Ethan tidak pernah ikut acara perusahaan seperti ini!” Nindi berkata sambil menunjuk ke bayangan di sudut koridor untuk menunjukkannya pada Kenzie.
Kenzie sedikit terkejut, perasaan yang tidak karuan itu tiba-tiba menyelimuti pikirannya. Ada sedikit perasaan takut yang diikuti dengan perasaan menanti… dia sendiri juga tidak mengerti apa yang sedang ia nantikan…
__ADS_1
“Eh, sepertinya Reyhan juga ikut!” bayangan orang itu semakin lama semakin dekat,
Nindi langsung mengenali bayangan orang yang tinggi itu, “Aneh, kok sepertinya ada perempuan disana.”
Saat Nindi sedang berbicara, Reyhan, Mary dan Ethan pun menghampiri mereka.
Kenzie menghentikan langkah kakinya. Berdiri dibawah bayangan tiang dan melihat tiga orang itu berjalan mengarah kearahnya. Pada akhirnya pandangannya tertuju pada Reyhan.
Reyhan terlihat kurus.
“Nindi, kalian juga mau ke tempat pemandian itu kan? Ayo, kita pergi bersama.” Ethan sangat senang karena akhirnya ia dapat bertemu dengan Nindi.
Reyhan tidak mengatakan apa-apa, matanya terus tertuju pada Kenzie yang terus bersembunyi dibelakang. Ia tampak kecil dan lemah, itu membuat Reyhan langsung mengerutkan dahinya.
Ketika ia meniggalkan rumah sakit saat itu, ia meletakkan kartu kredit unlimited disamping bantalnya. Tapi selang beberapa waktu, kartu itu dikirim kembali ke kantornya.
Perempuan ini sebenarnya kenapa? Bagaimana ia bisa membiarkan diri sendirinya jadi pucat pasi seperti ini?
Reyhan ingin menghampirinya dan memarahinya. Ia ingin sekali mencubit pipinya dan memberitahukannya bahwa wajahnya sekarang jelek sekali!
“Ayo! Kenzie, kita bersama mereka aja!” Nindi berkata sambil menarik Kenzie kearah mereka.
Mary terus menatap wajah Reyhan, ia tahu jelas, Reyhan sedang menatap Kenzie. Dalam hatinya ia merasa risih. Tapi jika ia tidak bisa menahan dirinya, ia takut Reyhan akan memutuskan hubungan mereka.
Setelah mendengar perkataan Mary, Kenzie hanya terdiam sambil menggigit bibirnya, ia berharap Reyhan dan Mary pergi dari hadapannya, tapi ia juga berharap mereka tidak pergi. Ia sendiri juga tidak mengerti apa yang sedang ia pikirkan.
Reyhan pun menoleh ke arah Mary dan menatapnya dengan sinis, hanya dengan tatapannya itu, tanpa kata-kata, ia sudah bisa membuat Mary ketakutan. Mary langsung menggandeng tangan Reyhan dan mengikuti mereka.
Tidak tahu kenapa, tapi Kenzie merasa lega setelah itu.
Dengan perlahan, Kenzie menarik nafas dalam-dalam, di dalam kesunyian ekspresinya itu terlihat dengan jelas.
Namun, Reyhan malah mengira Kenzie sedang marah, ia pun mengerutkan dahinya!
Karena Reyhan ingin pergi ke pemandian air panas dengannya, jadi Kenzie marah? Tidak senang? Jadi dia marah? Sudah tiga bulan tidak ketemu, sekarang mereka akhirnya ketemu, ternyata yang senang hanya Reyhan sendiri.
Disaat ia masih mempersoalkan masalah mereka, ternyata dari awal Kenzie sudah melupakan masalah tentang mereka berdua.
Reyhan pun mulai mengepalkan tangannya! Di wajahnya nampak kemarahan yang sedang meluap! Tubuhnya seolah menjadi sekeras batu, penuh dengan kemarahan!
Mary juga dapat merasakan emosi yang meluap dalam tubuh Reyhan, ia masih mengira karena perkataannya tadi, Reyhan menjadi marah. Ia pun semakin berhati-hati.
“Reyhan, pemandangan malam ini indah sekali!” Mary berusaha meramaikan suasana.
Kenzie hanya bersembunyi dibelakang mereka sambil melihat salju yang sedang turun dari langit. Ia berusaha untuk tidak melihat ke arah Mary dan Reyhan yang sedang bermesraaan.
__ADS_1
“Reyhan…” saat Mary masih berusaha untuk mengatakan beberapa patah kata, Reyhan yang sudah dibuat marah oleh hembusan napas Kenzie langsung mencium bibir Mary!
“Ah…” Mary tercengang bahagia sampai tidak bisa berbuat apa-apa lagi! Dia sudah beberapa kali tidur dengan Reyhan, tapi ini adalah pertama kalinya Reyhan mencium bibirnya!
Ini berarti waktu yang ia tunggu-tunggu sudah hampir tiba, bukan? Setelah dipikir-pikir, benar juga, ia baru 17 tahun, wajah dan tubuhnya juga baru mencapai masa-masa puncaknya, bagaimana mungkin ia tidak bisa mengalahkan wanita tua yang pucat itu!
Dari pundak Reyhan, Mary melihat kearah Kenzie.
Ethan, Nindi dan Kenzie pun tercengang oleh perbuatan Reyhan yang mendadak seperti itu.
“Dasar!” Kenzie menoleh kearah lain. Perasannya sangat tidak nyaman. Ia ingin kembali ke kamarnya. Bisa-bisanya memamerkan kemesraanya didepan banyak orang! Dasar, Reyhan benar-benar tidak memikirkan perasaan orang lain!
“Presdir Reyhan, sepertinya kalian sudah biasa terbuka seperti ini ya? Bocah tengik seperti kami masih tidak begitu terbiasa!” Nindi menikmati adegan ciuman Reyhan dan Mary, ia tidak bisa melupakan ciuman intens itu.
“Reyhan, kalau kamu sudah tidak tahan lagi, cepat kembali kekamar saja! Jangan menyulitkan kami disini.” Ethan mengatakannya sambil tersenyum lucu. Matanya masih tidak berani menatap mata Nindi.
Reyhan mendorong Mary dengan sangat kasar, Mary goyah, dan hampir terjatuh. Nindi pun langsung menopangnya dari belakang.
Tatapan mata Reyhan yang sinis itu malah tertuju kearah Kenzie, melihat ekspresi wajahnya yang cuek, warna wajah Reyhan tampak semakin suram.
Setelah mendengus, Reyhan pun berjalan kearah lain.
“Reyhan, kamu benar-benar akan kembali ke kamar? Kamu tidak mau ke pemandian?” Ethan sedikit terkejut, Reyhan bukan tipikal orang yang marah hanya karena candaan orang lain, kenapa Ethan baru menggodanya sedikit, ia langsung marah?
Mary langsung mengejarnya,semakin jauh jarak Reyhan dan Kenzie akan semakin baik baginya!
Reyhan merasa sangat tertindas. Sudahlah, untuk apa memikirkan hal itu!
Disini ada tempat pemandian yang lebih kecil, hanya ada 5 kolam, setiap kolam hanya cukup untuk satu orang. Tempat ini untuk tamu VVIP, rencananya Ethan memang sengaja menyisakan tempat ini untuk dia dan Reyhan. Tapi sekarang Ethan malah mau bersama dengan Nindi, terpaksa dia harus pergi ke tempat pemandian umum. Kebetulan sekali Reyhan malah bawa Mary kesini.
Ditempat yang besar ini hanya ada mereka berdua. Mary sangat puas dengan situasi seperti ini! Tampaknya apa yang ia rencanakan hari ini akan berjalan lancar!
Baru masuk ke tempat pemandian ini, Mary langsung membuka jubah yang dikenakannya dengan tak sabar. Di balik jubah itu, ia tidak mengenakan apa-apa, tubuhnya yang putih dan mulus itu langsung terlihat dengan jelas.
Reyhan belum membuka jubahnya, ia langsung masuk kekolam yang paling besar. Ia duduk didalam kolam itu, pandangannya tampak kosong. Wajahnya masih saja suram seperti tadi.
Selangkah demi selangkah Mary berjalan ke hadapan Reyhan, ia pun duduk disampingnya sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Reyhan, “Ada apa, Reyhan? Sepertinya kamu tidak senang?”
Sekujur tubuhnya tampak sangat tegang, seperti benar-benar marah. Ia juga tidak menanggapi perkataan Mary, tapi tangannya yang besar itu malah memegang erat pinggangnya!
“Reyhan kenapa kamu nakal sekali?!” Mary berkata dengan manja.
Akhirnya ia pun tahu bahwa Reyhan tidak bermaksud menggodanya, ia hanya bermaksud untuk memeluknya saja,hanya saja dirinya berekspektasi terlalu tinggi.
Pikiran Reyhan kembali memikirkan tatapan dari mata Kenzie. Hatinya sangat tidak nyaman.
__ADS_1